ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Efek Pil Yang Terlalu Kuat & Rencana Liburan


__ADS_3

Dinda membuka mulut makhluk aneh itu dan memasukkan pil buatan Leo kedalam mulutnya, tepat setelah Dinda melakukan hal itu makhluk aneh itu bersinar sangat terang dan ketika sinar itu meredup, tidak ada yang berubah pada makhluk aneh itu selain tanda aneh di kepalanya selayaknya jangkar.


"Leo, apakah kau yakin bahwa pil buatanku benar benar bisa membuat dia berhenti mengamuk?" Tanya Dinda menatap ke arah Leo karena tidak ada perubahan pada makhluk itu selain tanda mirip jangkar yang muncul di dahinya.


"Yah, yakin sedikit" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, Dinda tersentak kaget dan dengan pukulan keras segera menerjang ke arah Leo.


"Apa yang kau lakukan? Jika kau tidak bisa melakukannya katakan saja kau tidak bisa!" ujar Dinda sambil melayangkan pukulan pada Leo yang tentu saja Leo hindari dengan Langkah angin miliknya.


"Tunggu Dinda,kita bisa bicarakan hal ini" Ujar Leo berusaha menghentikan Dinda tapi wanita itu seolah ke setaman dan terus melancarkan serangan pada Leo.


"Tidak ada yang bisa kita bicarakan, kau sudah melakukan kesalahan yang sangat besar dengan menipuku!" ujar Dinda menatap tajam ke arah Leo dengan mata yang melotot tajam.


Dari pandangan Dinda saat ini, Leo bisa tahu bahwa wanita itu sedang marah besar dan tidak akan mendengarkan apapun yang dia katakan.


"Mungkin dia pikir aku berbohong mengenai pil itu, sebenarnya khasiat dari pil itu untuk meredam amarah tapi karena keberadaan pil yang aku racik tidak sengaja menentang surga pasti efeknya jauh lebih kuat" Batin Leo sambil terus menerus menghindari serangan Dinda hingga beberapa saat kemudian Lili muncul di antara mereka dengan menggunakan teknik Bayangan Darah miliknya.


Lili muncul sambil menyilangkan tangannya hingga pukulan yang dilancarkan oleh Dinda membentur tubuh Lili dan membuat hempasan gelombang energi yang cukup luas.


"Aku sudah pernah memperingatkanmu, jangan pernah mencari masalah dengan kakakku atau aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang" Ujar Lili menatap tajam ke arah Dinda dan Dinda juga menatap tajam membalas tatapan yang diberikan oleh Lili.


"Aku tidak akan bersikap seperti ini jika saja kakakmu tidak mencari masalah denganku, salahkan dia karena menipuku sampai aku memberikan pil palsu pada makhluk itu" Ujar Dinda sambil menunjuk ke arah tempat makhluk sebelumnya tapi dia tidak menemukan makhluk itu di tempatnya sebelumnya.

__ADS_1


Dinda menolehkan kepalanya ke segala arah dan menemukan makhluk itu sedang bermain lempar tangkap dengan Masamune yang melemparkan sebuah ranting kayu yang entah darimana dia dapatkan seolah makhluk aneh itu adalah binatang peliharaan.


"Eh, kenapa seperti ini?" ujar Dinda menatap ke arah makhluk itu dengan ribuan tanda tanya yang bermunculan di kepalanya.


"Aku bilang aku tidak yakin pil itu hanya akan menjinakkan makhluk itu seperti fungsinya sebelumnya, aku sudah mengatakan padamu bahwa pil itu sudah mendapatkan Sambaran petir surga jadi khasiatnya akan meningkat sangat drastis, karena efek pil yang begitu kuat makhluk itu sekarang berubah seperti halnya binatang peliharaan yang mengikuti semua keinginan majikannya" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya yang mana hal itu membuat Dinda terkejut.


"Jadi kau menjadikan makhluk ini sebagai budak? Kau sungguh kejam Leo!" ujar Dinda yang mana hal itu membuat Leo sekali lagi menggaruk kepalanya.


"Jika kau tanya siapa majikan dari makhluk ini, maka aku akan mengatakan bahwa kau adalah orangnya karena kau yang memberikan pil itu padanya" Ujar Leo menjelaskan.


"Ehhhhh" Dinda cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Leo, jika seperti apa yang baru saja Leo katakan, maka dia yang paling bersalah dalam hal itu.


"Bukankah seharusnya kita mulai berbaikan? Sepertinya masalah yang terjadi belakangan akan terus memburuk jika kita biarkan" Ujar Masamune yang saat ini duduk berhadapan dengan Dinda dan yang lainnya.


"Kau bisa mengatakan seperti itu karena kau tidak terlalu terlibat dengan konflik akhir akhir ini, apalagi dengan masalah yang aku hadapi saat ini" Ujar Dinda yang mana di belakangnya makhluk gabungan antara siput dengan manusia tertidur lelap bersama dengan anak kecil yang dia selamatkan sebelumnya.


"Aku tidak akan bisa akur dengan orang yang sering mencari masalah dengan kakakku, meskipun kau sudah berubah tapi bagiku tidak ada perubahan yang berarti" Ujar Lili melipat tangannya di depan dada sambil membuang mukanya jauh jauh dari Dinda.


"Aku setuju dengan apa yang kau katakan Masamune, aku pikir lebih baik kita menikmati liburan dan bersantai selama beberapa saat, kejadian akhir akhir ini memberitahu kita bahwa Orbion akan kembali dan mereka akan membawa bencana yang lebih besar kedepannya dengan banyak ilmuwan yang berpihak pada mereka, jadi menurutku liburan adalah pilihan yang paling tepat" Ujar Leo memberikan saran.


"Ngomong ngomong soal liburan, aku ingin pergi ke pantai selatan, aku dengar di sana adalah surga dari makhluk dunia astral" Ujar Dinda yang mana seketika membuat bulu kuduk Leo berdiri dengan tegak.

__ADS_1


"Anu,aku kurang setuju jika kita pergi ke pantai laut selatan, aku pikir jika aku kembali di sana maka aku akan menjadi incaran dari para Saint dari dunia astral" Ujar Leo membayangkan kemarahan yang terlihat jelas di wajah penguasa laut Selatan karena dia telah membuat kerajaan nya berada dalam situasi yang kritis hingga dia harus mengerahkan banyak pasukannya serta dia juga yang mengambil tungku emas pusaka Ratu Laut Selatan.


"Bagaimana jika kita pergi ke kota Lamongan, kau pernah mengatakan padaku bahwa kau adalah salah satu murid dari akademi Naga Timur, seharusnya waktu izinmu sudah hampir habis" Ujar Masamune memberikan usul.


"Aku setuju, lagipula aku juga ingin mengetahui mengenai kota kakak dan dimana kakak tinggal di kota Lamongan" Ujar Lili.


"Aku tidak setuju, bagaimana mungkin kita pergi ke kota Lamongan, memang sih disana cukup indah bahkan suasana pantainya juga lumayan, tapi tetap saja bagiku kurang menarik" Ujar Dinda menanggapi usulan dari yang lain.


"Aku tidak memaksamu sih, lagipula tidak ada gunanya kita pergi ke kota Lamongan karena di sana tidak ada orang hebat selain tuan Otaka" Ujar Leo sambil mengangkat kedua tangannya.


"Tunggu, apa maksudmu Tuan Otaka Penempa senjata spiritual terbaik itu? Dia tinggal di kota Lamongan?" Dinda sangat terkejut ketika mendengar nama itu karena Otaka adalah salah satu ahli yang sangat mahir menempa senjata spiritual, semua senjata spiritual yang dia buta banyak yang terkenal bahkan banyak Hunter Hunter kuat dari berbagai kota membuat senjata mereka pada Otaka.


"Yah begitulah"


"Kalau begitu kita pergi ke sana, tidak ada tujuan lain, kota Lamongan, kita harus pergi kesana" Ujar Dinda dengan semangat.


"Tapi bagaimana dengan makhluk ini!" Tanya Masamune menunjuk makhluk yang tertidur di belakang Dinda karena tidak mungkin mereka membawa makhluk itu karena terlalu menarik perhatian.


"Akhem, aku memiliki penawaran menarik pada Ratu dari siluman ular yang sejak tadi mengawasi kami" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, Dinda segara mengaktifkan mata dewa Wang Miliknya dan Masamune mengeluarkan siluet tiga ekor di belakangnya.


Lili sendiri sudah mengetahui keberadaan dari orang yang dimaksud oleh Leo tapi dia memilih diam karena sosok itu memberikan tekanan yang sangat besar padanya.

__ADS_1


__ADS_2