
"Para hadirin yang terhormat, selamat datang dan selamat menyaksikan pertarungan pertarungan para Hunter yang akan disajikan di atas arena pertarungan ini, siapkan uang kalian untuk memasang taruhan pada setiap kontestan yang akan bertarung di atas arena, semakin banyak uang yang kalian berikan maka semakin besar pula peluang kalian menjadi kaya mendadak di tempat ini" Pembawa acara dengan semangatnya membuka acara pertarungan di atas arena.
Nampak banyak kursi penonton sudah diisi penuh dan banyak pemuda dengan beberapa buku dan tas yang cukup besar berkeliling ke beberapa sudut penonton untuk mengambil taruhan yang dipasang untuk setiap peserta.
Salah satu pemuda itu datang menghampiri Ryan yang sejak seminggu belakangan datang untuk melihat pertarungan di atas arena sambil menunggu kedatangan Leo.
Tentu kedatangannya bukan hanya ingin melihat kejutan yang mungkin diberikan oleh Leo, melainkan Ryan juga menunggu waktu yang tepat untuk memberikan hukuman pada muridnya yang sudah seminggu terakhir tidak kelihatan dan entah pergi kemana.
"Tuan, apakah tuan ingin bertaruh?" Tanya pemuda itu menatap ke arah Ryan yang mana hal itu membuat perhatian Ryan teralihkan beberapa saat.
"Siapa yang akan bertarung setelah ini dan bagaimana profil mereka?" tanya Ryan menatap ke arah pemuda itu sambil mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dari sakunya.
"Orang yang akan bertarung kali ini adalah Penguasa Langit dan Orang Biasa, penguasa langit adalah seorang Hunter tingkat pemurnian tubuh bintang 5 yang sudah bertarung sebanyak lima belas kali di atas arena dan dua belas pertarungan yang dia lakukan, dia keluar sebagai pemenangnya, sementara untuk Orang Biasa ini, dia benar benar orang yang baru mendaftar pagi ini, dan tingkat pelatihannya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 4, dengan usia yang masih sangat muda" Ujar pemuda itu menjelaskan mengenai deskripsi dua peserta yang akan bertarung di atas arena.
"Berapa besar peluang dan keuntungan dari memilih mereka?"
__ADS_1
"Untuk Penguasa Langit 20% dan untuk Orang Biasa 80%, persentase itu kami ambil dari tingkat kekuatan dan tingkat pengalaman yang dimiliki oleh kedua peserta tanpa adanya campur tangan pihak ketiga" Ujar pemuda itu menjelaskan yang mana hal itu membuat Ryan mengurungkan niatnya untuk bertaruh pada orang yang menggunakan nama sebutan Penguasa Langit.
"Bertaruh untuk penguasa langit ini memang terkesan menguntungkan, tapi orang baru yang menjuluki dirinya dengan Orang Biasa ini tampaknya bukan orang biasa, usianya cukup muda dan bakatnya lumayan baik, dan mama yang dia pilih tidak seperti peserta lain yang terkesan melebih lebihkan, sudahlah, tidak ada salahnya bertaruh untuk generasi muda" Ujar Ryan kemudian dia memberikan dua juta kepada pemuda itu dan setelah dicatat nama Ryan dan Orang Biasa yang menjadi taruhannya, Ryan mendapatkan sebuah lencana dari pemuda itu.
"Jika merasa orang yang menjadi jagoan tuan menang maka angkat token ini, maka kami akan datang untuk memberikan hadiahnya pada anda tuan" Ujar pemuda itu kemudian dia berlalu meninggalkan Ryan dan menawari peserta lainnya untuk memasang taruhan.
"Sangat jarang aku melihat generasi muda di atas arena pertarungan, mari kita lihat seberapa hebat aksinya di atas arena" Guman Ryan kemudian dia menatap jauh ke atas arena.
…..
"Apakah sudah selesai?" Ujar Leo.
"Hei anak baru, sepertinya kau tidak beruntung, pertama kali bertarung kau sudah bertemu dengan peserta yang tingkatannya jauh lebih tinggi darimu, baik usia maupun bakat kau memang luar biasa tapi untuk pengalaman pertempuran, kau tidak sebanding dengannya"
"Entah kenapa aku merasa Penguasa Langit sangat beruntung belakangan ini, peserta yang dia dapatkan selalu lebih lemah dibandingkan dengannya"
__ADS_1
"Hai hei, apakah kalian menindas anak baru, jika kalian melakukannya kalian sama saja mencoba mencari masalah dengan arena pertarungan ini" Ujar seorang pemuda dan ketika Leo memperhatikan wajahnya lebih cermat, dia bisa mengetahui bahwa sebelumnya dia pernah bertemu dengan pemuda itu.
"Masamune" Ujar beberapa orang terkejut dan setelah merasa diri mereka tidak mampu melawan orang itu, orang orang yang mengganggu Leo kemudian membubarkan diri.
"Terimakasih kak, tapi aku tidak menyangka pertemuan kita berikutnya akan terjadi di tempat seperti ini?" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Aku merasa heran, kau terlihat seperti orang yang cukup mampu, tapi kenapa kau berada di arena yang penuh akan bahaya ini?"
"Hehe, mencoba mencari pengalaman bertarung" Leo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sambil mengatakan hal itu.
Beberapa saat kemudian, nama Penguasa Langit dan Orang Biasa dipanggil menuju ke atas arena, ketika dua nama itu dipanggil Leo segera bergerak menuju ke atas arena setelah berpamitan pada Masamune.
"Tunggu, siapa namamu?" tanya Masamune yang mana hal itu diikuti senyuman tipis Leo, Leo menolehkan kepalanya ke arah Masamune sejenak sebelum mengatakan siapa namanya.
"Kakak bisa memanggilku orang biasa" Ujar Leo kemudian dia berbalik dan melambaikan tangannya ke arah Masamune.
__ADS_1
"Aku merasa bahwa anak itu tidak sesederhana kelihatannya, aku ingin melihat sampai sejauh mana dia bisa melangkah dan aku ingin mendampinginya sampai puncak" Ujar Masamune yang mana di belakang punggungnya seekor rubah dengan ekor sepuluh muncul secara kabur sebelum rubah ekor sepuluh itu lenyap.