Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Penegasan


__ADS_3

Berita kehamilan Luziana pun sampai ke telinga Mommy dan Meysa. Mommy Liona yang sebenarnya sudah tahu duluan dari Papi Devan, tetap saja mendengar langsung dari putra sulungnya, membuat nya makin bahagia mendengar berita tersebut.


"Kamu hamil Luziana sudah beberapa bulan?" Tanya Mommy Liona dengan senyum sumringah.


Luziana menatap suaminya, Renaldy melihat istrinya menatap ke arahnya, pria itu tersenyum tipis.


"Sudah 3 bulan Mommy" Sahut Luziana seraya tersenyum.


"Benarkah arghh.. Mommy senang banget bentar lagi jadi nenek!" Ucap Mommy Liona yang terlihat sangat bahagia. Penantian pengen punya cucu sekarang terwujud.


"Papi kita bakalan punya cucu..." Seru Mommy Liona kepada suaminya.


"Iya Mommy, Papi tahu.." Balas Pria paruh baya tersebut seraya tersenyum tipis melihat istri kegirangan.


"Kamu Luziana gak boleh capek-capek sekarang, kalau pengen sesuatu bilang aja ke Mommy ya jangan malu-malu apa yang kamu minta pasti Mommy buatin. Dan kalau suami mu jahat-tin kamu bilang juga ke Mommy, biar Mommy geprek dia jadi ayam penyet" Renaldy yang mendengarnya seketika mukanya jadi masam.


Luziana manggut-manggut kepalanya sebagai jawaban. Ntah kenapa malam ini dirinya sangat bahagia, melihat kedua orang tua suaminya menerima kehamilan dengan sangat bahagia.


Kalau nanya sikap Mommy Liona yang kejam itu kemana sekarang kok dah beda. Sikap Mommy Liona yang suka nyuruh-nyuruh menantunya itu. Karena wanita paruh baya itu gak ingin menantunya malas-malasan. Minimal setidaknya bisa di banggakan, bisa masak, bisa bersih rumah. Cuman perlakuan nya saja yang salah. Misalnya Mommy Liona sudah duluan mengetahui, Luziana hamil. Dia tidak akan memperlakukan menantunya dengan semena-mena seperti sebelumnya.


Semua orang tampak bahagia di ruang meja makan, cuman satu orang yang duduk tanpa ekspresi apapun. Siapa lain kalau bukan Meysa.


Meysa yang mendengar berita kehamilan Luziana, hanya diam saja tanpa ekspresi apa-apa. Semua pandangan pun tertuju kepada Meysa yang sedari tadi hanya diam.


Yang tadi heboh, kini menjadi senyap. Meysa yang akan sadar semua orang menatapnya, langsung berdiri dari kursi, tanpa mengeluarkan sepatah katapun dia meninggalkan ruang makan. Lagipun makan malamnya sudah selesai.


Papi Devan yang melihat sikap putri bungsunya, hanya bisa menghela nafas panjang.


"Sudah jam sembilan malam, waktunya untuk tidur. Yuk Mommy besok lagi bicara sama menantunya, biarkan Luziana istirahat dulu. Lagipun dia sedang hamil gak boleh bergadang-begadang, ya kan Al" Ujar Papi Devan seraya melirik sekilas arlojinya. Mommy Liona yang masih ingin, bicara banyak terpaksa mengurungkan niatnya. Karena waktu semakin malam.


Renaldy mengangguk kepalanya mengiyakan. Pria itu pun menuntun istrinya ke kamar.



"Sya.." Panggil Renaldy kepada adik perempuannya. Pria itu kini berada kamar Meysa, ada sesuatu ingin ia tegaskan kepada adiknya itu.



Meysa yang belum tidur pun menyahutnya.


__ADS_1


"Hmm apa.." Sahut Meysa cuek.



"Kak Al ingin bilang sesuatu sama kamu! kakak ingin kamu menerima Luziana sebagai kakak ipar kamu, dan satu lagi perlakukan dia sebaik-baiknya. Kakak gak ingin kamu sampai menyakiti Luziana. Apalagi sampai menghina dirinya. Kakak gak mau itu! bila itu terjadi kakak gak akan segan-segan berbuat sesuatu yang tidak baik kepada mu" Ujar Renaldy penuh penegasan.



Meysa yang mendengarnya, mendengus kesal.



"Iyaa.." Balas Meysa yang gak ikhlas.



Renaldy menghela nafas panjang. Sebelum membuka suaranya kembali.



"Kak Al pergi dulu, selamat malam" Pamit Renaldy dengan ekspresi datarnya.




"Semua orang pada menyebalkan, gak ada gitu.. ngertiin perasaan gue. Ujung-ujungnya pada berpaling ke Luziana doang. Cek' semua orang berpikir kalau gue terlalu bahagia punya banyak harta. Padahal enggak sama sekali" Meysa yang sudah mengantuk memejamkan matanya.



"Kamu belum tidur.." Ucap Renaldy yang melihat istrinya yang sedang menatap dirinya, seraya Renaldy menutup pintu kamar.


"Belum, mas.." Rengek Luziana kepada suaminya.


"Apa sayang.." Balas Renaldy yang kini sudah berada di samping istrinya.


"Aku besok boleh sekolah ya" Luziana menatap suaminya dengan penuh harap, bahwa diizinkan untuk pergi sekolah.


"Buat apa sih sekolah? mending di rumah aja. Kamu dengarkan apa kata dokter kemarin. Kalau kandungan mu lagi lemah" Ujar Renaldy penuh pengertian. Karena mereka gak opname di rumah sakit kemarin, langsung pulang terus. Renaldy ingin memangil beberapa perawat untuk merawat istrinya di rumah saja.


"Tapi kan besok ujian naikan kesal. Tanggung mas udah mau ujian" Ucap Luziana dengan mata sendu.

__ADS_1


Renaldy menghela nafas berat, melihat istrinya yang keras kepala.


"Yaudah boleh. Tapi ada syaratnya! gimana kita mengulangi apa yang di lakuin macam kemarin lusa" Balas Renaldy dengan tatapan menggoda. Luziana yang mendengarnya, mencoba-coba mengingat apa yang mereka lakukan kemarin lusa.


"Yang lakuin apa?" Luziana masih belum mengerti apa maksud suaminya.


Renaldy menyeringai melihat istrinya yang kayaknya pura-pura lupa. Padahal memang benar-benar lupa.


"Ituloh.. lakuin hubungan suami istri" Bisik Renaldy di telinga istrinya. Luziana yang mendengarnya langsung terkesiap.


"Iih.. mesum" Luziana menatap suaminya dengan tatapan menggelikan. Renaldy yang melihat tatapan istrinya, merasa gak suka.


"Kamu kenapa natap mas kayak begitu.." Ucap Renaldy seraya menaikkan alisnya.


"Mas, dasar mesum.. ni ya malam ini seharusnya aku belajar. Untuk ujian besok, bukan melakukan hal yang aneh itu.." Balas Luziana dengan raut wajah kesal.


"Itu bukan aneh sayang.. itu juga belajar. Kamu aja yang gak tahu" Ucap Renaldy santai.


"Apa-apaan belajar kayak gitu. Yang ada lakuin itu otak jadi bodoh" Ketus Luziana jutek. Bicara soal urusan ranjang, membuat Luziana menjadi tidak mood.


"Tullah ni.. kamu belajar tentang IPA selalu setengah-setengah pasti ni" Goda Renaldy seraya tersenyum tipis.


"Lakuin itu gak buat kita bodoh sayang.. Kalau lakuin itu buat kita bodoh. Gak mungkin dedek bayinya tumbuh di rahim kamu. Itu juga termasuk pembelajaran IPA loh! cuman kita prakteknya langsung" Ucap Renaldy dengan santai. Muka Luziana seketika memanas mendengarnya.


"Bacot.." Tukas Luziana seraya menarik selimutnya, dan langsung memejamkan matanya.


Renaldy melihat tingkah istrinya, tertawa dalam hati. Kalau tertawa keras-keras, takut image nya rusak.


"Cuman di bilang gitu doang, ngambek. Gak asik ah kamu"


Bersambung...


...----------------...


Instagram author yang: kakmauly_03. di unfol aja


Follow Instagram author yang ini saja: maulyy_05


Bagi yang follow author update cepat deh, tapi gak janji 🤭


Jangan lupa dukunganya ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2