ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Memurnikan Senjata Spiritual


__ADS_3

Leo menjelaskan bahwa jurus yang dia dapatkan berasal dari ayahnya, Jika benar bahwa Ratu Laut Selatan ingin mendapatkan jurus yang kekuatannya sama dengan jurus yang dimiliki oleh Leo saat ini, Leo menyarankan pada Ratu Laut selatan untuk mencarinya di benda benda peninggalan dari peradaban kuno.


1 hari telah berlalu, Leo saat ini sudah berada di sebuah ruangan yang mana memiliki temperatur suhu yang sangat panas dibandingkan dengan sekitarnya, bahkan Leo masih bisa berkeringat meskipun dia berada di dalam air akibat suhu panas itu.


"Dua senjata yang kau minta sebelumnya sudah kami siapkan, kau bisa melihatnya" Ujar salah satu penempa yang diminta untuk mengurus senjata yang diminta oleh Leo, penempa itu menunjukkan pada Leo sebuah busur panah dengan warna merah dan dua senapan dengan warna hitam yang nampak elegan.


"Bagus sekali, sesuai dengan apa yang aku inginkan" Ujar Leo sambil membolak balikkan kedua senjata itu sambil berdecak kagum karena baik kualitas maupun kekuatan yang dimiliki oleh kedua senjata itu bisa dikatakan lebih baik dari senjata manapun yang pernah Leo temui dan dengan cepat Leo menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya.


"Maaf tuan Leo, aku mendengar dari ratu bahwa anda juga bisa menurunkan senjata, bisakah kami melihatnya?" Tanya penempa yang menyerahkan senjata itu pada Leo.


"Aku tidak sehebat apa yang ratu kalian katakan, tapi karena kalian meminta kebetulan aku juga bisa mencoba memurnikan senjata spiritual milikku" Ujar Leo kemudian dia berjalan menuju ke arah sebuah tungku pembakaran yang mana suhu tungku itu kurang lebih dua ribu derajat Celcius.


Leo mendekatkan tangannya ke arah tempat pembakaran itu sebelum dia menganggukkan kepalanya kemudian dia menatap ke arah penempa yang ingin melihat teknik menempa Leo sebelumnya.


"Bisakah suhu tempat pembakaran ini dinaikkan?" Tanya Leo yang mana membuat penempa sebelumnya terkejut.


"Suhu tempat pembakaran itu sekitar dua ribu derajat Celcius dan itu adalah suhu maksimal yang bisa dihasilkan, sayangnya kami tidak bisa memenuhi apa yang tuan minta" Ujar penempa itu sambil menangkupkan tangannya karena dia tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh Leo.

__ADS_1


"Tidak masalah, mumpung aku ada disini mari kita mencoba ini!" ujar Leo kemudian dia mengeluarkan tombak Guntur miliknya dari dadanya yang mana ketika tombak Guntur di keluarkan, semua orang yang ada di sana bisa merasakan kekuatan besar memberikan mereka beban yang sangat berat.


Leo mengalirkan kekuatan spiritual miliknya dan seketika itu, tombak Guntur milik Leo segera di selimuti oleh kilatan kilatan petir yang mana setiap Sambaran petir itu akan masuk ke dalam tungku dan dalam waktu singkat tempat penempaan menjadi sangat panas.


Bahkan ketika berada di dekat Leo yang akan menempa senjata mereka sudah merasa kulit mereka seolah melepuh akibat suhu panas itu sehingga banyak penempa yang memilih pergi karena tidak kuat.


Akan tetapi penempa yang membuatkan senjata Leo sebelumnya nampak sangat takjub dengan apa yang dilakukan oleh Leo lakukan, penempa yang memiliki rupa  seekor hiu martil, kulit penempa itu memang memerah tapi tidak sampai melepuh karena karakteristik yang dimiliki oleh Hiu Martil sangat berbeda dari binatang lainnya.


Hiu martil bisa hidup di suhu panas yang sangat ekstrim sehingga apa yang dilakukan oleh Leo tidak begitu mengganggu baginya.


Meskipun Leo yang melakukan hal itu, tetapi dia masih merasa kulitnya terbakar oleh suhu panas itu, untuk mengurangi dampak dari hal itu, Leo mengalirkan sihir api ke seluruh tubuhnya.


Pedang berkarat itu memiliki kekuatan intimidasi yang tidak kalah mengerikan dibanding dengan tombak Guntur milik Leo, penempa yang menyaksikan hal itu meyakini bahwa senjata spiritual apapun yang berhasil diciptakan oleh Leo nantinya, pasti akan menjadi senjata spiritual terkuat di kelasnya.


"Usia memang bisa menipu, aku tidak berpikir bahwa orang seperti dia bisa memiliki kemampuan menempa seperti ini" Ujar Penempa itu sambil memandang ke arah Leo diikuti oleh senyuman tipis yang terlukis di wajahnya.


Setelah mengeluarkan pedang berkarat itu, Leo kemudian melemparkannya pada tempat pembakaran dan dia mengeluarkan satu sumber daya lainnya dari cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Bunga sutra tujuh untaian, bisa digunakan untuk membuat pil tapi kegunaan utamanya adalah merekonstruksi senjata dan memperbaikinya, meskipun demikian Bunga Sutra Tujuh Untaian juga dapat melakukan serangan balik jika tidak berhati hati dalam menggunakannya terlebih dengan benda yang mengandung begitu banyak aura kematian.


Ketika dua benda itu bertemu dalam satu tempat pembakaran, perlahan lahan cahaya yang sangat terang terpancar dari pedang berkarat milik Leo ketika cairan lelehan dari Bunga Sutra Tujuh Untaian menyentuh karatan pedang Leo.


Perlahan lahan karat pada pedang itu mulai berguguran sedikit demi sedikit dan semakin lama tekanan yang ada di ruangan itu semakin kuat bahkan membuat seluruh ruangan penempa bergetar.


"Sebenarnya senjata macam apa yang dibuat olehnya" Ujar Penempa yang mana tubuhnya saat ini juga ikut merasakan tekanan yang sangat besar dari arah Leo tapi dia bisa melihat Leo bersikap begitu tenang yang mana menandakan bahwa Leo sudah terikat dengan pedang itu.


…..


"Apa yang terjadi, Fenomena ini bahkan jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan kelahiran senjata spiritual dari esensi langit dan bumi, bagaimana itu mungkin?" Ratu Laut Selatan yang saat ini berada di singgasananya tidak bisa tenang karena seluruh istananya bergetar dengan sangat hebat.


Beberapa saat kemudian salah satu bawahan ratu laut Selatan memberikan laporan yang membuatnya sangat terkejut.


"Apa katamu, apakah mereka semua berniat untuk menyerang kerajaan Laut Selatan, siapkan semua pasukan dan hadang semua roh dan mahluk astral yang mendekat, jika mereka tidak ingin tunduk dan menyerah, maka mereka hanya bisa mati!" ujar Ratu Laut selatan sambil mengeluarkan tombak samudra miliknya kemudian berenang keluar dari istananya sementara orang yang memberinya laporang segera pergi untuk melaksanakan tugas yang diberikan padanya.


……

__ADS_1


"Proses terakhir dan yang paling penting!" ujar Leo kemudian dia mengumpulkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang cukup banyak di depan dadanya dan mengarahkan kekuatan spiritual itu pada pedang berkarat yang kini sudah nampak berkilau dan bersih kembali, ketika kekuatan spiritual Leo menyentuh pedang itu, pedang itu segera melesat dan berputar mengelilingi tubuh Leo yang mana setelah itu, suhu panas yang ada di sana berubah menjadi suhu yang begitu dingin.


"Pedang ini memiliki sihirnya sendiri?" ujar Leo yang mana dia sangat terkejut dengan pedang miliknya, tapi disisi lain dia sangat puas karena meskipun pedang miliknya memiliki sihir es, tapi dia bisa menggunakannya.


__ADS_2