
"Mohon maaf sebelumnya atas tindakan yang kami lakukan di depan Tuan, kami tidak bermaksud untuk menyinggung anda tetapi karena pakaian yang Anda gunakan sangat menarik perhatian, maka kami mencurigai anda" Ujar Tiffany sambil menuangkan teh di cangkir lucu yang ada di depan Leo.
"Tidak masalah, hanya masalah kecil" ujar Leo sambil mengibas-ngibaskan tangannya kemudian Leo mengulurkan tangannya mengambil cangkir teh itu dan meminumnya.
"Ngomong-ngomong masalah barang yang Ingin tuan Lelang, apakah tuan membuatnya sendiri atau menemukannya di suatu tempat?" Tanya wanita itu menatap ke arah Leo karena jika Leo bisa membuat pil sahebat itu maka mereka bisa terus bekerja sama dan melakukan bisnis yang menguntungkan.
"Tidak penting aku membuatnya sendiri atau mendapatkannya di suatu tempat, saat ini apakah kalian masih membutuhkan barang untuk dilelang, aku masih memiliki beberapa pil kecantikan" Ujar Leo mengibaskan tangannya dan 1 botol kaca muncul dengan beberapa butir pil kecantikan di dalamnya.
"Di dalam sini ada 20 butir pil kecantikan, apakah kau bisa memperkirakan berapa harga yang wajar untuk ini?" Tanya Leo sambil menunjukkan botol yang ada di tangannya yang mana hal itu membuat Tiffany sangat terkejut.
Satu butir pil kecantikan saja sudah membuat seorang wanita menjadi orang yang sangat cantik, dan Leo mengatakan bahwa di dalam botol kaca yang ada di tangannya saat ini terdapat 20 butir.
Jelas bahwa orang yang mendapatkan barang lelang kali ini akan menjadi seorang Dewi dan mungkin akan menjadi orang tercantik di dunia.
Ketika Tiffany ingin bertanya mengenai kerjasama yang akan mereka lakukan, Leo kembali memotong pembicaraan mereka.
"Setiap orang hanya bisa mengonsumsi sebanyak 5 butir, melebihi itu pil kecantikan yang aku buat tidak akan bekerja lagi" Ujar Leo menjelaskan.
Mendengar hal itu Tiffany memegang dagunya dan berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Leo masuk akal, pil yang memiliki kekuatan penyembuhan luar biasa mana mungkin bekerja terus menerus.
__ADS_1
Pasti ada batas pemakaian yang dianjurkan agar hasil yang didapatkan lebih maksimal, setelah memikirkan hal itu Tiffany kembali menatap kearah Leo dengan harapan Leo mau mendengarkannya saat ini.
"Tuan,jika tuan tidak keberatan bisakah kita menjalin kerjasama di kemudian hari, saya yakin bahwa dengan adanya pil hebat buatan anda, kita bisa mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, tuan tidak perlu khawatir karena kami akan menyediakan sumber daya apapun untuk produksi pil itu" Ujar Tiffany yang mana hal itu membuat Leo tersenyum dibalik jubah hitamnya.
"Boleh saja, tapi aku tidak menjanjikan pil seperti ini tersedia setiap saat, selain itu aku membutuhkan sebuah sumber daya yang sangat sulit ditemukan, jika kalian bisa membantuku untuk menemukannya mungkin kerjasama ini bisa kita lakukan" Ujar Leo.
"Sumber daya apa yang Tuan butuhkan, jika kami memang memilikinya maka dengan segera kami akan memberikannya pada anda" Ujar Tiffany.
"Bunga Sutra Tujuh Untaian" Ujar Leo.
…..
Suasana riuh terjadi di tempat pelelangan saat ini, tempat pelelangan terdiri dari dua lantai, lantai pertama adalah lantai dasar yang diperuntukan bagi orang orang biasa yang ingin melihat maupun membeli beberapa barang dari pelelangan, sementara itu ada juga lantai dua yang di khususkan untuk tamu tamu VIP maupun tamu kehormatan. Hanya beberapa orang duduk di ruang khusus yang dinamakan sebagai Ruang VIP, di antaranya adalah Leo.
10 juta rupiah untuk satu pil, yang mana jika semua pil kecantikan itu laku terjual maka Leo akan mendapatkan uang lebih besar dari 200 juta rupiah, itu pun masih bisa terus bertambah karena apa yang dikatakan oleh Tiffany merupakan harga paling rendah yang dia pikirkan.
Tiffany juga mengatakan bahwa dalam pelelangan kali ini terdapat sumber daya yang sedang dicari oleh Leo yaitu, Bunga Sutra Tujuh Untaian.
Tiffany mengatakan bahwa bunga itu dijual oleh seorang Hunter yang tidak ingin disebutkan namanya bersama dengan beberapa barang lainnya, Tiffany juga menjelaskan pada Leo bahwa harga Bunga Sutra Tujuh Untaian setidaknya mencapai 4 juta rupiah.
__ADS_1
Leo bisa membeli apapun dalam pelelangan ini asalkan harga yang Leo tawar untuk barang-barang yang akan dibeli tidak melebihi 180 juta rupiah.
Uang sebanyak itu adalah aset yang Leo dapatkan dari pil kecantikan yang dia lelang.
Tiffany juga menjelaskan kepada Leo mengenai aturan tempat pelelangan itu, yakni tempat pelelangan akan mengambil 10% keuntungan yang didapatkan dari lelang.
Meskipun tidak banyak tapi jika barang yang dijual dalam pelelangan minimal memiliki nilai sebesar 1 juta rupiah, maka keuntungan yang mereka dapatkan sangat besar jika barang barang yang dilelang laku keras.
Setidaknya dalam 1 hari tempat pelelangan itu bisa menghasilkan omset bersih mencapai 100 juta rupiah, sedikit memang, tapi keuntungan itu adalah keuntungan bersih yang mereka dapatkan dalam waktu satu hari.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pelelangan dimulai, pertama-tama yang mereka lakukan adalah memberikan kata sambutan yang mana kata-kata sambutan yang disampaikan memakan waktu tiga puluh menit dan membuat beberapa orang merasa mengantuk.
Bahkan sebelum pelelangan dimulai ada beberapa peserta lelang yang tertidur pulas karena mendengarkan kata-kata sambutan yang tiada habisnya.
Hingga ketika barang pertama dibawa masuk ke atas panggung, suara riuh penonton segera memenuhi tempat itu, barang pertama yang dilelang adalah sebuah ponsel yang sudah diperbaiki dan mampu digunakan ketika semua teknologi tidak berfungsi.
Sebuah ponsel yang memiliki kekuatan melebihi sebuah karang, bahkan jika dihantam oleh palu maupun martil, ponsel itu akan baik-baik saja karena bahan dasarnya saja terbuat dari material terkuat di muka bumi.
Apalagi kalau bukan Nokia, ya ponsel yang dilelang adalah ponsel Nokia yang akhirnya terjual dengan harga 20 juta rupiah.
__ADS_1
Bahkan ponsel itu sempat menjadi rebutan beberapa orang di kamar Vip tapi akhirnya ponsel itu jatuh ke tangan salah satu konglomerat di kota Lamongan yang tidak mendapatkan kamar Vip dan harus berada di kerumunan banyak orang.
"Orang orang kaya ini aneh, mereka membeli ponsel dengan harga selangit tapi tidak bisa digunakan untuk menghubungi orang" Guman Leo ketika dia melihat ponsel seharga 20 juta turun dari atas panggung pelelangan.