
"Lepaskan aku atau aku akan bertindak kasar padamu, aku tahu kau adalah seorang wanita jadi aku tidak ingin menyakitimu"Ujar pemuda itu menatap tajam ke arah Dinda dan Dinda bisa merasakan aura spiritual yang melonjak dari tubuh pemuda itu.
"Dia adalah Hunter dan tingkatannya jauh lebih tinggi dariku" Guman Dinda kemudian dia mengalihkan perhatiannya ke arah anak kecil yang sebelumnya.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkannya membawa anak ini, aku tau dia bukan kerabatnya karena sikap kasar yang ditunjukkan oleh pemuda ini"Guman Dinda sebelum dia mendapatkan sebuah pukulan keras di perutnya membuatnya terlempar ke belakang dengan darah segar yang mengalir membasahi bibirnya.
Dinda benar benar tidak menyangka bahwa pemuda itu akan memukulnya hanya untuk mendapatkan anak itu dan itu membuat Dinda semakin yakin bahwa ada yang salah saat ini.
"Anak kecil sepertimu lebih baik jangan ikut campur urusanku!" ujar pemuda itu lantas seekor beruang muncul di belakangnya, bukan beruang sungguhan melainkan beruang yang tercipta dari kekuatan spiritual.
Beruang itu meraung dengan sangat keras membuat guncangan yang cukup hebat dan membuat debu debu berterbangan ke segala arah, akibat debu debu itu, Dinda harus menutup matanya tapi karena menutup matanya, Dinda menjadi lengah sehingga serangan berikutnya membuat Dinda terlempar mundur ke belakang dengan luka memar di lengan kanannya akibat menahan serangan yang begitu besar dari binatang spiritual beruang.
"Kekuatan orang ini tidak bisa diremehkan, bahkan kekuatan binatang spiritualnya juga berada jauh dari kata normal, aku harus serius!" Ujar Dinda kemudian merentangkan tangannya dan seketika seekor Garuda muncul d belakang punggungnya.
Kemunculan Garuda itu membuat beberapa puing bangunan yang ada di sekitar Dinda bergetar dengan sangat kuat dan tekanan yang dikeluarkan oleh garuda mampu menekan beruang milik lawannya hingga nampak beruang itu cukup kesulitan untuk bergerak.
"Hahahahah, bukan hanya anak ini yang akan aku dapatkan tapi aku juga mendapatkan jenius langka sepertimu, dengan serum penghilang ingatan maka kekuatan organisasi kegelapan pasti akan meningkat!" Ujar pemuda itu sambil tertawa terbahak bahak kemudian dia mengeluarkan sepasang sarung tangan layaknya lengan tinju.
__ADS_1
Sarung tangan itu adalah senjata spiritualnya, dengan sarung tangan itu bukan hanya serangan melainkan daya hancur dari setiap pukulan yang dikeluarkan oleh pemuda itu juga mengalami peningkatan yang tidak sedikit.
"Menyerahlah dan ikutlah bersamaku!" Pemuda itu memukulkan tangannya ke tanah yang mana karena pukulan itu tanah dan puing puing bangunan terangkat dan bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah Dinda.
Ledakan demi ledakan terlihat dengan sangat jelas di depan mata Dinda tapi dia tidak bisa memantulkan serangan itu karena banyaknya puing puing bangunan yang terlempar padanya.
"Guru pernah berkata bahwa organisasi kegelapan adalah kelompok yang harus dihindari, kekuatan mereka tidak bisa diremehkan dan setiap kedatangannya pasti akan membawa bencana yang lebih dan lebih besar lagi" Guman Dinda yang mana ketika dia berpikir seperti itu, dia terlihat bahwa kemunculan dari organisasi kegelapan ini sedikit aneh dimana mereka muncul setelah serangan para Orbion.
"Jangan jangan mereka adalah salah satu mata mata dari para Orbion di bumi!" Batin Dinda sambil menghindari setiap serangan yang mengarah padanya hingga beberapa saat kemudian tanpa Dinda sadari, pemuda itu telah muncul di depannya dengan sarung tinju yang dipenuhi oleh energi mengarah padanya.
"Pelindung Garuda!" Dinda berteriak dengan lantang di saat momen itu yang mana teriakan Dinda menciptakan sebuah dinding transparan yang terbuat dari kekuatan spiritual berwarna putih yang mengitari tubuhnya.
Karena itu meskipun dampak serangannya berkurang sangat banyak, Dinda masih terlempar jauh beberapa meter ke belakang akibat hempasan gelombang kejut dan begitupun sebaliknya, pemuda itu juga terlempar jauh ke belakang selama beberapa meter.
"Hahaha, menarik, hanya seorang anak kecil di tingkat kemurnian tubuh bintang sembilan mampu menahan serangan dari pembentukan inti bintang tiga, aku cukup kagum dengan kekuatan yang kau miliki" Ujar pemuda itu disertai gelak tawa.
"Jarak kekuatan kita terlalu lebar, jika dilanjutkan meskipun aku unggul dengan binatang spiritual tapi tetap tidak akan bisa mengimbangi kekuatannya" Ujar Dinda kemudian dia teringat apa yang pernah Leo sampaikan padanya sebelum dia pergi.
__ADS_1
"Gunakan itu, dengan itu kau bisa menembus tingkat pembentukan inti dengan mudah" Ujar Leo sambil memberikan sebuah botol berisi beberapa butir pil padanya.
Dinda merogoh sakunya untuk memeriksa pil.pemberian Leo dan meskipun botol kaca tempat pil itu sudah pecah, tetapi pil yang ada di dalamnya masih sangat baik dan bisa dikonsumsi.
"Sekarang atau tidak sama sekali" Ujar Dinda kemudian dia memasukkan pil itu ke dalam mulutnya yang mana ketika melakukan hal itu, tubuh Dinda layaknya pusaran energi lubang hitam yang menarik kekuatan spiritual dari berbagai arah.
Pergerakan kekuatan spiritual itu sangat cepat bahkan membuat pemuda yang berhadapan dengannya sangat terkejut tapi ketika dia melihat Dinda akan naik tingkat, nampak kesabarannya mulai habis dan dengan kekuatan yang berkumpul di sarung tinjunya, pemuda itu melompat ke arah Dinda sambil mengarahkan sarung tinjunya.
"Jika aku tidak mendapatkanmu, aku juga tidak akan membiarkanmu bertambah kuat dengan mudah!" ujar pemuda itu sambil mengarahkan tinjunya.
Bertepatan dengan kejadian itu, kilatan cahaya muncul layaknya sebuah lampu flash yang mana kilatan lampu itu mengandung kekuatan yang sangat besar.
Hanya dengan kilatan saja tubuh pemuda itu terlempar sangat jauh sehingga merusak jalanan menciptakan lubang parit yang cukup dalam.
"Siapa kau, berani beraninya menyerang aku diam diam, kalau berani tunjukkan dirimu, kita bertarung di sini!" Ujar pemuda itu sambil menolehkan kepalanya ke segala arah tapi setelahnya cahaya yang sama kembali muncul dan kali ini menghancurkan sarung tinju yang dipakai oleh pemuda itu.
"Kau ingin aku keluar bukan, kalau begitu hanya kali ini saja aku mengizinkanmu melihat wajahmu, setelah ini kau harus dihabisi" Ujar sebuah suara dan beberapa saat kemudian dari tiupan angin muncul seorang pria dengan kamera di tangan kanannya yang mana dari pancaran kekuatannya mampu membuat pemuda yang menyerang Dinda bergetar.
__ADS_1
"Ada yang tidak beres dengan orang ini, aku harus pergi" Ujar pemuda yang menyerang Dinda sebelumnya kemudian dia berbalik berniat untuk pergi tapi sebelum sempat meninggalkan tempat itu, sebuah tekanan yang sangat besar menekannya hingga membuatnya terjatuh dan menempel di tanah hingga melubangi aspal.
"Tingkat saint, siapa dia sebenarnya" Guman pemuda itu sambil merapatkan giginya.