
Kejadian Dibalik portal.
"Semua yang kita butuhkan telah terkumpul, dan juga tidak aku sangka, para manusia rendahan itu bisa mendapatkan sebuah tangkapan yang begitu besar" Ujar salah satu Orbion dimana di depannya saat ini terdapat tiga benda yang memancarkan aura kematian dan aura aneh yang mampu membuat siapapun yang berada di dekatnya bergetar ketakutan karena keberadaanya.
Sebuah mutiara berukuran cukup besar yang pernah muncul di pelelangan sebelumnya, bilah pedang raksasa yang sangat tebal yang memiliki berat ratusan kilogram serta panjang mencapai dua meter serta gagang pedang berukir seekor naga yang didapatkan dari kerajaan Siluman Ular, dan sebuah kurungan besi yang dialiri oleh energi misterius yang mana di dalam kurungan besi itu terdapat beberapa sosok kuat dari bangsa siluman serta Hunter terkuat yang ada di dunia yaitu Satria Wahyuda sang Saint suci.
Entah bagaimana Satria bisa ditangkap tapi saat ini tangan kanan Satria telah terpotong dan terlihat pakaian yang dikenakan oleh Satria terdapat beberapa bercak darah.
"Dendam nenek moyang selama milyaran tahun, akan kami balasan kepada para manusia ini ribuan kali lipat dari apa yang mereka berikan sebelumnya, dan lihat saja bagaimana kalian akan menderita karena mahluk yang kalian segel miliaran tahun lalu akan segara bangkit" Ujar salah satu Orbion diikuti tawa semua Orbion yang ada di sana.
……
Kekacauan yang terjadi akibat serangan para Orbion seolah membuka lembaran baru bagi Para Hunter untuk lebih aktif dalam memberantas kejahatan dan memperkuat pelatihan mereka demi menjaga kedamaian di seluruh dunia.
Tugas mereka adalah melindungi umat manusia dari kehancuran dan kepunahan, bahkan setelah serangan Orbion untuk kedua kalinya, kekuatan yang dimiliki oleh manusia jauh mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya.
Aliran Legendaris yang merupakan aliran terbesar dan terkuat di seluruh dunia saat ini telah memutuskan bahwa mereka akan turun untuk mengurangi dampak yang ditimbulkannya oleh para Orbion.
Penempa senjata banyak yang sibuk dengan banyaknya permintaan pembuatan senjata spiritual yang kuat, bahkan banyak kelompok besar di seluruh dunia mulai bergerak dengan menunjukkan kekuatan tersembunyi mereka.
Aliran bukan lagi sesuatu yang besar di era kekacauan yang semakin parah, banyak kekuatan tersembunyi yang menunjukkan kekuatan mereka ketika serangan Orbion terjadi untuk kedua kalinya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mencapai tingkat kelahiran.
__ADS_1
Era baru akan berubah dan kekuatan kekuatan baru mulai bermunculan, di puncak gunung berapi saat ini, gejolak lahar membentuk sebuah mata yang menyala begitu terang sebelum menghilang seolah di sana tidak ada apapun.
Meskipun demikian aura yang ada di puncak gunung berapi mulai berubah menjadi sangat mencekam membuat semua binatang berlarian ke berbagai tempat.
….
"Ugh...sepertinya aku terlalu banyak menghabiskan kekuatan spiritual? Untuk membangkitkan binatang spiritual itu" Ujar Leo bangkit dari tempat tidurnya sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Selain mendapatkan Ilham jurus yang menggunakan pedang sebagai mediasi serangannya serta teknik pertarungan tangan kosong yang sangat hebat, Leo juga mendapatkan dua jurus tombak serta jurus sihir api dan petir dari kubus misterius di dalam kepalanya yang mana Leo tahu bahwa jurus itu adalah jurus yang hebat.
bahkan ada satu jurus yang diberikan oleh Putri sebelumnya yang mana jurus itu keberadaanya menentang surga dan jika digunakan dengan tingkat pelatihan Leo saat ini, maka konsekuensi yang harus dia hadapi akan sangat serius.
"Lili, lepaskan, aku tidak bisa bernafas, jika kau memelukku dengan erat maka aku yang akan khawatir dengan kondisi tubuhku sendiri" Ujar Leo berusaha melepaskan diri dari Lili.
"Akhirnya kau bangun, sudah dua hari kau tidak sadarkan diri, membuat orang khawatir saja" Ujar Masamune yang mana dia datang bersama dengan Dinda.
"Dua hari, selama itu?" Leo tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar dan dengan cepat dia menolehkan kepalanya ke segala arah mencari keberadaan Nyi Blorong tapi dia tidak menemukan siluman ular itu dimanapun Leo menolehkan kepalanya.
"Jika kau mencari Nyi Blorong, dia sudah kembali menuju ke kerajaan Laut Selatan membawa anak itu dan ibunya, dia mengatakan bahwa anak itu memiliki darah khusus karena terlahir dari ibu yang memiliki darah siluman serta ayah seorang Manusia biasa, dia juga berjanji bahwa akan menjaga mereka dengan baik dan tidak akan mencari masalah denganmu lagi di kemudian hari" Ujar Dinda menjelaskan.
"Dia juga mengatakan, jika kakak perlu bantuan darinya kakak bisa memanggilnya kapan saja, ini adalah token yang dia berikan, dia mengatakan jika kakak menghancurkannya maka dia akan segera menemui kakak, oh iya, dia juga memberikan batu batu aneh ini pada kita, entah apa kegunaannya?" Ujar Lili sambil menunjukkan sebuah token giok berbentuk ular dan setumpuk Spirit Stone pada Leo yang mana membuat Leo tersedak nafasnya sendiri menyaksikan Spirit Stone sebanyak itu.
__ADS_1
"Akhem, kenapa dia tiba tiba bersikap baik pada kita, mungkinkah dia memiliki niatan tersembunyi?" Ujar Leo yang mana membuat Lili, Masamune dan Dinda tersenyum dengan canggung setelah mendengar jawaban Leo.
"Bagaimana dia tidak berubah sikap setelah melihatmu? kau menunjukkan sebuah naga di depannya dan semuanya tahu bahwa Nyi Blorong adalah penyembah ular, entitas naga adalah wujud paling tinggi dari Ular dan dia sudah menganggap mu sebagai dewa" Batin Dinda menatap ke arah Leo.
Tidak ada yang berniat memberitahu Leo mengenai Hal itu, mereka memilih untuk mengalihkan pembicaraan.
"Yah mungkin dia tidak benar benar tidak ingin membunuh kita, mungkin dia hanya ingin mengetes kekuatan yang kita miliki" Ujar Masamune membuat Leo mengangguk anggukkan kepalanya.
"Apakah kakak baik baik saja? Jika kakak baik baik saja kita bisa memulai perjalanan menuju ke kota Lamongan" Ujar Lili.
"Aku baik baik saja, kita lanjutkan petualangan kita sebagai satu kelompok" Ujar Leo diikuti anggukan kepala semua orang.
……
Sementara itu di Aliran Legendaris.
"Misari, sepertinya aku merasakan ada gejolak energi yang sangat kuat di kota Lamongan, kau pergilah ke sana dan mulailah petualanganmu, guru masih memiliki sesuatu yang harus dilakukan" Ujar Ibu Leo menatap ke arah Lili yang saat ini membungkuk di depannya.
"Guru, semua yang guru berikan tidak akan pernah murid lupakan, aku berjanji pada guru, tidak akan ada kejahatan yang bisa lepas di depan mataku" Ujar Misari dengan tatapan penuh percaya diri.
Dia sangat yakin dengan kekuatannya saat ini, dia percaya bahkan Leo sekalipun akan kesulitan untuk bisa mengimbanginya.
__ADS_1