ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
100 Soal Dalam Waktu 30 Menit


__ADS_3

"Kau!" Dony bergerak ke arah Leo sambil mengarahkan sebuah pukulan yang di aliran kekuatan spiritual ke arahnya.


Melihat hal itu semua orang tidak sempat untuk bereaksi, bahkan Misari pun tidak percaya Dony akan melakukan semua itu ketika semua orang sedang memperhatikan mereka.


Jika Dony tidak segera dihentikan maka masalah yang akan muncul kedepannya akan sulit untuk dihindari, bagaimanapun akademi Naga Timur merupakan tempat dimana semua orang kaya seolah tidak memiliki pengaruh sama sekali.


Mereka akan bersikap netral terhadap setiap masalah yang dialami oleh murid, baik dari kalangan bawah menengah maupun atas mereka diperlakukan sama di dalam akademi.


Jika ada perkelahian di dalam akademi maka hukuman yang diterima akan sangat berat, terlebih keduanya adalah calon murid di akademi Naga Timur yang mana mereka bisa didiskualifikasi oleh pihak akademi jika melakukan pertarungan.


Tak...pukulan yang dilancarkan oleh Dony ditahan oleh seseorang yang mengeluarkan tekanan yang sangat besar, bahkan saking besarnya tekanan itu semua calon murid yang ada disana hampir tertunduk di lantai, jika saja orang yang mengeluarkan tekanan itu tidak segera menarik auranya maka sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi.


"Aura yang sangat kuat senior ini setidaknya berada di tingkat pembentukan inti" Leo dengan tubuh gemetaran menatap ke arah orang yang menghentikan pukulan yang dilancarkan oleh Dony.


Semua orang juga mengarahkan pandangan ke arah yang sama dengan Leo, kekuatan dari orang yang menghentikan serangan Dony benar benar tidak bisa mereka hadapi meskipun mereka semua bekerja sama menghadapinya.


"Siapa yang menyuruh kalian bertengkar di tempat ini, ada waktunya bagi kalian untuk unjuk kekuatan, tapi jika kalian melakukannya di depanku, maka kalian benar benar bodoh!" Setelah mengatakan hal itu tubuh Dony terlempar mundur sejauh dua meter dan pemuda itu segera bertekuk lutut dan memegangi perutnya.


Bagi kebanyakan orang mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi terhadap Dony, tapi bagi Misari dan Leo, keduanya benar benar menyaksikan sesuatu yang sangat luar biasa dimana sebuah kekuatan spiritual terbentuk di udara dan memukul Dony hingga membuatnya terlempar mundur.


"Keterampilan yang luar biasa, tidak salah aku memilih sekolah ini sebagai salah satu pijakan untuk mendaki ke puncak kekuatan, dengan bersekolah disini aku sangat yakin bahwa aku bisa melindungi lebih banyak orang" Batin Leo sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Aku masih belum cukup kuat, dihadapan orang kuat sesungguhnya aku hanyalah sampah tidak berguna yang bisa ditemui di jalanan, aku tidak akan membiarkan harga diriku dan semua kehormatan ku sia sia" Batin Misari.


"Aku harus menjadi lebih kuat!" Guman keduanya secara tidak sadar mengucapkan kalimat itu secara bersamaan.


"Ambil tempat duduk yang menurut kalian paling nyaman untuk ditempati, ujian pertama adalah ujian tulis" Ujar pemuda itu.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi semua orang untuk duduk ditempat duduk mereka tapi ketika mereka duduk, seketika mereka merasakan sebuah perasaan mencekam yang menyelimuti diri mereka dari berbagai arah.


Bukan, lebih tepatnya berasal dari kursi yang mereka duduki saat ini.


"Ujian kali ini sangat sederhana, kalian hanya perlu menjawab 100 soal yang akan aku berikan di kertas lembaran ini, jika kalian terbukti melakukan kecurangan dalam ujian maka kursi yang kalian duduki secara otomatis akan mengeluarkan aliran listrik yang akan menyetrum kalian" Ujar pemuda itu sambil menunjukkan kertas yang ada di tangannya.


"Heh, hanya 100 soal saja, Aku bahkan bisa mengerjakan 1000 soal lebih cepat dari anak itu!" Dony menunjuk ke arah Leo dengan ekspresi yang menunjukkan kemarahan.


"Tidak ada soal pilihan ganda, seluruh soal adalah isian" Ujar pemuda itu yang membuat semua orang terkejut.


Mereka mulai ribut dan memprotes keputusan yang telah diambil oleh akademi Naga Timur dalam menyeleksi peserta, tapi segala bentuk keberatan dari semua orang yang ada disana tidak dipedulikan oleh pemuda yang bertanggung jawab atas ujian.


Pemuda itu mengeluarkan sebuah jam pasir dan membaliknya yang mana banyak orang masih belum mengerti bahwa waktu mereka sudah dimulai saat ini, mereka masih sibuk memperdebatkan mengenai waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal-soal yang disediakan.


Sementara itu Leo adalah salah satu yang pertama bereaksi, ketika dia melihat ke arah panitia yang bertanggung jawab Leo bisa melihat panitia itu mengeluarkan jam pasir dan pasir mulai turun sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Leo tahu bahwa waktu sudah berjalan sehingga dia tidak menyia-nyiakan sedetikpun waktu untuk perdebatan yang tidak perlu itu.


Akan lebih baik jika dia menyelesaikan semua ujian yang diberikan sebelum waktu habis, apalah arti meminta keadilan yang mana hal itu jelas tidak akan ada bagi mereka.


Saat ini mereka sedang diuji, apakah ketika diuji mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih? Sangat konyol jika memikirkan hal itu.


Setiap soal yang muncul di kertas ujiannya, Leo bisa menjawabnya dengan waktu yang sangat singkat, bahkan Leo tidak harus memikirkan semua jawaban itu dengan keras karena semua pertanyaan dan jawaban yang diperlukan sudah disediakan di dalam kepalanya.


Selama liburan Leo banyak menghabiskan waktunya untuk meminjam buku dari Fiki dan mempelajarinya bersama, karena Fiki merupakan keluarga dari kalangan menengah dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di akademi Naga Barat.


Dia cukup beruntung bisa bertemu dengan Ronny yang membiayai segala keperluannya di akademi, asalkan dia bisa menunjukkan prestasi yang baik dan bisa menjadi harapan baru bagi Aliran Matahun di masa depan maka bantuan yang diberikan oleh Ronny masih akan tetap berlanjut.


"Anak itu, apakah dia tidak ingin bersekolah di akademi ini, dari kecepatan menjawabnya sudah jelas bahwa dia menjawab semua pertanyaan itu dengan asal" Misari menatap ke arah Leo dan jika dilihat lebih dekat, apa yang dilakukan oleh Leo saat ini tak lain dan tak bukan adalah bermain main.


Beberapa saat kemudian Leo berdiri sementara masih banyak murid yang berdebat hingga suaranya menghentikan perdebatan sengit murid murid itu yang tidak ditanggapi oleh panitia pengawas.


"Senior, aku sudah selesai mengerjakan semuanya, apakah ada yang bisa aku lakukan lagi?" Tanya Leo menatap ke arah pemuda yang mengawasi ujian, kata kata dari Leo membuat semua orang menatap ke arahnya dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya.


Seratus soal dalam waktu dua puluh menit, apa apaan semua itu? 


Sementara itu pemuda yang menjadi panitia pengawas menatap ke arah Leo dengan tatapan penuh selidik kemudian tangan kanannya mengumpulkan kekuatan spiritual yang cukup besar tanpa ada orang yang mengetahuinya.

__ADS_1


Setelahnya pemuda itu mengarahkan pukulan ke arah Leo, dan  sebuah gelombang energi yang begitu padat bergerak ke arah anak itu dengan sangat cepat, ketika gelombang energi itu berjarak sangat dekat dari Leo, Leo bisa merasakan sebuah aura mengerikan merembet keluar melalui punggungnya.


__ADS_2