
"Kita harus memulai mencari keberadaan kakak dimana? Aku tidak terlalu akrab dengan kota ini jadi lebih baik kita mencarinya secara berkelompok" Ujar Dinda yang mana saat ini dia bersama dengan Lili dan juga Masamune bersiap siap mencari Leo.
Setelah menunggu satu malam dan Leo tidak kembali mereka memutuskan untuk mencari Leo, karena kebingungan dengan kota Lamongan mereka memutuskan mencari bersama sama karena jika mereka berpisah besar kemungkinan mereka akan tersesat dan bukan hanya Leo, mungkin mereka akan terpisah dengan yang lainnya.
"Aku tidak tahu dimana kakakmu berada saat ini tapi aku berpikir mungkin dia masih berada di sekitar akademi Naga Timur, bukannya sebelumnya dia mengatakan ingin kembali menuju ke akademi Naga Timur untuk mengurus sesuatu, pasti dia berada di sekitar sana" Ujar Masamune.
"Apakah mungkin kakak diculik, kita harus segera menemukan kakak sebelum terjadi hal buruk padanya untuk…" Lili yang berisik mendapat pukulan keras dari Dinda tepat di dahinya yang mana membuat Lili menundukkan kepalanya dengan benjolan di kepalanya.
Jika Lili berada dalam wujud makhluk gaib maka pukulan yang dilayangkan oleh Dinda tidak akan terasa baginya tapi saat ini Lili menggunakan teknik Bayangan darah yang mana menciptakan sebuah tubuh fisik yang mana dirinya bisa mengecap apapun layaknya manusia tapi bedanya setelah dia terbunuh beberapa kali dia akan kembali ke wujud asalnya yakni hantu dan bisa merubah wujudnya kembali menjadi manusia meskipun hal itu memiliki jeda waktu beberapa jam untuk bisa digunakan lagi.
"Daripada mengatakan hal yang tidak penting sebaiknya kita mencari kakakmu, kita hanya bisa berharap dia baik baik saja" Ujar Dinda kemudian mereka melanjutkan pencarian Leo yang menghilang semalaman.
…..
"Ugh….kepalaku benar benar sakit, sebenarnya apa yang terjadi semalam?" Tanya Leo memperbaiki posisinya hingga kini dia terduduk di atas tempat tidur, tapi Leo tidak menyadari bahwa saat ini dirinya telah bertelanjang dada tanpa satu helai kain yang menutupi tubuhnya.
"Eh, kemana pakaianku?" Ujar Leo ketika mendapati dirinya tidak memakai pakaian hingga pandangannya jatuh ke arah Misari yang ada di dekatnya dengan keadaan yang serupa dengan dirinya.
"Misari, kenapa kau ada di sini dan kenapa kau tidak memakai pakaian mu?" Tanya Leo berusaha menutupi dirinya dan begitu Misari bangkit, dia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Leo, menutupi tubuhnya yang terbuka tanpa pakaian.
"Kau pikir semua ini karena siapa ha? Kau tidak ingat tadi malam kau lepas kendali bahkan memaksaku melakukannya, sekarang kau tanya kenapa aku berada di sini dengan konsisi semacam ini!" Ujar Misari menatap tajam ke arah Leo sambil menjauh dari Leo dan menutupi seluruh tubuhnya yang terbuka.
__ADS_1
"Tunggu dulu, yang semalam bukan mimpi? Kita benar benar melakukannya?" Tanya Leo tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Misari karena ingatannya sedikit kabut akibat terlalu banyak minum.
Kepala Leo benar benar terasa pusing karena terlalu banyak minum dengan Fiki sampai sampai kejadian semalam dia tidak mengingatnya dengan jelas.
"Kau bilang mimpi, kau pikir apa yang terjadi semalam adalah mimpi?" Misari menekuk lututnya dan menangis karena teringat kejadian semalam.
Keduanya bertarung dengan sangat sengit di atas kasur hingga sama sama kelelahan dan akhirnya tertidur, entah setan dari mana keduanya benar benar melakukan hal itu padahal mereka belum menikah, mengingat hal itu Misari menangis karena tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari setelah semua ini, masa depannya benar benar telah hancur.
Menikah, itu hanya impian yang tidak akan pernah terjadi setelah dia kehilangan harta paling berharga miliknya, dalam hatinya dia menyalahkan dirinya sendiri karena menolong Leo yang sedang mabuk minuman keras saat itu.
Jika saja dia tidak menolong Leo saat ini, kejadian itu tidak akan pernah terjadi.
"Misari, aku tidak bermaksud melakukan itu, jadi maafkan aku"
Melihat hal itu Leo benar benar tidak bisa berkata apa apa, dia benar benar tidak ingat kejadian semalam dan siapa sangka ketika dia berada dalam pengaruh minuman keras dia telah merusak masa depan seorang wanita.
"Anu Misari, meskipun ini tidak bisa disebut sebagai permintaan maaf tapi aku akan bertanggung jawab, aku akan melamarmu setelah ini dan aku harap kau bisa menerimanya" Ujar Leo dengan wajah memerah.
"Kau serius ingin bertanggung jawab?" Tanya Misari sedikit mengangkat wajahnya menatap ke arah Leo.
"Ya, lagipula semua ini adalah karena kelalaianku, aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatan yang aku lakukan" Ujar Leo membuat pipi Misari memerah.
__ADS_1
"Yah kalau kau memaksa aku juga tidak masalah"Ujar Misari.
"Anu, lebih baik kau kenakan pakaianmu terlebih dahulu, soalnya saat ini aku tidak mengenakan apapun" Ujar Leo.
"Kau saja yang menggunakan pakaian duluan, kau pikir aku menggunakan pakaian, kau hanya ingin mencari kesempatan dariku bukan?" Ujar Misari menarik lebih banyak selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Jika aku keluar takutnya dia akan melihat barangku yang terbangun" Batin Leo yang mana dia hanya diam di bawah selimut sama seperti yang Misari Lakukan.
"Jika aku keluar dia bisa melihat tubuhku dengan bebas" Batin Misari menatap ke arah Leo yang mana setelahnya keduanya kembali membuang wajah dengan pipi memerah.
……
Di atas gunung berapi.
"Lemparkan mereka semua" Ujar pimpinan Orbion memimpin Orbion Orbion lainnya yang mana saat ini mereka memenggal rekan rekan mereka dan memasukkan kepala serta tubuh mereka ke dalam kawah gunung berapi.
Sebuah tindakan yang sangat kejam dimana mereka membunuh kaumnya sendiri untuk membangkitkan sesuatu yang berada di dalam lahar gunung berapi, setelah membunuh beberapa rekan mereka, sepasang mata terlihat di dasar gunung berapi.
Setelah sepasang mata itu terlihat, pusaran api membentuk di dasar gunung berapi dan terangkat hingga membentuk sebuah peta yang mana di tengah tengah peta itu terdapat satu titik kekuatan tempat kunci penyegelan berada.
"Tempat ini berada di kota Lamongan, perintahkan manusia manusia itu untuk bergerak dan menemukan tempat ini" Ujar salah satu dari mereka dengan postur tubuh paling baik dibandingkan dengan lainnya.
__ADS_1
"Baik tuan" ujar Orbion lainnya kemudian mereka pergi dari gunung berapi untuk memberitahu manusia yang menjadi pengikut mereka untuk mencari lokasi yang terlukis di lahar gunung berapi.
"Kehancuran dunia sudah akan tiba, sebentar lagi kalian akan merasakan dendam milyaran tahun yang lalu" Ujar Orbion itu sambil tertawa terbahak bahak di atas lereng gunung Merapi sebelum dia berjalan meninggalkan tempat itu.