
"Apakah tempat ini benar benar kota Lamongan"
"Aku juga tidak tahu, tempat ini dipenuhi oleh kekacauan dimana mana dan dari kabar terakhir yang dikatakan oleh anak itu, dia memang berada di kota ini dan meminta kita untuk datang membantu"
"Aku juga bisa merasakan kekuatan anak itu di tempat ini, tapi sepertinya ada yang salah dengan kekuatan yang dia miliki"
"Bunda benar, kekuatan yang aku rasakan dari aura yang ditinggalkan oleh anak itu beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, seolah dia sudah menginjak tingkatan yang lebih tinggi dibanding dengan sebelumnya"
Saat ini Jaya, Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul sudah tiba di kota Lamongan, mereka tiba bersama dengan dua belas Saint Suci yang mereka kumpulkan dari kerajaan Laut selatan dan kerajaan ular milik Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong.
Memang kekuatan sebesar itu bisa dikatakan sebagai sebuah kekuatan yang mendominasi di beberapa tempat tapi untuk bisa terlihat oleh manusia, mahluk gaib harus merelakan kekuatan Mereka yang akan berkurang ketika bertarung.
Begitu mereka tiba di kota Lamongan, mereka melihat pertempuran terjadi di mana mana dan kepulan asap hitam membumbung tinggi ke atas langit.
Entah sudah berapa banyak korban jiwa dari kekacauan di kota itu tapi mereka bisa memastikan jumlah dari korban jiwa saat ini sangat banyak karena orang orang yang diungsikan sekalipun mendapatkan beberapa luka di tubuh mereka.
Bukan hanya kekacauan yang membuat ketiganya keheranan tapi aura Leo yang mereka rasa lebih kuat dibandingkan dengan pertemuan terakhir mereka.
"Kalian lihat di sana, sepertinya ada pertarungan yang sangat hebat di tempat itu dilihat dari udara dan awan hitam yang berkumpul di atas langit" Jaya menunjuk ke arah stadion dan memang di atas stadion dan area sekitarnya saat ini diselimuti oleh awan hitam serta petir dan api yang terlihat sesekali keluar dari awan.
"Blorong dan kau orang aneh, kalian pergi ke sana sementara aku akan berusaha meredakan kekacauan di tempat ini, lagipula aku memiliki seorang kenalan lama" Ujar Nyi Roro Kidul kemudian dia melesak bersama dengan para Saint yang mereka bawa sebelumnya.
Setelah kepergian Nyi Roro Kidul, baik Nyi Blorong maupun Jaya saling bertatapan sejenak sebelum keduanya bergerak dengan seluruh kecepatan yang mereka miliki menuju ke arah stadion tempat kompetisi diadakan sebelumnya.
……
__ADS_1
"Katakan apa yang kalian rencanakan atau aku benar benar akan menghancurkanmu!" Teriak Leo dengan lantang dengan mata melotot menatap ke arah Kaisar Darah yang saat ini disetrum oleh kurungan petir yang dibuat oleh Leo.
Teriakan kesakitan terus keluar dari mulut Kaisar Darah tapi Leo tidak bergeming dan terus memperkuat tegangan dari petir yang dikendalikan membuat semakin lama Kaisar darah bungkam dan tidak mau menjawab maka semakin lama juga rasa sakit yang akan diterima.
Kaisar Darah menatap ke arah Leo sambil menggigit bibir bagian bawahnya agar dia tidak kehilangan kesadaran karena jika sampai dia kehilangan kesadaran maka dia hanya akan mati.
Sebisa mungkin Kaisar Darah menyalurkan kekuatan spiritual untuk melindungi dirinya tapi setiap kali pelindung yang dia ciptakan terbentuk, saat itu juga dia kehilangan kendali atas kekuatan yang dikendalikan karena rasa sakit yang dia terima.
"Sial, tidak ada pilihan lain selain ini dan aku harus melakukannya!" ujar Kaisar darah kemudian dengan seluruh usaha, dia mengeluarkan senjata spiritualnya dari dadanya.
Setelah senjata spiritual itu keluar, Kaisar Darah memegang gagang pedang merah yang saat ini ada di hadapannya dengan kedua tangannya dan dengan cepat dia menghujamkan pedang itu ke arah jantungnya.
Dengan serangan itu, kaisar Darah benar benar tewas dan Leo tidak mendapatkan informasi apapun mengenai rahasia yang selama ini disembunyikan oleh Organisasi Kegelapan dan rencana mereka menyerang tempat kompetisi.
"Leo, ada dua orang menuju ke arahmu"
"Aku tahu, lagipula mereka bukan musuh, jadi bagaimana dengan kapal jelajah angkasa yang kau maksud, berapa jarak mereka dari sini dan kapan perkiraan waktu mereka sampai?"
"Aku tidak bisa memperkirakan waktu kedatangannya tapi saat ini kapal itu cukup dekat dengan kota Lamongan, kau harus bersiap siap karena kekuatan dari kapal jelajah angkasa lebih besar dari sekutu yang kau miliki saat ini"
"Kau dimana sekarang?"
"Aku berada di dasar arena kompetisi ini, aku peringatkan, kau jangan melakukan hal yang bodoh, aku memang bisa membantumu tapi jika kau sampai.."
"Sudah sudah, aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan"
__ADS_1
Setelah melakukan percakapan ringan dengan Gelang Proses Langit, Leo kemudian masuk ke dalam arekana kompetisi untuk menyingkirkannya salah yang mungkin mengganggu kedepannya.
Sebelum kapal jelajah angkasa milik Orbion datang ke arena kompetisi, Leo setidaknya bisa mengurangi beberapa orang yang mungkin akan merepotkan yakni anggota dari Organisasi Kegelapan.
Jika mereka masih membuat banyak kekacauan di arena kompetisi maka semakin banyak korban yang jatuh dan semakin sulit bagi Leo dan semua Hunter untuk memblokir serangan yang dilakukan oleh Orbion.
Apa yang dijelaskan oleh Gelang Poros Langit masih terngiang ngiang di dalam kepala Leo mengenai kapal jelajah angkasa yang membuat kekacauan di berbagai tempat dan Hunter yang mencoba menahan kapal jelajah angkasa berakhir tragis.
….
Di dalam kapal jelajah angkasa, terlihat Satria dengan tangan kiri yang terputus dari tempatnya dengan bekas pakaian yang ditutupi oleh noda darah yang kering meringkuk di dalam sel.
Meskipun Satria memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu menggoncangkan langit dan bumi, tapi di dalam kurungan itu dia benar benar tidak bisa melakukan apapun, ada sebuah teknologi yang sangat aneh yang digunakan sebagai bahan pembuatan kurungan itu yang mana kurungan itu akan menangkal kekuatan spiritual yang berkumpul.
Dalam artian lain, Satria tidak bisa melakukan apapun atau mengeluarkan kekuatannya di dalam kurungan itu.
"Apa yang ingin aku lindungi selama ini benar benar telah hilang" Satria menundukkan kepalanya, terlihat ekspresi dari raut wajah Satria yang tampak lesu karena berhari hari tidak mendapatkan makanan.
Selain itu Satria juga merasa gagal menjaga bumi karena sebagai salah satu Hunter terkuat yang dikenal oleh dunia, dia malah jatuh ke tangan Orbion dan membuat kondisi tubuhnya seperti ini.
"Fitri, aku hanya bisa berharap kau dan seluruh aliran legendaris bisa menangani semua ini" Batin Satria, pria itu perlahan lahan mulai menutup matanya dan terdengar suara seorang pemuda yang mencoba membuat Satria bertahan dari siksaan yang dia terima.
Suara itu adalah suara Fiki yang dikurung tak jauh dari kurungan Satria, selama beberapa hari ini Fiki sudah cukup dekat dengan Satria dan dia tahu bahwa Satria adalah ayah Leo, dia tidak ingin ayah sahabatnya mengalami nasib yang begitu buruk tapi dia benar benar tidak bisa menghentikan takdir.
Satria benar benar jatuh tak sadarkan diri di dalam kurungan.
__ADS_1