ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Ujian Tahap Ketiga, Pertarungan Dony (Bag 2)


__ADS_3

"Ugh, serangan yang dilakukan oleh orang ini benar benar berbahaya, kita harus menyatukan kekuatan agar bisa mengalahkannya!" 


"Dia adalah halangan bagi kita, aku setuju untuk bekerja sama dan setelah itu aku akan menyingkirkanmu!"


"Haha, kau memiliki selera humor yang cukup baik tapi aku yang akan mengalahkanmu setelah kita mengalahkannya!" Ujar dua orang pemuda yang mana saat ini sedang berhadapan dengan Dony.


"Sekeras apapun kalian bekerja sama, tetap aku yang akan memenangkan pertarungan ini!" Ujar Dony dan dengan hempasan kakinya, dia melesat menuju ke arah kedua orang itu sambil mengarahkan sebuah pukulan ke arah mereka.


Melihat hal itu, dua orang yang tengah dihadapi oleh Dony mulai berpencar ke dua arah yang berbeda, salah satu dari mereka menciptakan sebuah tameng layaknya sebuah cangkang kura kura untuk menahan pukulan yang dilancarkan oleh Dony sementara yang lain saat ini bergerak dengan sangat cepat dengan mengalirkan kekuatan spiritualnya ke kedua kakinya.


Ketika serangan Dony berbenturan dengan tameng kura kura milik lawannya, percikan api tercipta dari benturan serangan itu yang mana hal itu membuat lawan Dony mundur beberapa langkah ke belakang.


"Pertahananmu memang hebat dan sangat susah ditembus, tapi kau tidak bisa mempertahankannya terlalu lama dengan kekuatan spiritual mu saat ini!" ujar Dony.


Berpikir semua akan berakhir lawan Dony yang sebelumnya bergerak menghindari serangan yang dilakukan olehnya kembali berlari dan mengarahkan sebuah tendangan keras ke arahnya dari belakang.


Melihat hal itu Dony dengan cepat bergerak menyamping untuk menghindarinya hingga tendangan itu mengarah tepat ke rekannya yang menahan serangan dari Dony beberapa saat yang lalu.


"Kau hentikan, apakah kau sudah gila!" 

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa menghentikannya!"


"Kau gila!" 


Beberapa saat setelah itu suara benturan yang cukup keras terdengar dan akhir dari kedua orang itu adalah jatuh di atas arena dengan beberapa bintang yang menghiasi kepala mereka.


"Aku tidak berpikir kau akan melakukan serangan yang begitu bodoh!"


"Jangan salahkan aku, kau memiliki jurus bertipe pertahanan tapi kau tidak bisa menahan seranganku, dasar payah"


"Kau mengataiku payah!"


"Bukan aku, tapi kau yang payah!"


"Kau tidak memiliki cermin, kau yang payah!"


"Jika kau tidak mengakuinya maka aku benar benar akan memukulmu payah!"


"Apa kau bilang, aku bukan payah tapi kau yang payah!" 

__ADS_1


"Kau benar benar mencari masalah denganku!"


Kedua orang itu berdiri sambil memegang kerah baju masing masing dan melancarkan beberapa pukulan ke wajah masing masing hingga membuat muka mereka bonyok.


Semua orang yang menyaksikan hal itu sebagian tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bukankah sebelumnya mereka bekerja sama melawan Dony, tapi sekarang apa yang mereka berdua lakukan.


Bertarung tidak jelas dan saling menyalahkan satu sama lain hanya karena masalah sepele.


"Kalian berdua yang payah!" ujar Dony sambil mengarahkan sebuah pukulan hingga membuat keduanya terlempar jauh keluar arena dan jatuh tak sadarkan diri.


Kejadian yang tidak pernah diduga tapi siapapun tahu bahwa Dony benar benar kuat dan pantas mendapatkan semua itu, dengan kekuatannya dia bisa menjadi sosok yang sangat dikenal di masa depan dan beberapa guru melirik ke arahnya untuk dijadikan sebagai murid pribadi mereka.


"Pertarungan selesai dengan cara yang tidak terduga, sepertinya keberuntungannya terlalu bagus untuk Dony, jika saja kedua orang itu tidak bertengkar, kemungkinan besar dia akan kalah" Guman Leo dan bukan hanya Leo yang berpikiran demikian.


Ryan yang mengawasi pertarungan juga berpikir demikian, kekuatan dari dua orang yang menjadi lawan Dony sebelumnya memang tidak seberapa, tapi jika kerja sama yang mereka lakukan lebih baik maka mereka bisa mengalahkan Dony dengan beberapa serangan.


Yang satu memiliki pertahanan yang cukup baik sementara yang lain memiliki serangga yang cukup memungkinkan untuk memberikan beberapa luka pada Dony.


Tapi semuanya telah terjadi dan Dony sudah keluar sebagai pemenang, tidak ada hal lain yang bisa menghalanginya karena keberuntungan juga merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh seseorang.

__ADS_1


"Semoga saja aku tidak mendapatkan lawan yang merepotkan!" Guman Leo sambil melangkahkan kakinya menuju ke atas Arena.


__ADS_2