ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Membakar Awan


__ADS_3

"Satria Wahyuda, sepertinya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat" Ujar Misari mencoba mengingat ingat nama pria yang disebutkan oleh Leo, tapi Putri dengan cepat mengalihkan pembicaraan mereka sebelum Misari menemukan bahwa Satria Wahyuda adalah seseorang yang paling ditakuti sekaligus dibenci oleh Orbion maupun manusia.


"Leo, bukankah kau merasa lapar, kau terkapar tidak sadarkan diri selama dua minggu di sini, kalau kau lapar Misari akan menyuapimu" Ujar Putri mendorong tubuh Misari sedikit ke depan yang mana hal itu membuat Misari sangat terkejut.


"Bibi sebenarnya apa yang bibi inginkan, aku sudah melakukan banyak hal yang paman dan bibi perintahkan untuk mengurus orang ini, tapi untuk menyuapi, apakah bibi mencoba mendekatkan aku dengannya?" Ujar Misari menunjuk ke arah Leo dengan wajah yang nampak marah dengan apa yang dikatakan oleh Putri.


Semenjak dia masuk ke dalam Akademi Naga Timur, Misari selalu menuruti apa  yang diminta oleh paman dan bibinya untuk mengurus Leo, akan tetapi semua itu seolah tidak cukup di mata Putri dan Ronny untuk mendekatkan keduanya.


"Kalau begitu kau tidak perlu melakukannya biarkan bibi yang melakukan semua ini, entah siapa yang akan menyuapimu Leo ketika aku sedang menjalankan sebuah tugas" Ujar Putri sambil meletakkan tangan kanannya di dahinya dan bertingkah layaknya orang tidak berdaya di hadapan Misari.


Hal itu membuat Misari sangat geram, bahkan tangan kanan Misari sudah mengepal mendengar apa yang dikatakan oleh Putri, jelas bahwa bibinya berniat melakukan sesuatu padanya dengan Leo dan baru baru ini, ayahnya membahas mengenai perjodohan.


Misari memang masih cukup muda tapi dia  tidak bodoh, dia tahu bahwa orang yang akan dijodohkan oleh ayahnya adalah Leo atas rekomendasi paman dan bibinya, karena itu dia sangat kesal dan tanpa memperdulikan Putri maupun Leo, Misari melangkah pergi meninggalkan ruangan dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Kak Putri sepertinya aku juga merasakan sesuatu yang kurang nyaman dengan semua ini, Misari memang sering membantuku ketika aku sedang sakit, tapi aku tahu dia sangat membenci hal itu jadi jangan memaksanya" Ujar Leo sambil menolehkan kepalanya ke arah Putri.


"Hais, jika kalian seperti ini terus-menerus maka hubungan kalian tidak akan berkembang menuju jenjang yang lebih baik, sudahlah, aku tidak mengharapkan lebih jika kalian berdua tidak menyetujuinya" Ujar Putri lantas dia mengambil makanan yang mereka bawa sebelumnya dan menyuapi Leo.

__ADS_1


….


Sementara itu saat ini Misari tengah berjalan menyusuri jalanan kota dengan emosi yang meluap luap, dia melihat bongkahan batu yang ada di bawah kakinya kemudian dia menendang bongkahan batu itu hingga membuatnya melesat menuju ke arah seorang wanita paruh baya yang nampak berjalan dengan santainya keluar dari sebuah bangunan yang menjulang tinggi dan menghadap ke arah Rumah sakit.


Melihat bongkahan batu itu melayang ke arahnya wanita paruh baya itu hanya  menggerakkan sedikit tangannya membuat batu itu hancur berkeping keping.


"Astaga" Misari sangat terkejut akan hal itu dan dengan cepat dia berlari ke arah wanita paruh baya itu, Misari dengan cepat membungkuk dan meminta maaf atas apa yang dia lakukan terhadap wanita paruh baya itu.


Dia tidak menyangka bahwa ada orang di depannya ketika dia menendang batu itu dengan sangat keras.


"Berguru dengan anda, maaf bukan maksud saya menolak keinginan anda bibi, tapi saya adalah seorang murid dari akademi Naga Timur jadi tidak boleh sembarangan mengangkat orang sebagai Guru" Ujar Misari.


Menurutnya apa yang dikatakan oleh wanita itu sangat mendadak dan begitu tiba-tiba, dia tidak mengharapkan menjadi murid dari orang yang baru saja ditemui karena paman dan bibinya saja sudah masuk papan peringkat orang terkuat di kota Lamongan.


"Apakah kau masih ragu akan kekuatan yang aku miliki, kalau begitu aku akan menunjukkan sedikit kekuatan ku kepadamu" ujar wanita paruh baya itu kemudian dia mengeluarkan dua pasang sayap dari punggungnya dan dengan sayap itu dia melesat ke udara membawa Misari bersama dengannya.


Begitu dibawa terbang oleh wanita paruh baya itu Misari cukup terkejut, dia tidak tahu bahwa kekuatan yang akan ditunjukkan oleh wanita itu adalah terbang, selain itu Misari juga tidak berani memberontak karena jika dia memberontak dan terlepas dari cengkraman wanita paruh baya itu maka dia akan terjatuh dari ketinggian.

__ADS_1


Setelah mencapai ketinggian tertentu, wanita paruh baya itu berhenti dan menciptakan sebuah roda api dan melemparkan roda api itu di bawah kaki Misari.


"Aku tidak bisa menunjukkan kekuatan kau di bawah sana karena akan menciptakan sebuah kegemparan, kau tunggulah di atas roda api ini, tenang saja karena kau tidak akan terjatuh maupun terbakar karena api yang menyelimuti roda api ini adalah kekuatan spiritual milikku" Ujar wanita itu dan setelahnya Misari naik ke atas roda api sesuai apa yang diminta oleh wanita paruh baya itu.


Benar saja roda api yang diinjak oleh Misari saat ini, tidak hanya bertahan di udara, bahkan api yang menyelimutinya tidak melukai nya sedikitpun, bahkan terkesan sangat nyaman dan menenangkan baginya.


Setelah Misari naik ke atas roda api milik wanita paruh baya itu, wanita itu mengangkat kedua tangannya dan seketika langit berubah menjadi merah darah.


Bahkan merahnya langit saat ini dapat dilihat oleh orang-orang yang ada di daratan, mereka menolehkan kepalanya ke atas langit menyaksikan sebuah kejadian luar biasa yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup.


Misari sendiri cukup tercengang dengan apa yang dia lihat, Misari bisa melihat semua awan yang ada di sekitar mereka habis dilalap oleh api yang mana hal itu belum pernah tertulis maupun dijelaskan di buku manapun.


Membakar awan, lagipula siapa yang akan percaya dengan hal seperti itu? 


"Bibi ini memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, jika aku berguru dengannya maka aku bisa melewati Leo!" ujar Misari sambil mengepalkan tangannya, tidak ada alasan untuk menolak ajakan wanita paruh baya itu untuk menjadi muridnya.


Bukan kerugian, tapi keuntungan yang akan dia dapatkan ketika dia berlatih bersama dengannya dan bisa dipastikan, kekuatannya akan meningkat drastis setelah menjadi murid wanita paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2