
"Kalian semua benar benar tidak bisa dimaafkan" Leo menundukkan kepalanya diikuti oleh aura membunuh yang sangat kuat keluar dari tubuhnya bersamaan dengan itu tombak Guntur yang ada di tangan Leo memancarkan kekuatan yang sangat dahsyat dan petir petir menyambar ke berbagai arah di seluruh penjuru langit.
Siapapun yang berada di dekat Leo bisa merasakan seluruh bulu kuduk mereka berdiri dan langit yang memang sebelumnya gelap kini tampak semakin gelap dengan beberapa kilatan petir yang menyerupai sosok seekor naga.
Dalam sekejap mata Leo telah berpindah tepat di belakang Orbion yang memegangi kurungan dan ketika Leo tiba di belakangnya, Orbion itu refleks melepaskan kedua kurungan yang ada di tangannya dan mengeluarkan sebuah senjata yang terpasang di pinggangnya.
Sebilah pedang yang memiliki kekuatan tidak terbatas muncul dan dengan pedang itu, Orbion itu mengarahkan tebasan mematikan ke arah Leo.
Leo juga tidak ingin kalah, dengan tombak Guntur di tangannya, ia menahan tebasan pedang yang dilakukan Orbion di depannya sehingga membuat bunga petir mekar di atas langit dan menghancurkan apapun yang ada di dekatnya.
Orbion yang lain buru buru menyambar kurungan yang mengurung Satria dan Fiki lantas membawa keduanya menjauh karena dampak serangan yang terjadi antara keduanya tidak bisa dianggap remeh.
Akan tetapi salah satu petir menyambar ke arah kurungan Satria yang mana karena petir itu terlalu kuat, Orbion yang memegangi kurungan Satria menjatuhkannya ke tanah.
"Sial, dia jatuh" Ujar Orbion yang menyambar kurungan itu, dia berniat mengambilnya tapi ditahan oleh Orbion yang tampak seperti pemimpin di antara mereka semua.
"Kila lihat dulu pertarungan ini, aku ingin mengukur sejauh apa kita bisa berkembang lagipula orang itu sudah tidak berguna" Ujar Orbion itu sambil tersenyum sinis menatap ke arah Leo.
Ditempat lain saat ini Leo saling bertukar tatapan satu sama lain dengan Orbion yang dia hadapi, tatapan yang dipenuhi kebencian terlihat jelas di wajah keduanya dengan amarah yang terlihat dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Menarik, jadi ada manusia yang memiliki kekuatan sama seperti monster itu, menarik sekali!" Ujar Orbion yang dihadapi oleh Leo dengan senyuman tipis menatap ke arah Leo.
"Diam dan jaga mulutmu atau aku akan merobeknya" Ujar Leo, setelah mengatakan hal itu Leo semakin mendorong pedang yang menghantam tombak Guntur miliknya.
Tapi Orbion yang dihadapi oleh Leo juga bukan Orbion yang lemah, dia juga mendorong pedang yang ia gunakan ke arah Leo hingga kejadian berikutnya benar benar membuat Leo tidak bisa menutup matanya.
Leo bisa melihat tombak Guntur miliknya terdapat beberapa retakan serta bilah pedang yang digunakan oleh Orbion di depannya menunjukkan cahaya emas yang mana dengan cahaya itu pedang yang digunakan oleh Orbion seolah semakin tajam dibandingkan dengan sebelumnya.
Benar saja, beberapa saat kemudian apa yang ditakutkan oleh Leo terjadi, pedang yang digunakan Orbion telah mematahkan tombak Guntur miliknya menjadi dua bagian.
Bukan hanya tombak Guntur yang patah, energi besar yang ada pada pedang yang digunakan oleh Orbion benar benar tidak terduga dan karenanya Leo harus terhempas sangat jauh dan menghancurkan daratan sejauh beberapa ratus meter.
Wush…sesaat setelah Leo mengatakan hal itu, Orbion lainnya telah berdiri di belakang Leo, di kedua tangannya terdapat sarung tinju yang terbuat dari besi dengan duri duri tajam yang menghiasinya dan salah satu tangan Orbion itu telah diarahkan tepat ke wajah Leo hingga ketika Leo menoleh ke belakang, sebuah pukulan mendarat keras di wajahnya membuat Leo sekali lagi terlempar sangat jauh menabrak arena kompetisi, bahkan pada arena kompetisi terdapat lubang yang sangat besar bekas tabrakan yang Leo hasilkan.
"Leo, kakak" Semua orang yang melihat Leo terlempar sangat terkejut dengan apa yang terjadi, mereka semua tahu Leo telah bertambah kuat tapi untuk dikalahkan seperti sekarang, sepertinya musuh yang dihadapi oleh Leo saat ini benar benar tidak bisa diremehkan.
"Leo, kau baik baik saja?" jaya datang menghampiri Leo bersama dengan Nyi Blorong, mereka benar benar tidak tahu apa yang harus mereka katakan saat ini, mereka sangat panik tapi tidak bisa menggambarkan kepanikan mereka karena musuh yang akan mereka hadapi lebih kuat dibandingkan dengan apa yang mereka pikirkan.
"Aku baik baik saja!" ujar Leo, meskipun Leo berusaha bangkit tapi dia bisa merasakan bahwa kepalanya benar benar pusing dan pandangannya berubah menjadi berkubang kunang.
__ADS_1
Pukulan keras itu membuat wajah Leo bengkak hingga sulit untuk dikenali.
"Sebenarnya senjata apa yang digunakan oleh para Orbion ini bahkan mampu melukaimu sampai seperti ini?" Jaya menatap luka yang ada di wajah Leo dan dia yakin senjata yang bisa membuat seorang saint mengalami luka yang sangat serius bukanlah senjata spiritual biasa.
"Kalian ingin tahu bahan apa yang kami gunakan untuk membuat senjata spiritual kami? Kami tidak akan ragu memberitahu kalian semua, senjata spiritual yang kami buat berasal dari bahan baku partikel tuhan'" Ujar salah satu Orbion.
Jaya dan yang lainnya nampak kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Orbion yang ada di hadapan mereka saat ini tapi Leo tidak, dia tahu persis apa itu partikel tuhan karena dia pernah melihatnya di dalam ingatan yang muncul di dalam kepalanya mengenai peradaban kuno.
…..
Milyaran tahun yang lalu di sebuah peperangan.
Pedang dan tombak telah dilapisi oleh kekuatan maha dahsyat yang mampu membelah bulan dengan satu kali tebasan, kekuatan maha dahsyat ini dikenal dengan nama partikel tuhan, akan tetapi partikel tuhan bukanlah sesuatu yang langka dan sulit ditemukan di dunia Immortal Partikel tuhan telah lama melekat di dalam tubuh seorang kultivator.
Salah satunya adalah ketika pertempuran besar terjadi di seluruh dunia, tidak terhitung berapa banyak kematian dan korban jiwa dalam perang yang terjadi antara para dewa tapi yang jelas, ketika mereka terluka darah mereka bukan berwarna merah layaknya manusia melainkan berwarna emas yang menandakan keabadian mereka.
Darah berwarna emas seolah adalah darah yang paling indah di dunia karena dari banyaknya darah yang mengalir di Medan, perang, darah emas adalah sesuatu yang mendominasi seluruh dunia dalam artian yang berbeda.
Tapi bukan keabadian itu yang kita bahas melainkan darah yang keluar dari tubuh para dewa yang mengendap, darah ini dikenal sebagai partikel tuhan dan kekuatannya sangat besar mengikuti pemilik darah sebelumnya.
__ADS_1