ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Mencuri Ciuman Pertama


__ADS_3

Leo mengenakan kemampuan mata dewa Wang miliknya untuk melihat jauh ke laut selatan dan dia bisa melihat sebuah istana megah yang dibangun di dasar samudra yang mana hanya beberapa bagian dari istana itu yang terlihat di daratan.


Memang bagi sebagian Hunter, mereka bisa bernafas di dalam air dengan mengalirkan kekuatan spiritual ke dalam paru paru mereka, akan tetapi jika Leo ingin melakukan hal itu, paling lama dia hanya bisa bernafas di dalam air selama tiga jam.


Lebih dari itu Leo harus kembali ke permukaan untuk memulihkan kekuatan spiritualnya sebelum kembali masuk ke dalam air.


"Bagaimanapun aku harus mendapatkan Rumput Laut Pengikat Jiwa" Ujar Leo kemudian dia berlari menuju ke laut dan perlahan lahan tubuh Leo tenggelam hingga akhirnya Leo benar benar hilang dari daratan.


…..


Di dalam air, Leo saat ini hanya bisa mengandalkan kekuatan spiritualnya, jika dia kehabisan kekuatan spiritual di tengah tegah laut, maka Leo sendiri yang akan kerepotan.


Dengan mata dewa Wang milik Leo, Leo bisa melihat sebuah lingkaran layaknya lubang berwarna hitam legam dan ketika Leo memasuki lubang itu, seketika dia dipindahkan menuju ke dunia astral, dunia tempat para makhluk gaib berada.


"Jadi begitu, sebelumnya aku pasti tidak sengaja memasuki Portal yang menghubungkan antara dunia astral dan dunia nyata, pantas saja aku bisa masuk ke dunia astral" Ujar Leo ketika dia mengingat begitu tiba di kota Yogyakarta, Leo tidak menemukan orang selain makhluk gaib.


Setelah masuk ke dunia astral, Leo berenang lebih dalam menuju bangunan bangunan yang nampak berdiri dengan megah di tengah samudra dan nampak beberapa lampu yang cukup terang menghiasi lautan.


Leo juga bisa melihat banyak makhluk gaib yang berenang menuju ke arah kota di dasar laut yang seharusnya tidak ada di dunia nyata dan karena tujuan Leo sama dengan mereka semua, maka Leo mengikuti mereka dari belakang.


"Kota makhluk astral lebih ramai dibandingkan dengan kota manusia, apakah karena letaknya yang berada di dasar laut jadi terhindar dari serangan orbion atau karena dunia astral dan dunia nyata dipisahkan oleh dinding tak kasat mata?" Guman Leo yang mana dirinya harus mengantri bersama dengan makhluk gaib lainnya agar bisa masuk ke dalam kota astral di wilayah pantai laut selatan.

__ADS_1


Leo bisa melihat beberapa makhluk astral yang berada di depannya menyerahkan beberapa aura kematian pada penjaga yang mengurus masalah pendatang baru di kota itu.


Dan setelah menyerahkan sejumlah aura kematian, mereka baru diperbolehkan untuk masuk ke dalam kota.


"Aura kematian begitu berharga di dunia astral, setidaknya kegunaannya sama dengan uang, pantas saja Lili sangat suka dengan aura kematian ini" Batin Leo.


Setelah menunggu selama beberapa saat, barulah giliran Leo untuk masuk ke dunia astral, seperti sebelum sebelumnya penjaga yang bertugas meminta satu aura kematian dari Leo jika Leo ingin masuk ke dalam kota.


Leo menuruti hal itu dan mengeluarkan pedang yang mana pedang itu diselimuti aura kematian yang sangat pekat membuat baik orang orang yang berada di sekitar gerbang kota maupun orang orang yang berada cukup jauh tertarik dengan aura kematian Leo.


"Tuan, kami tahu tuan memiliki banyak aura kematian jadi tuan jangan memamerkannya pada kami yang miskin ini" Ujar penjaga gerbang yang nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Leo.


Mereka sangat ragu untuk mengambil aura kematian dari Leo karena siapapun yang memiliki aura kematia begitu besar, pasti memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dunia astral.


"Bisakah dipercepat, aku tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian" Ujar Leo yang mana perkataan dari Leo segera membuat kedua penjaga itu tersadar dan mereka segera mengambil satu aura kematian dari Leo dan mempersilahkan Leo untuk masuk setelah Leo menyimpan pedang berkarat itu kembali ke dalam cincin penyimpanannya.


"Silahkan tuan" Ujar salah satu penjaga dan setelahnya Leo masuk ke dalam kota dan ketika Leo menginjakkan kakinya di kota itu, Leo dibuat terpukau dengan banyaknya orang dan kemegahan yang ada di dalamnya.


Kota astral yang di datangi oleh Leo saat ini bisa dikatakan sebagai kota terbaik dan ter indah yang pernah Leo lihat seumur hidupnya, batuan batuan yang memancarkan cahaya terang tertanam di jalanan kota serta banyak binatang laut yang dijadikan tunggangan oleh para makhluk gaib.


Selain itu gedung gedung yang sangat tinggi terlihat sangat jelas di depan Leo dengan segala keindahannya hingga membuat Leo melupakan satu hal yang sangat penting.

__ADS_1


Udara, Leo sudah berada di dalam air selama tiga jam lebih beberapa menit sehingga ketika dia sedang menikmati keindahan kota astral di depannya, seketika dia merasa sesak dan dengan cepat berenang ke atas.


Beberapa siluman dan hantu yang melihat hal itu dibuat bertanya tanya mengapa Leo bisa sampai seperti itu karena di sana bahkan ada juga seekor serigala yang memiliki rupa layaknya manusia bisa bernafas dengan normal.


"Kenapa dia terbang ke permukaan? Apakah dia kehabisan nafas?" 


"Hahaha, itu tidak mungkin, siapapun tau bahwa jika ingin datang ke kota astral di wilayah kekuasaan Ratu Laut selatan mereka harus memelan Mutiara Laut agar bisa bernafas" 


"Tapi dia memang seperti tenggelam atau dia lupa tidak memakan Mutiara itu? tapi jika dia tidak memakan Mutiara itu bagaimana mungkin dia bisa bernafas sebelumnya?" 


"Urusan orang lain kenapa harus repot repot, jika kalian tidak punya urusan lain lebih baik bubar dan urus urusan sendiri" Ujar beberapa siluman yang memiliki ekor layaknya buaya dan ular sambil menatap Leo yang berenang semakin ke atas.


Ketika hal itu terjadi mereka bisa melihat siluman berbentuk putri duyung berenang dengan sangat cepat menuju ke arah Leo dan menatap pemuda itu dalam dalam sebelum sebuah senyuman terlukis di wajahnya.


Putri duyung itu hampir tidak bisa menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Leo yang menahan nafas sebelum dia mengeluarkan sebuah mutiara dari kantong kecil di samping tubuhnya kemudian dengan penuh paksaan, putri duyung itu memaksa Leo menelan mutiara yang ada di tangannya hingga membuat Leo gelagapan karena kemasukan air.


Karena sangat sulit bagi Leo untuk menelan mutiara itu, akhirnya Putri duyung yang berdiri di depan Leo geram dan dia mengambil mutiara itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya dan mencium bibir Leo hingga membuat Leo melebarkan matanya tak percaya.


Ketika ciuman itu mendarat Leo sangat terkejut sehingga mutiara yang dimasukkan kedalam mulutnya oleh putri duyung itu tertelan oleh Leo dan setelahnya Leo terbatuk batuk berusaha mengeluarkan Mutiara itu dari mulutnya.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Putri duyung itu tanpa menunjukkan perasaan bersalah karena telah merebut ciuman pertama dari seorang pemuda berusia enam belas tahun.

__ADS_1


__ADS_2