
Masih sama seperti sebelumnya, barang barang yang dijual dalam pelelangan mulai dari barang kedua sampai seterusnya adalah barang tidak berguna seperti mesin cuci, lampu, bahkan sebuah penyedot debu yang harganya mengalahkan harga sebuah mobil.
Setelah semua barang yang tidak menarik perhatian Leo, giliran barang ke dua puluh tujuh dikeluarkan, barang itulah yang di tunggu tunggu oleh Leo selama ini, yaitu Bunga Sutra Tujuh Untaian yang mana bunga itu diletakkan di dalam kotak kaca.
Leo bisa melihat bunga yang ada di depannya saat ini sepenuhnya berwarna putih dengan beberapa rambut dari kelopak bunganya.
Bunga itu dibuka dengan harga 4 juta rupiah dan dengan cepat para Hunter yang ada di ruangan itu menaikkan harga untuk memperebutkannya.
"Aku membutuhkan Bunga Sutra Tujuh Untaian untuk memurnikan pedang berkarat dari aura membunuh, sementara mereka semua pasti membutuhkan Bunga Sutra Tujuh Untaian untuk menambah usia mereka" Ujar Leo sambil menatap peserta pelelangan yang menaikkan harga Bunga Sutra Tujuh Untaian secara gila gilaan.
Bunga Sutra Tujuh Untaian merupakan sebuah sumber daya yang cukup langka ditemukan di dunia, selama ini hanya ada beberapa orang beruntung yang mendapatkan Bunga Sutra Tujuh Untaian.
Biasanya kegunaan sumber daya yang satu ini memang dikhususkan untuk menambah umur seseorang, tapi di sisi lain kegunaan bunga ini juga bisa untuk menghapus Aura kematian pada suatu benda.
Dengan adanya bunga itu, Leo cukup yakin bisa menggunakan pedang berkarat yang ada dalam cincin penyimpanannya, hanya dengan membersihkan pedang berkarat dari Aura kematian barulah Leo bisa memperbaiki pedang itu karena Leo yakin bahwa pedang berkarat yang ada dalam cincin penyimpanannya bukanlah senjata sembarangan.
Senjata itu lebih mengerikan dibandingkan dengan senjata spiritual, dan jika Leo bisa mengubahnya menjadi senjata spiritualnya maka kekuatannya pasti akan bertambah beberapa kali lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya.
Meskipun demikian ada satu masalah yang harus dihadapi sebelum dia benar-benar menjadikan pedang itu sebagai senjatanya, yaitu memperbaikinya.
Untuk saat ini Leo belum bisa memperbaiki pedang berkarat miliknya karena aura kematian yang menyelimuti pedang itu sangat pekat bahkan mampu membuat seseorang merasa sesak nafas ketika berada di dekatnya.
Meskipun Aura kematian yang ada pada pedang itu sudah hilang sepenuhnya lo juga belum tentu bisa memperbaiki pedang itu dengan cepat karena jika Leo menyerahkan urusan perbaikan Padang kepada ahlinya, maka besar kemungkinan pedang itu akan diambil oleh mereka.
__ADS_1
Hanya dengan melihatnya saja siapapun tahu bahwa pedang berkarat Leo merupakan sebuah senjata yang sangat hebat, tidak hanya hebat pedang spiritual Leo juga memiliki sesuatu yang hanya bisa dilihat oleh para ahli tempa.
Kembali ke dalam cerita.
"7 juta"
"7 juta setengah"
"8 juta"
Harga dari Bunga Sutra Tujuh Untaian semakin melonjak setiap menitnya, bahkan orang-orang yang ada di ruangan Vip bersusah-payah memperebutkan bunga itu dari orang-orang yang ada di bawah.
Melihat persaingan yang begitu ketat Leo menempatkan dirinya agar tidak terlihat oleh banyak orang, kemudian dia mulai membuka harga untuk Bunga Sutra Tujuh Untaian.
"50 juta" ujar Leo di dalam ruangan Vip nya.
Meskipun Bunga Sutra Tujuh Untaian merupakan sumber daya yang sangat langka dan bahkan bisa menambah umur, bagi mereka harga yang ditawarkan oleh Leo terlalu parah.
Bahkan orang kaya pun tidak akan menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk menghindari kematian karena bagi mereka semua, kematian tidak bisa ditentukan.
Meskipun mereka mengkonsumsi Bunga Sutra Tujuh Untaian dalam jumlah yang sangat besar, tetap saja mereka akan terbunuh jika terkena racun maupun serangan lainnya, jadi intinya bunga Sutra Tujuh Untaian hanya berguna untuk menyembuhkan orang yang benar benar sakit dan hampir tidak bisa ditolong.
"50 juta pertama, 50 juta kedua, 50 juta ketiga, dan terjual!" Pembawa acara memukulkan palunya setelah tidak ada orang lain yang menawar lebih tinggi daripada Leo.
__ADS_1
Setelah kejadian itu seketika semua pandangan tamu tamu Vip tertuju ke arah ruangan Leo, mereka bertanya-tanya siapa orang yang menawar sebuah sumber daya dengan harga yang mencapai langit.
Mereka berpikir mungkin ada orang kaya yang mencoba menghambur-hamburkan uang karena tidak tahu harus diapakan uangnya.
"Siapa orang yang berada di ruang Vip itu?" Tanya seorang pemuda dengan nada yang sangat berat menatap ke arah ruangan VIP milik Leo.
"Tuan muda kami tidak tahu siapa orang itu, tapi sepertinya dia memiliki posisi yang sangat tinggi di pelelangan ini, saya bisa melihat bahwa usianya masih sangat muda tapi dia bisa menutup seluruh identitasnya dan hal itu diizinkan oleh pelelangan" ujar seorang pria dengan sebuah jubah yang terdapat gambar matahari.
Ya kedua orang itu merupakan orang dari aliran Majapahit, salah satu aliran terkuat yang ada di nusantara, bahkan kabarnya di aliran Majapahit terdapat banyak kekuatan besar di dalamnya.
Jika aliran legendaris merupakan aliran pertama dan merupakan aliran paling kuat di dunia, aliran Majapahit layaknya sebagian kecil kekuatan yang tercipta dari aliran legendaris.
"Masih muda ya kalau begitu perkirakan usianya untukku!" Ujar Pemuda dari aliran Majapahit itu sambil melipat tangannya.
Bersamaan dengan itu pria yang ada bersama dengannya mengalirkan kekuatan spiritual ke kedua matanya dan seketika, pelayan itu menunjukkan cahaya berwarna hijau dari matanya dan usia Leo seolah terpampang dengan jelas di depan matanya.
"Usia anak itu masih 16 tahun dua bulanan, tapi kekuatannya sudah berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 3" ujar pria yang seketika membuat Pemuda terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bawahannya kemudian dia melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakukan oleh pria sebelumnya.
Ketika dia melihat usia Leo memang benar adalah 16 tahun dan lewat 2 bulan pemuda itu tidak bisa menutup mulutnya karena terkejut.
"Bakat anak ini sangat mengerikan, kita harus merekrutnya ke dalam aliran Majapahit apapun Yang terjadi, seorang jenius sepertinya tidak boleh berlama-lama di kota kecil seperti Lamongan ini" ujar pemuda itu diikuti anggukan kepala oleh bawahannya.
Dalam pikiran pemuda itu saat ini adalah Leo, dan bagaimana caranya dia bisa mengajak Leo bergabung ke dalam aliran Majapahit.
__ADS_1
"Dengan bakat yang dimiliki oleh anak ini dia pasti berasal dari Akademi naga Timur, kau pastikan dia dikeluarkan dari akademi itu agar dia bisa masuk ke dalam Akademi merak Suci" Ujar pemuda itu diikuti anggukan kepala bawahannya dan dengan cepat bawahan pemuda itu pergi dari sana.
"Aku tidak menyangka perjalananku ke kota ini akan membuahkan hasil yang begitu besar" Ujar pemuda itu sambil menatap ke arah ruangan Leo dengan senyuman tipis di wajahnya.