
Tanah Dibawah kaki Penguasa Langit bergetar cukup hebat ketika bayangan seekor gorila dengan tubuh yang diselimuti oleh kobaran api muncul di belangnya, meskipun hanya berada di tingkatan Fantasi, tapi aura yang keluar dari binatang spiritual itu benar benar melebihi apa yang Leo duga sebelumnya.
"Binatang Spiritual ini tidak wajar, sepertinya dia telah mengkonsumsi sesuatu untuk meningkatkan kadar kekuatan binatang spiritualnya" Guman Leo dan apa yang dipikirkan oleh Leo memang benar apa adanya.
Sebelum pertarungan itu dimulai, Penguasa Langit didatangi oleh orang misterius yang memberinya sebutir pil berwarna merah darah, orang itu mengatakan bahwa pil itu bisa meningkatkan kekuatan internal seseorang hingga tahap yang melebihi kekuatannya di tingkat itu.
Akan tetapi, dilihat bagaimanapun juga Pil itu memiliki efek samping yang jauh lebih besar dibandingkan dengan khasiat yang diberikannya karena Leo juga merupakan seorang peracik, dia bisa tahu bahwa pil itu gagal karena terdapat aura hitam yang tersebar di antara kekuatan spiritual milik Penguasa Langit yang mana aura hitam itu adalah sebuah racun.
"Kau akan menyesal karena datang ke arena pertarungan ini!" ujar Penguasa langit kemudian dia melompat bersama dengan binatang spiritual gorila miliknya ke arah Leo.
Melihat hal itu Leo segera memajukan tangan kanannya ke arah keduanya dan dengan cepat elang berapi milik Leo terbang dengan cepat ke arah keduanya.
Bom….ledakan besar terjadi membuat arena diselimuti oleh api sesaat, dua unsur api dari gorila yang diselimuti oleh api dan elang berapi milik Leo berbenturan yang mengakibatkan semua itu.
Karena hal itu Leo terlempar mundur sangat jauh ke belakang dengan beberapa luka bakar yang menghiasi dirinya.
"Sialan, kekuatan Api gorila orang ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan api milik Elang Berapi milikku" Guman Leo sebelum dia kembali melompat menjauh ketika dia merasakan sebuah ancaman datang dari atas.
Benar saja, Penguasa Langit mendarat tepat ditempat Leo sebelumnya dengan kepalan tangan yang menjadi pusat retakan wilayah seluas satu meter.
"kemari kau!"
__ADS_1
"Kau pikir aku bodoh dan bisa kau tipu begitu saja, jika aku mendekatimu maka aku akan kau habisi" Ujar Leo sambil merapatkan giginya, jelas perbedaan kekuatan keduanya sangat jauh, terlebih saat ini Penguasa Langit menyerang tanpa membiarkan Leo melakukan serangan balasan.
Penguasa Langit menggerakkan lengan kanannya ke belakang dan sekali lagi bayangan binatang spiritual berbentuk gorila yang diselimuti oleh api muncul di belakang punggungnya.
Dengan sekali pukulan yang ditujukan pada udara kosong oleh Penguasa Langit, Gorila itu segera berlari menuju ke arah Leo yang mana setiap langkahnya membuat beberapa retakan kecil di atas arena pertarungan.
"Langkah awan!" ujar Leo yang mana dengan jurus itu, Leo berlari menjauh dari gorila yang mengejarnya saat ini, semakin Leo menjauh maka semakin cepat gerakan yang dilakukan oleh gorila itu, hal itu membuat Leo tidak bisa menahan dirinya untuk mengumpat karena melawan gorila itu dengan elang berapi miliknya bukanlah pilihan yang bijak.
Jika Leo melakukannya maka sama saja Leo menghabiskan kekuatan spiritualnya untuk sesuatu yang tidak bisa dikalahkan, yang terbayang di benak Leo saat ini adalah menggunakan sihir api miliknya, meskipun belum menguasai sihir api sepenuhnya dan sihir api itu bisa lepas kendali dan melukainya, tetapi tidak ada pilihan lain yang bisa Leo ambil saat ini.
Selagi menghindar, Leo mengalirkan kekuatan spiritual ke seluruh pembuluh darahnya yang mana aliran spiritual itu layaknya sebuah api yang memanaskan semua darah Leo sampai titik mendidih.
Leo kemudian memusatkan aliran sihir api ke tangan kanan miliknya yang mana hal itu membuat tangan kanan Leo terbakar oleh kobaran api yang sangat besar membuat baik penonton maupun Penguasa Langit yang melihatnya terkejut.
"Sihir!" Ujar mereka serempak karena tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan, di usia yang begitu muda sudah bisa mengeluarkan sihir, hal itu bukan sesuatu yang sangat mudah ditemukan, bahkan untuk keluarga kalangan atas sekalipun.
Sihir adalah unsur yang sangat sulit untuk dipelajari dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempelajarinya, banyak orang yang menyerah karena mereka tidak bisa mempelajari sihir dalam waktu berbulan bulan tapi ada juga yang berusaha menekuni sihir dalam waktu bertahun tahun karena kekuatannya yang sangat besar.
Dikatakan bahwa, Hunter yang bisa menggunakan sihir bisa bersaing dengan orang yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan tingkatan Hunter pengguna sihir itu, dan jelas karena Leo mengeluarkan sihirnya di hadapan banyak orang, dengan cepat dia menarik perhatian beberapa orang dari aliran Majapahit, bahkan beberapa sosok dengan jubah berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka juga nampak tertarik dengan Leo.
"Anak itu, bagaimanapun kalian harus mendapatkannya dan menariknya bergabung dengan aliran Majapahit"
__ADS_1
"Siap pak"
"Degan bakat sepertinya, aliran Majapahit akan menjadi aliran yang sangat besar"
Ujar beberapa penonton yang mengenakan jubah khas aliran Majapahit sambil melihat ke arah Leo, sangat jarang mereka menemukan bakat seperti Leo dan jika bisa dimanfaatkan, maka hal itu lebih baik lagi bagi mereka.
"Tarik dia ke akademi Merak Suci, tawarkan apapun yang dia inginkan dan pastikan dia bergabung dengan kita, jenius sepertinya tidak bisa dilewatkan begitu saja"
"Baik pak kepala"
Beberapa orang dari akademi merak suci juga tampaknya begitu tertarik dengan Leo, yah hal itu wajar karena baik bakat dan maupun kekuatan yang dimiliki oleh Leo, jauh melampaui anak anak seusianya.
Tak terkecuali orang orang dengan pakaian hitam yang mengawasi jalannya pertarungan saat ini.
"Pil penambah kekuatan itu bekerja cukup baik, sebuah kejutan yang tidak pernah aku duga sebelumnya bahwa pil buatan para Orbion bisa memiliki kekuatan seperti ini"
"Kejutan yang lebih besar adalah anak itu, dia bisa mengeluarkan sihir di usia yang begitu muda, kita harus menariknya dan menjadikannya berpihak pada kita, atau kedepannya dia akan menjadi masalah besar untuk rencana yang telah kita susun"
"Kau benar, aku juga berpikir sama sepertimu, jika dia tidak mau bekerja sama dengan kita, maka hanya akan ada satu akhir, yaitu mati!"
Ujar tiga orang dengan jubah hitam yang mengambil tempat duduk paling jauh dari penonton yang lainnya, mereka mengeluarkan sebuah batu dan mengaliri batu itu dengan kekuatan spiritual sebelum kembali menyimpannya.
__ADS_1