ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Leo Melawan Rui (Bag 2)


__ADS_3

"Kalian benar benar sampah, sampah yang tidak berguna!" Ujar Rui menghardik Leo tapi tidak dipedulikan oleh Leo, Leo berjalan menghampiri ponsel yang dijatuhkan oleh Rui sebelumnya dan memungut ponsel itu sambil memperhatikannya lebih cermat.


Bukan hanya Leo, Dinda dan Masamune juga memperhatikan ponsel itu lebih dalam karena mereka belum pernah melihat ada teknologi yang begitu canggih dapat digunakan di era saat ini.


"Kalian, menjauh dari ponsel milikku!" ujar Rui melompat dengan tombaknya menuju ke arah Leo dan yang lainnya ketika mereka sedang sibuk memperhatikan ponsel miliknya.


Melihat hal itu, Leo mengeluarkan tombak guntur miliknya dan mengalikan sihir petir ke dalamnya hingga tampak kilatan kilatan listrik muncul di tombak milik Leo.


"Tombak Langit, Serbuan Guntur" Ujar Leo menusukkan tombaknya ke arah Rui yang mana ketika melakukan hal itu, suara ledakan Guntur terdengar dan Rui terdorong mundur sejauh beberapa meter ke belakang. 


"Ronny, sebenarnya siapa anak ini? Kekuatannya benar benar mengerikan di usianya yang begitu muda, dan jurus jurus itu, bagaimana dia bisa menguasai banyak jurus dan sihir di usia semuda ini?" Tanya Trio sambil menunjuk ke arah Leo.


Dia tidak bisa dibandingkan dengan Leo, meskipun ia akui bahwa dari peringkat kekuatan keseluruhan di kota Lamongan dia merupakan peringkat 2 Hunter dengan pelatihan terkuat, tapi dia belum tentu bisa mengalahkan Rui sedangkan Leo dengan mudahnya menjatuhkanku wanita paruh baya itu dengan serangannya.


"Dia bernama Leo Wahyuda murid dari akademi Naga Timur, tidak aku sangka bahwa pelatihannya selama satu tahun di luar bisa membuatnya berkembang sejauh ini" Ujar Ronny yang mana mengejutkan Trio, Danu, Youm, dan Wiwik Tak terkecuali Rui.


Putri sendiri sudah mengetahui mengenai Leo sebelumnya dan bakat apa yang dia miliki tapi dia tidak pernah berpikir perkembangan yang bisa dicapai oleh Leo sampai sejauh ini bahkan kekuatan tempurnya bisa mengimbangi Rui yang menduduki peringkat pertama dari daftar peringkat di seluruh kota Lamongan.


"Siapa guru anak ini? Bagaimana dia bisa membuat anak ini menjadi begitu hebat?" ujar Youm menatap ke arah Ronny membuat Ronny menghela nafas panjang.


"Gurunya bernama Ryan, sebelumnya aku berniat menjadikan Leo sebagai muridnya tapi sepertinya berguru pada Ryan adalah pilihan yang terbaik, aku tidak akan bisa membuatnya mencapai kekuatan ini dalam waktu yang begitu singkat" Ujar Ronny sambil menghela nafas panjang.


Setelah mengamati ponsel milik Rui selama beberapa saat baik Leo, Dinda dan Masamune sepakan akan satu hal.

__ADS_1


Ketiganya berjalan menuju ke arah Rui yang meringkuk di tanah dengan beberapa petir yang mengalir di tubuhnya.


Leo mengarahkan tombak Guntur miliknya ke leher wanita paruh baya itu yang membuat semua orang yang ada di sana panik.


"Leo, apa yang kau lakukan, meskipun dia menyinggungmu tapi kau tidak boleh menghabisinya! Bagaimanapun dia adalah Hunter terkuat di kota Lamongan" Ujar Wiwik berusaha menghentikan Leo tapi tidak didengarkan oleh pemuda itu.


"Ronny, lakukan sesuatu atau anak itu benar benar akan membunuh wanita tua itu!" ujar Wiwik menatap ke arah Ronny, meskipun dia tidak menyukai Rui karena sikap angkuhnya, tapi jika Rui sampai terbunuh maka kekuatan para Hunter di kota Lamongan akan menurun dengan drastis.


 "Leo, maafkan dia, meskipun dia sudah menyinggungmu, jika kau membunuhnya maka kota Lamongan akan kehilangan kekuatan utamanya" Ujar Ronny berusaha menghentikan Leo.


"Kak Ronny, apakah maksud kak Ronny kakak ingin melindungi penghianat ini?" Tanya Leo sambil menatap ke arah Ronny yang mana kalimat dari Leo mengejutkan semua orang yang ada di sana.


"Bohong, mana mungkin aku berkhianat, memang siapa yang aku khianati? Yang ada aku yang dikhianati karena aku adalah orang yang paling kuat" Ujar Rui menggeleng gelengkan kepalanya dengan panik.


"Jika nasib kota ini berada di tangannya, takutnya ketika serangan Orbion selanjutnya akan membuat kita Lamongan menjadi kota pertama yang diselimuti oleh api kehancuran!" ujar Leo menatap ke arah Wiwik.


"Tapi tetap…"


"Leo mundur!" teriak Dinda ketika Wiwik berniat bernegosiasi dengan Leo sebelum sebuah ledakan yang sangat keras melemparkan Leo ke belakang meninggalkan bekas luka di lengan kirinya.


"Rui, apa yang kau lakukan?"Teriak Wiwik berusaha menghentikan Rui yang sudah bangkit dan mulai menggila menghadapi Leo.


Rui bahkan tidak memberikan kesempatan pada Leo untuk membalas setiap serangan yang dilancarkan olehnya dan saat ini Leo dipaksa bertahan dengan luka yang terbuka di lengan kirinya.

__ADS_1


"Tentu saja membunuhnya, dia sudah membunuh keponakanku dan memfitnahku di depan kalian semua, orang sepertinya hanya akan menjadi masalah jika dibiarkan hidup!" Ujar Rui sambil mengayunkan tombaknya ke arah Leo.


Beruntung Leo masih sempat menunduk jika tidak, tombak itu akan memenggal kepalanya dan memisahkannya dari tubuhnya.


"Dia masih anak anak, apakah perlu sampai seperti ini?" Guman Trio menatap ke arah pertarungan keduanya yang berlangsung begitu sengit.


"Tidak aku sangka kau menunjukkan topeng aslimu, kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk membunuhmu" Ujar Leo melompat mundur sejauh mungkin dari Rui.


"Hanya semut kecil yang suka berbicara omong kosong, kau ingin membunuhku dengan kekuatanmu? Mimpi!" Rui memutar mutar tombaknya yang mana ketika melakukan hal itu terdapat tiga bayangan tombak yang berputar mengelilinginya.


Kekuatan spiritual dalam jumlah yang cukup besar seolah dituangkan dalam serangan yang dilancarkan oleh Rui kali ini membuat udara bergetar dengan sangat hebat.


"Matilah! Tiga tombak pemecah awan!" Rui memajukan tombaknya membuat ketika tombak yang dia ciptakan melesat ke arah Leo, kecepatan tombak itu begitu cepat membuat semua terbelalak tak percaya.


Serangan itu bahkan bisa menembus jarak dua ratus kilometer hanya dalam satu jam, jika menghantam seseorang, sudah bisa dipastikan bahwa orang itu akan terbunuh seketika.


"Seni Beladiri Naga, Sisik Naga Baja" Leo mengarahkan kedua tangannya ke depan dan membentuk susunan perisai pelindung yang mana ketika tombak tombak yang ditembakkan oleh Rui membentuknya, ledakan angin yang begitu luar biasa menerbangkan apapun yang ada di sekitarnya.


Bahkan Leo dibuat mundur beberapa langkah ke belakang dengan luka dalam yang cukup serius.


"Tidak mungkin, dia bisa menahan seranganku? Bahkan Hunter yang berada di tingkat Perombakan tulang bintang 9 akan kesulitan menghadapi serangan itu" Guman Rui menatap ke arah Leo yang saat ini memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Anak ini benar benar sebuah kutukan, aku harus menghabisinya!" ujar Rui kembali menyiapkan serangan sebelumnya yang mana membuat Ronny dan Putri yang menyaksikan kondisi Leo dibuat tidak tahan dan segera melompat menuju ke arah Leo dengan senjata spiritual masing masing.

__ADS_1


__ADS_2