
"Jadi bagaimana pendidikanmu? Apakah kau sudah berkembang sampai menjadi orang yang sangat kuat?" tanya Leo, dia yang pertama kali mengajukan pertanyaan pada Fiki karena baginya Fiki akan sangat terkejut ketika dia mendengar bahwa dirinya memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan bisa dikatakan sebanding dengan Hunter terkuat di kota Lamongan.
"Yah aku memang mengalami perkembangan tapi akhir akhir ini perkembangan ku sedikit terhambat, kau tau serangan Orbion yang melanda seluruh negeri membuat banyak murid akademi diminta untuk mengevaluasi semua korban dari kejadian itu" Ujar Fiki menjelaskan sambil menyeruput minuman yang disediakan di depannya.
"Oh ya, Leo apakah kau ikut dalam kompetisi para jenius? Soalnya aku ikut kompetisi para jenius jika kau tidak ikut maka kompetisi itu tidak akan seru" Ujar Fiki yang mana beberapa saat kemudian hidangan yang mereka pesan datang.
"Aku ikut, baru saja aku dipilih sebagai perwakilan dari Akademi Naga Timur bersama dua lainnya, yang satu cukup kuat sementara yang satu lagi hanya bisa bicara omong kosong" Ujar Leo.
"Haha, sepertinya kau sudah banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya, tapi jangan berharap bertemu denganku di kompetisi nanti jika kau tidak ingin menyesal"
"Ya, kau juga sama, jangan berharap bertemu denganku di babak penyisihan takutnya kau tidak akan bisa melaju ke babak berikutnya"
Setelah situasi tampak tegang, beberapa saat kemudian gelak tawa terdengar dari keduanya.
Keduanya sama sama memiliki impian untuk menjadi orang nomor satu di dunia, Meskipun Fiki tidak bisa dibilang lemah tapi juga tidak bisa dianggap Enteng kerana Leo tahu bahwa usaha yang dilakukan oleh Fiki tidak jauh berbeda dari usaha yang dilakukan.
Saat ini Leo tidak bisa membaca tingkat pelatihan Fiki begitupun sebaliknya, Fiki juga tidak bisa membaca tingkat pelatihan Leo seolah ada dinding besar yang menghalangi tingkat pelatihan keduanya.
Tapi keduanya tidak ambil pusing akan hal itu dan terus menikmati malam dengan canda dan gurauan bahkan mereka sudah tidak sungkan lagi untuk minum alkohol hingga membuat Leo teler.
Leo tidak tahu seberapa kuat ketahanan Fiki terhadap alkohol tapi setelah minum tiga botol alkohol, Fiki masih terlihat biasa saja bahkan tidak ada tanda tanda mabuk sedikitpun
"Leo, sampai jumpa di kompetisi bulan depan, aku pasti akan mengalahkanmu" Ujar Fiki.
__ADS_1
"Tidak usah banyak berharap, aku yang akan mengalahkan mu di kompetisi bulan depan" Ujar Leo sebelum keduanya terpisah.
Beberapa saat setelah Leo dan Fiki berpisah, kepala Leo terasa sangat pusing hingga akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri di jalanan.
"Orang itu, jika tidak kuat minum alkohol kenapa malah minum begitu banyak" Misari datang menghampiri Leo dan memapah Leo yang tidak sadarkan diri.
Dia memang ingin menguntit Leo dan mencari tahu darimana datangnya kekuatan yang dimiliki oleh Leo, tapi setelah melihat Leo tidak sadarkan diri hatinya tergerak untuk membantunya.
"Aku tidak tahu dimana Leo tinggal, tapi dengan uang yang dia berikan aku bisa membawanya menuju ke hotel tapi" Misari menatap uang pemberian Leo yang mana yang itu hanya cukup untuk memesan satu kamar.
Jika dia memesankan kamar untuk Leo maka dia akan tidur dibawah bintang saat ini.
"Kenapa aku harus memikirkan uang ini, toh menang uang ini miliknya" Ujar Misari kemudian dia membawa Leo untuk mencari hotel agar dia bisa menginap.
….
"Lili, apakah kakakmu masih belum pulang?" Tanya Dinda datang menghampiri Leo.
"Aku tidak tahu, aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan kakak" Ujar Lili menatap ke arah Dinda dengan cemas.
"Tidak akan terjadi hal buruk pada kakakmu, dia adalah Hunter terbaik di kota Lamongan, bagaimana jika begini saja, jika kakakmu sampai pagi belum kembali, besok kita kita akan mencari kakakmu apakah kau setuju?" Ujar Dinda.
"Aku setuju sih, tapi" Lili mengalihkan pandangannya ke arah Dinda dan mengamati wanita itu dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Apakah kak Dinda sedang kerasukan hantunya para hantu, soalnya aku tidak merasakan ada hantu yang masuk ke dalam tubuh kakak" Ujar Lili yang mana membuat Dinda sangat kesal, tanpa menjawab pertanyaan dari Lili dinda berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
…..
Ditempat lain di sebuah hotel kota Lamongan.
"Orang ini, kenapa dia begitu berat, dan juga apa apaan semua pelayan hotel ini, mereka menatap kita dengan tatapan semacam itu tanpa memberikan bantuan" Ujar Misari yang saat ini membopong Leo menuju ke sebuah kamar sebelum membaringkan Leo di tempat tidurnya.
"Fiuh, akhirnya selesai juga, entah apa yang ada di pikiran orang ini, dia minum terlalu banyak meskipun dia tahu bahwa dirinya tidak kuat dengan alkohol" Ujar Misari kemudian dia melangkahkan kakinya berniat untuk pergi tapi sebelum itu tangan Leo mencengkram pergelangan tangan Misari.
"Tunggu, apa!"Misari sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Leo, terlebih setelah Leo mencengkram erat tangan Misari dia menariknya hingga jatuh ke pelukannya.
"Bau ini, alkohol, orang ini benar benar terlalu banyak minum, aku harus segera pergi dari sini sebelum ada orang yang salah paham dengan apa yang terjadi"Ujar Misari berniat untuk bangkit tapi sebelum itu Leo semakin mempererat pelukannya hingga kedua wajah mereka saling berjumpa satu sama lain dan tubuh mereka bersentuhan tanpa adanya pembatas selain pakaian yang mereka kenakan.
"Sial, apa apaan orang ini? Pelukannya sangat sulit untuk dilepaskan" Ujar Misari sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Leo tapi Leo tidak sadarkan diri dan enggan melepaskan pelukan itu.
"Ayah, jangan pergi" Ujar Leo dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya membuat Misari terkejut.
"Apakah dia memiliki masalah dengan ayahnya, bahkan dia sampai menangis semacam itu" batin Misari menatap ke arah Leo dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Tapi jika diperhatikan lebih teliti lagi, Leo terlihat sangat tampan dan manis, apalagi ketika dia menangis aku bisa melihat sisi lemah darinya yang sangat jarang dijumpai" Batin Misari hingga sebuah suara mengejutkan dirinya.
"Tamu yang terhormat, kami hanya ingin"seorang petugas hotel masuk ke kamar Leo dan begitu melihat adegan di depannya, dia segera berbalik.
__ADS_1
"Maaf.karena mengganggu, kalian bisa melanjutkannya" Ujar pelayan itu sebelum dia keluar dan menutup pintu kamar Leo.
"Sial, sepertinya setelah ini namaku akan tercemar, eh ehhh…" Misari sangat panik setelah dia berpikir demikian Leo memeluknya lebih erat dibandingkan dengan sebelumnya hingga dada Misari menempel di atas bidang datar.