
"Heh, kalian ternyata adalah organisasi kegelapan ya? sudah lama kami ingin menghancurkan kalian dan kebetulan kita bisa bertemu di sini" ketika asap yang memenuhi tempat ledakan mulai menipis, baik Leo, Dinda, maupun Masamune nampak baik baik saja.
Ada orang yang menahan serangan itu dan orang orang yang mengenal mereka berdua memilih untuk mundur termasuk orang orang dari organisasi kegelapan yang dimaksud.
"Sial, kenapa kita bisa bertemu dengan aliran Legendaris di tempat ini, apakah mereka tidak memiliki urusan lain? Kenapa setiap kita menginginkan sesuatu mereka selalu muncul!" ujar orang yang melancarkan serangan pada Leo sebelumnya.
Sementara itu rekannya saat ini sedang membidik ke arah orang terakhir yang menjaga Mutiara itu dan ketika dia menarik pelatuknya, peluru angin melesat sangat cepat menuju ke arah penjaga mutiara tanpa ada seorangpun yang menyadarinya dan dengan cepat orang yang dipanggil Jay itu berdiri dari tempatnya.
"Kau tahan mereka, aku akan membawa mutiara itu pergi!" Ujar orang itu kemudian dia mengeluarkan sebuah alat menyerupai sebuah stiker berbentuk bola dan melompat turun menuju ke arah Mutiara yang saat ini tanpa penjagaan.
"Kalian hanya sebagian kecil dari kekuatan aliran legendaris, jika Dewi Keadilan yang datang kemari mungkin kami akan takut tapi jika kalian, heh, hanya sekelompok orang tidak berguna!" Ujar orang yang menyerang Leo sebelumnya yang mana setelah mengatakan hal itu, dua aura kekuatan yang sangat besar meledak dari keduanya dan dengan cepat keduanya melesat ke arah orang itu.
"Heh, ternyata kalian juga bisa marah, baiklah kalau begitu aku akan menemani kalian untuk bersenang senang sebentar!" ujar orang itu kemudian dia mengayunkan pedangnya yang mana ketika ayunan pedang itu berbenturan dengan serangan serangan yang dilakukan oleh aliran Legendaris, gelombang kejut tanpa henti tercipta yang mana membuat beberapa bilah angin tercipta dan membuat bangunan itu menjadi porak poranda dan tersayat sayat di berbagai tempat.
Leo sudah mendapatkan kembali ke sadarannya ketika Lili keluar dari tubuhnya dan gadis hantu itu terus terusan minta maaf pada Leo karena dia telah memasuki tubuhnya tanpa izin.
Leo tidak masalah akan hal itu tapi sepertinya ada yang salah dengan orang yang menantang dan memprovokasi orang orang dari aliran Legendaris karena meskipun dia kuat tapi Leo sangat yakin bahwa melawan dua orang dengan kekuatan yang sama dengannya bukanlah pilihan yang bijak terlebih mereka berasal dari aliran Legendaris.
"Leo, kenapa kau diam saja, sejak tadi Lili mengajakmu bicara" Ujar Dinda hingga Leo tersadar akan sesuatu dan dengan cepat dia menolehkan kepalanya ke arah Mutiara di atas panggung pelelangan dan benar saja, mutiara itu telah berada di tangan seseorang yang berniat pergi dari sana.
__ADS_1
"Hentikan dia!" ujar Leo menunjuk ke arah Jay yang berlari keluar dari tempat pelelangan.
Leo segera berlari mengejar orang itu begitupun dengan Dinda dan Masamune, mungkin keadaan di tempat pelelangan belum kondusif dan orang orang masih sibuk menyelamatkan diri memenuhi pintu keluar tempat pelelangan.
Jay tidak berlari menuju pintu keluar pelelangan melainkan berlari menuju ke tempat yang sangat sepi dan melancarkan sebuah pukulan untuk menghancurkan dinding sebagai tempat untuk berlari.
"Sial, kita tidak boleh sampai kehilangan dia karena jika sampai mutiara itu jatuh ketangan orang yang salah maka bencana besar akan terjadi!" ujar Leo.
"Sebenarnya bencana besar apa yang kau maksud Leo, kau mengatakannya terus menerus tapi jujur saja kami tidak tau apapun mengenai Bencana besar ini" Ujar Masamune.
"Aku tidak yakin tapi mutiara itu bisa menciptakan kejadian yang lebih mengerikan dan lebih merepotkan dibandingkan dengan kemunculan Orbion" Ujar Leo yang mana hal itu mengejutkan baik Dinda maupun Masamune.
Melawan Orbion saja manusia sudah sangat kesulitan, apalagi melawan sosok yang lebih kuat dibandingkan dengan orbion.
"Leo, aku merasakan sebuah firasat yang buruk"Ujar Masamune dan beberapa saat sebelum Masamune mengatakan hal itu, bayangan rubah berekor sepuluh sangat samar muncul di belakangnya.
Wush...ketika mereka sedang mengejar Jay, hempasan angin yang sangat kuat seolah mendorong mereka bertiga mundur ke belakang dan langit yang sebelumnya terlihat sangat cerah tiba tiba berubah menjadi hitam.
Ketika Leo menolehkan kepalanya ke atas langit, dia bisa melihat sesuatu yang sangat mengerikan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
__ADS_1
Pesawat jelajah angkasa milik para Orbion muncul bersamaan dengan portal di atas langit, kejadian itu mengejutkan seluruh orang yang ada di kota Jakarta dan semua hunter begitu melihat pesawat itu segera bergerak menuju ke arah pesawat jelajah angkasa untuk menghentikan bencana yang sama untuk kedua kalinya.
"Oh My God, kita benar benar masuk kedalam masalah yang sangat besar"Ujar Masamune ketika melihat keatas langit dan pesawat jelajah angkasa berada tepat di atasnya.
"Hahaha,kalian bersiaplah menerima penderitaan ini"Ujar Jay dan setelah mengatakan hal itu, sebuah cahaya muncul dari kapal jelajah angkasa dan jatuh ke arah Jay,beberapa saat kemudian setelah cahaya itu turun tubuh Jay menghilang serta cahaya itu yang perlahan lahan juga mulai hilang.
"Sial!"Ujar Leo sambil mengepalkan tangannya ketika dia melihat kumpulan partikel cahaya mulai berkumpul di beberapa senjata yang ada di kapal jelajah angkasa itu karena tau bahwa bencana akan benar benar terjadi.
Benar saja, beberapa saat kemudian tembakan tembakan laser keluar dari kapal jelajah angkasa yang mana dengan tembakan tembakan laser itu, segala bangunan dan makhluk hidup yang terkena serangannya akan meledak dan hancur berkeping keping.
Leo, Dinda dan Masamune harus mengeluarkan berlari dengan seluruh tenaga yang mereka miliki karena tembakan tembakan yang mengarah ke arah mereka lebih banyak dibandingkan dengan tembakan tembakan ke tempat lain, ketiganya menghindari setiap tembakan yang mengarah pada mereka tapi karena mereka terus menghindar lebih banyak kerusakan yang terjadi di berbagai tempat.
"Leo, apakah kau tidak memiliki rencana lain! Jika seperti ini terus maka kita akan mati di tempat ini!" Ujar Dinda.
"Aku juga mencoba memikirkan cara, dalam situasi seperti ini aku benar benar sulit untuk berpikir dan hanya bisa mengandalkan refleks untuk menghindar!"Ujar Leo melompat ke atas diikuti oleh Dinda dan Masamune dan setelah itu, tempat mereka berpijak berubah menjadi kawah dan banyak puing bangunan terlempar yang menutupi seluruh tubuh mereka.
Kekacauan itu tidak berhenti di sana dan terus berlanjut hingga hampir sepertiga kota Jakarta rata dengan tanah dan ratusan ribu korban jiwa berjatuhan.
__ADS_1
ilustrasi kapal jelajah angkasa
sumber:google.com