ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Jaya Yang Aneh


__ADS_3

Luka yang cukup serius terpampang jelas di tubuh semua makhluk yang ada di sana, tak terkecuali Ratu Laut selatan yang mengalami luka sangat serius yang membuat tubuhnya mati rasa akibat Sambaran petir yang jatuh ke dalam lautan itu.


Serangan yang benar benar menakutkan untuk dibayangkan bahkan Ratu Laut Selatan yang berada di tingkat Saint puncak bisa mengalami luka seserius itu.


Mungkin karena Sambaran petir itu menghantam tepat ke arah air yang merupakan konduktor listrik yang baik sehingga semua makluk terpental dan mengalami luka bakar yang sangat serius ditubuh mereka.


"Ratu" para bawahan ratu Laut selatan bergerak dengan sigap mengamankan ratu mereka dan membawanya kembali menuju ke istana Ratu Laut selatan untuk mendapatkan pengobatan dari luka luka yang dia derita.


Selain itu setelah semua melihat kejadian yang terjadi pada pusaka itu, banyak dari mereka yang membubarkan diri karena baik aura maupun serpihan dari senjata itu tidak ada yang tersisa sehingga bisa dipastikan bahwa pusaka berbentuk tombak yang baru saja tercipta itu sudah hilang.


…..


Ketika Leo melangkahkan kakinya, pandangannya seolah menipunya sekali lagi dimana sebelumnya Leo melihat kota Yogyakarta sangat sepi sekarang sangat ramai dengan orang yang berlalu lalang.


Leo mencoba menolehkan kepalanya kembali ke belakang dan di belakangnya saat ini hanya ada tempat pemakaman umum yang memang berada di dekat jalan raya.


"Tuan, apakah tuan adalah pesulap, aku melihat tuan muncul begitu saja dari udara kosong?" Ujar salah satu pejalan kaki sambil menyalakan kameranya dan merekam Leo yang membuat Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau mungkin salah mengira tuan, aku bukanlah seorang pesulap" Ujar Leo tapi orang yang merekam Leo saat ini tidak menyerah dan terus merekam Leo dengan kamera tuanya.


"Langkah awan!" Leo menggunakan Langkah awannya untuk pergi dari menjauh dari orang itu tapi siapa sangka orang itu mampu mengimbangi langkah awan yang Leo gunakan meskipun hanya dengan langkah biasa.

__ADS_1


Leo terus berlari dan orang itu terus mengikuti Leo tanpa kenal henti hingga beberapa saat kemudian Leo mulai menyerah karena sekeras apapun dia berusaha menjauh dari pria yang merekamnya semuanya sia sia.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan, jangan mengikutiku?" Ujar Leo menatap ke arah orang itu yang mana sampai saat ini pria itu masih tetap melihat ke arah Leo sambil mengarahkan kameranya.


"Tunjukkan bagaimana kau melakukan trik itu lagi, tunjukkan padaku!" Ujar orang itu dengan semangat yang mana hal itu membuat Leo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Leo hampir dibuat gila dengan tingkah orang itu karena dia tidak mengetahui bagaimana caranya bersosialisasi dengan baik dan menghargai orang lain.


"Trik apa yang kau bicarakan?" Tanya Leo sambil melipat tangannya.


"Trik sulap yang kau lakukan!" Ujar Orang itu yang mana membuat Leo merasa semakin tertekan.


Dia tidak melakukan apapun yang mencurigakan dan kemunculannya yang tiba tiba dia juga tidak mengerti apa penyebabnya, bahkan sebelumnya dia berada di dunia astral.


"Biarkan saja dia, entah sampai kapan dia mengikutiku jika aku mengabaikannya" Ujar Leo melangkahkan kakinya pergi sementara orang itu terus terusan mengikuti Leo dan merekamnya seolah kameranya memiliki baterai yang tidak terbatas padahal Leo tau kapasitas dari baterai yang digunakan oleh orang itu sudah tidak banyak.


Berjam jam telah berlalu dan orang yang membuntuti Leo dengan kamera yang entah menyala atau tidak tetap mengikutinya tanpa kenal lelah.


Justru Leo yang merasa lelah dengan sikap yang ditunjukkan oleh orang itu karena sangat mengganggu Leo.


"Apakah orang ini gila? Dia mengikutiku hampir satu jam dan mengarahkan kameranya padaku, entah apa yang ada di dalam kepalanya" Guman Leo menolehkan sedikit kepalanya ke arah orang itu kemudian mengabaikannya.

__ADS_1


Leo memilih pergi menuju tempat tujuannya yaitu pantai selatan, tempat dimana dia bisa menemukan Rumput Laut pengikat Jiwa tanpa memperdulikan orang yang ada di belakangnya hingga setelah beberapa jam berlari Leo tiba di Pantai selatan yang nampak hancur berantakan akibat diterjang oleh sesuatu.


Ada banyak orang yang mengalami luka serius dan saat ini sedang mendapatkan pertolongan dari pihak medis, bahkan di pesisir pantai ada banyak mayat yang tergeletak tak bernyawa di tutupi oleh dedaunan kering dan pasir.


"Berita yang sangat besar, berita yang sangat besar!" Ujar orang yang merekam Leo sebelumnya kemudian dia pergi dan mengarahkan kameranya ke seluruh penjuru pantai.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi!" Ujar Leo sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah dan sesekali dia menggunakan mata dewa Wang dan bukan hanya manusia, melainkan banyak makhluk astral yang mengalami luka serius tergeletak di pesisir pantai.


Seharusnya Leo merasa senang karena telah tiba ditempat tujuannya tapi melihat apa yang terjadi di depannya membuat Leo merasa sebaliknya, terpaan angin laut membuat Leo merasa bahwa bencana ini tidak sesederhana kelihatannya.


…..


"Ugh, pusaka sialan itu, kirim beberapa orang untuk mencari pusaka itu di dunia nyata, aku tidak ingin mendengar kegegalan!" Ujar Ratu Laut selatan duduk di singgasana dan setelahnya beberapa orang masuk ke dalam ruangan tempat singgasana sang ratu dan memberikannya penanganan yang cukup serius untuk semua luka yang dia derita.


Sementara itu saat ini di permukaan laut, sebuah daratan muncul yang mana membuat orang orang menjadi heboh, bahkan pria yang merekan Leo sebelumnya dibuat takjub dengan apa yang terjadi di atas laut dan tanpa memikirkan apapun, pria itu melompat dan berjalan di atas laut yang mana tindakan itu semakin membuat orang orang terkejut.


Hanya ada satu kemungkinan yang bisa dipikirkan para Hunter dan semua orang yang ada di bibir pantai mengenai orang yang berjalan di atas air itu, yaitu sihir air.


"Aku Jaya, tidak akan membiarkan kesempatan untuk masuk ke dunia astral terlewat begitu saja!" ujar pria itu semakin mempercepat langkahnya dan ketika berada semakin dekat dengan daratan yang muncul di tengah laut, sepuluh orang muncul dengan mengenakan pakaian khas kerajaan berwarna hijau dengan tombak di tangan mereka semua.


"Hanya manusia bodoh yang berani menyerang bawahan Ratu Laut selatan!" Ujar salah satu orang yang muncul dari kekosongan kemudian dia mengayunkan tombak miliknya hingga membuat air laut bergejolak.

__ADS_1


Jaya juga melakukan hal yang sama, dia mengayunkan tangannya hingga air bergerak dengan sangat hebat dan saling berbenturan dengan satu sama lain menciptakan geombang kejut di tengah tengah laut.


Semua orang yang melihat hal itu segera pergi menjauh dari bibir pantai karena takut Tsunami akan kembali menerjang daratan akibat pertempuran keduanya.


__ADS_2