ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Terserap Kedalam Pedang Berkarat


__ADS_3

"Hai kak! lebih baik berhati hati menggunakan senjata ini, kepalaku bisa benjol jika dihantam dengan ini" Ujar Leo sambil menghindari hantaman senjata milik Rion sambil menunjuk ke arah tongkat pemukul itu.


"Anak kecil, jangan menceramahiku!"Ujar Rion dan ketika tongkat pemukul itu berada tepat di atas kepala Leo, dengan cepat Rion mengubah arah serangannya hingga tongkat itu melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Leo.


"Gawat!" Leo sangat terkejut ketika dia melihat hal itu, buru buru ia mengalirkan kekuatan spiritualnya ke kedua kakinya dan dengan cepat melompat ke atas dan berputar di udara.


"Langkah awan!" Ujar Leo yang mana hal itu membuat orang yang menyerangnya terkejut, dia mungkin masih bisa berpikir jika Leo menghindari serangannya mungkin karena Leo belajar beladiri sejak kecil, tapi untuk mengeluarkan jurus, di usia yang begitu muda, hal itu membuat Rion sangat terkejut.


"Apa apaan!"Ujar Rion sebelum sebuah tendangan keras mendarat tepat di wajahnya hingga membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang.


Pada wajah pria itu terdapat bekas sepatu Leo yang membekas akibat pertempuran itu.


"Bos!" ujar berandalan lainnya menghampiri Rion dan berusaha membantunya untuk bangkit tapi niat baik mereka semua ditolak mentah mentah oleh Rion.


"Kalian semua tidak berguna, hajar dia jangan beri ampun!" Ujar Rion diikuti oleh anggukan kepala para berandalan yang menyebut diri mereka sebagai geng sungai itu, dengan seluruh keberanian yang mereka kumpulkan, mereka berlari dengan senjata masing masing yang akan mereka gunakan untuk menghajar Leo.


Bukan, lebih tepatnya akan Leo gunakan untuk menghajar mereka kembali.


Tangan kanan Leo menarik salah satu tongkat pemukul yang terbuat dari kayu dari salah satu berandalan membuat berandalan itu tertarik ke arahnya, tidak menyia nyiakan kesempatan, Leo mengalirkan kekuatan spiritual ke tangan kanannya dan seketika tangan kanan Leo diselimuti oleh api dan ketika tangan itu menghantam tubuh berandalan yang tertarik ke arahnya, seketika pakaian berandalan itu terbakar dan hanya menyisakan kulitnya yang sedikit melepuh akibat pukulan keras Leo.

__ADS_1


Bukan hanya kulitnya yang melepuh, bahkan karena pukulan keras itu, berandalan yang beruntung mendapatkan bogem mentah Leo berakhir jatuh tak sadarkan diri.


"Baiklah, siapa selanjutnya" Ujar Leo sambil membersihkan tangan kanannya bekas dia memukul berandalan itu hingga jatuh tak sadarkan diri.


Sementara itu, Rion hanya bisa meneteskan keringat dingin menatap ke arah Leo, di usia yang begitu muda memiliki kekuatan yang sangat besar, jurus yang hebat dan juga serangan sihir, sepertinya yang dia hadapi kali ini benar benar orang yang disebut sebut sebagai seorang jenius oleh banyak orang.


"Kalau memang jenius kenapa, aku masih memiliki binatang Spiritual" Ujar Rion kemudian seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura berwarna ungu.  Bersamaan dengan itu seekor ular sanca kembang muncul di belakang tubuhnya sambil menjulurkan lidahnya seolah Leo adalah mangsa baginya.


"Lili" Ujar Leo yang mana setelah dia meneriakkan nama gadis hantu itu, seketika Lili melesat menuju ke arah Rion, dengan kekuatannya yang sangat besar, Lili merasuki tubuh Rion yang mana membuat tubuh orang itu melayang layang di udara secara ajaib.


"bos bos, apa yang terjadi!" Ujar para berandalan lainnya sambil menatap ke arah Rion yang berada di udara, sambil berusaha membuatnya turun.


"Sialan, anak kecil apa yang kau lakukan padaku!" Ujar Rion kemudian dengan keadaan yang demikian, bos dari para berandalan itu melayangkan sebuah pukulan keras kepada Leo.


"Serangannya sangat berbahaya, jika mereka terus dibiarkan aku tidak akan bisa tenang" Ujar Leo, saat ini Leo berpikir bagaimana mengalahkan keduanya tanpa menimbulkan masalah yang lebih buruk kedepannya.


"Sial, apakah hanya bisa menekannya dengan aura kematian dari pedang berkarat itu!"Ujar Leo, karena tidak ada pilihan lain, Leo kemudian mengibaskan tangannya dan seketika tekanan yang begitu luar biasa keluar dari sebilah pedang yang sudah sangat tua dan dipenuhi oleh karat.


Aura dingin segera menyelimuti aura sekitar mereka yang mana bukan hanya Rion melainkan semua bawahannya dibuat berkeringat ketika merasakan tekanan aura kematian yang begitu mengerikan.

__ADS_1


"Bocah ini, berapa banyak nyawa yang sudah dia ambil dengan pedang tua itu!" Ujar Rion yang mana saat ini dia dengan sekuat tenaga berusaha menarik udara sebanyak banyaknya agar dia tidak kesulitan untuk bernafas.


Rion tiba tiba diturunkan oleh Lili dan dengan cepat wanita itu menghampiri pedang berkarat milik Leo dan membuka mulutnya lebar lebar.


Aura hitam bergerak dan terus berkumpul menjadi satu di depan mulut Lili, entah apa yang terjadi pada Lili saat ini, setelah menyerap beberapa aura kematian, seketika tubuhnya berhenti bergerak dan tidur secara mendadak.


Tubuh gadis hantu itu ditarik masuk ke dalam pedang berkarat milik Leo yang mana hal itu membuat Leo sangat terkejut.


Ketika hal itu terjadi tiba tiba aura kematian yang ada di pedang berkarat milik Leo secara mengejutkan bisa ditahan oleh tubuhnya, bahkan aura itu tidak memberikan tekanan sebesar sebelumnya bahkan bagi para berandalan dan pedagang yang sebelumnya merasakan tubuh mereka ditimpa beban ratusan kilogram.


"Apakah anak itu sudah kehilangan kekuatannya?" tanya Rion sambil menatap ke arah Leo, saat ini dirinya masih terduduk di atas tanah sambil matanya terus menerus menatap ke arah Leo.


"Lili, kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa demi diriku kau mengorbankan dirimu sendiri!" Guman Leo sambil menatap pedang yang ada di depannya.


Sambil melakukan hal itu, Leo mengarahkan pandangannya ke arah para berandalan dengan tatapan yang sangat tajam, sebuah tatapan kemarahan yang meluap luap dari tubuh Leo.


"Apa yang dilakukan anak itu? Kenapa aku tiba tiba merasa tidak enak?" Ujar Rion ketika aura tidak menyenangkan keluar dari tubuh Leo.


"Karena kalian Lili sampai lenyap oleh pedang berkarat ini, karena kalian Lili bisa mengalami hal ini!" ujar Leo kemudian dia beranjak dan menarik pedang berkarat dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Ketika pedang itu ditarik seketika Leo merasa bahwa yang dia bawa bukanlah sebuah pedang, melainkan sesuatu yang lebih mengerikan dari itu, Leo bisa merasakan bahwa pedang yang dia angkat memiliki berat tidak hanya beberapa kilogram, melainkan beberapa lebih dari ratusan kilogram dan ketika Leo mengangkatnya seketika tangannya terasa akan putus karena mengangkat senjata yang memiliki berat mencapai ratusan kilogram.


Kedua mata Leo kini berubah menjadi merah yang mana membuat siapapun yang menatapnya ketakutan, ditambah bukan hanya kedua mata Leo yang memerah karena amarahnya yang meluap luap, melainkan kelopak matanya yang berwarna hitam membuat siapapun yang melihatnya pasti berpikir bahwa Leo telah kerasukan.


__ADS_2