Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Pesta Ekskul


__ADS_3

"Luziana Lo semalam ada pergi ke pasar malam sama cowok ya.." Tanya Lisa yang mengingat pasca di pasar malam, yang melihat Luziana yang pergi bersama Pria yang menurutnya tidak asing.


Luziana yang di lontarkan pertanyaan seperti itu langsung mengeleng kepalanya cepat.


"E-nggak ada kok, aku tadi malam di rumah tidur!" Balas Luziana yang sedikit terbata-bata. Mendengar jawaban Luziana membuat Lisa makin curiga.


"Masa! jelas-jelas aku ada liat Lo pergi berdua sama cowok. Cowok itu seperti kayak Re.."


"Pengumuman pada seluruh siswa siswi harap berkumpul di aula segera." Ucapan Lisa terpotong oleh suara pengumuman dar toa itu. Karina sedari tadi diam bangkit dari kursi kedai, kini mereka berada kedai yang biasa mereka sering jajan pas waktu istirahat.


"Yuk ke aula di suruh kumpul tuh" Ajak Lisa lalu di mereka bertiga mengangguk kepalanya mengiyakan.


Di atas panggung aula sudah ada, berdiri Meysa, Jihan lalu Vian. Meysa sudah mengatakan kalau dirinya, ingin membuat acara pesta ekskul sebagai untuk perpisahan sekolah bagi kelas dua belas. Mereka mengangguk setuju dengan ucapan Meysa. Dan membuat acara pesta ekskul itu butuh biaya, dan biaya itu akan mereka kumpul dari siswa siswi yang ikut acara tersebut.


"Luziana Lo gak ikut berdiri di panggung aula. Lo kan anak OSIS" Tanya Lisa yang kini mereka sudah berada duduk di kursi aula, sembari menatap yang berdiri di atas panggung itu anak OSIS semua.


"Malas" Balasnya Luziana enteng. Lisa mendengarnya mengeleng kepalanya.


"Mancam bukan anak OSIS aja Lo" Ucap Lisa sembari terkekeh. Biasanya anak OSIS ada kegiatan apa pun itu, para osis harus ikut membuat kegiatannya, tapi beda dengan Luziana. Perempuan itu sangat malas ikut membuat kegiatan tersebut. Seperti bukan sikap anak OSIS kali ya! kan.


"Halo para semua murid mohon maaf sudah mengganggu makan siang kalian. Kami disini cuman ingin menyampaikan, para osis akan mengadakan acara pesta ekskul seba-" Belum selesai berbicara, suara Jihan sudah terpotong dengan suara teriakan kerumunan para murid yang sudah berkumpul di aula.


"Yeay..." Seru mereka senang mendengar berita tersebut.


Meysa yang mendengar teriakkan senang para murid. Segera mengambil alih microfon.


"Tolong semua mohon diem! acara pesta ekskul akan di selenggarakan di hotel de Hervandez" Mendengar acara ekskul nya akan di adakan di hotel ternama dan paling termahal. Membuat mereka semuanya mendengarnya terdiam.


Luziana yang melihat semuanya pada diam padahal tadi ribut, jadi bingung.


"Kenapa jadi pada diam semua" Gumam Luziana bingung.

__ADS_1


Sementara Jihan, dan Vian ikut di buat gak kalah bingung juga mendengar pernyataan dari Meysa.


"Bukannya hotel itu mahal banget ya..."


"Iya betul tuuh, tapi ngapain dia adakan acara pesta ekskul di situ.. kita kan mana mampu membayarnya"


Terdengar suara para murid menyunjing tentang acara ekskul di selenggarakan di hotel Hervandez.


"Ck'gila banget ngapain coba di adakan acara ekskul di tempat mahal itu" Ujar kesal Lisa.


"Emang kenapa kalau di adakan di hotel itu" Tanya Luziana mengerutkan dahinya heran.


"Gini ya Luziana. Kalau kita masuk ke hotel kita harus bayar sampai puluhan juta, jadi kita mana mampu. Bukan gak mampu, tapi ngapain coba habis-habisin uang karena acara pesta ekskul itu doang" Ujar Anita yang menjawab keheranan Luziana. Luziana mengangguk kepalanya paham sebagai jawaban.


"Gimana gak mahal coba, bangunannya aja terbuat dari emas semua. Apalagi orang yang datang ke hotel itu orang turis semua" Celetuk Lisa seraya mengeleng kepala betapa bagus hotel de Hervandez tersebut.


"Kalian semua jangan memikirkan biayanya, biayanya bakal di kurangi kok jadi Lima juta" Seru Meysa yang melihat guratan wajah mereka yang, bingung tentang biayanya.


Muka mereka tadi suram kini menjadi senang kembali. Mendengar biayanya cuman segitu, kalau segitu mereka mah bisa pergi.


Lisa, Anita, tersenyum semuringah. Biaya tersebut murah bagi diri mereka. Mereka aja jajan uang sebulan sekali sepuluh juta. Gimana gak murah coba, kalau biaya pergi hotel de Hervandez cuman keluarin biaya Lima juta. Apalagi hotel itu, hotel ternama, ya pasti mereka harus pergi.


"Murah kok biayanya mana ada mahal" Ujar Lisa sembari terkikik geli. Gimana gak murah biayanya aja sudah di kurangi oleh anak pemilik hotel itu kok.


"Bagi kalian, kalau bagi aku gak" Ketus Luziana.


"Kumpul uangnya sama Jihan, jadi sekali lagi kami mohon maaf sudah menyita waktu istirahat kalian terimakasih" Ujar Meysa mengakhiri.


*


*

__ADS_1


"Kak Al.." Panggil Meysa yang melihat kakaknya lagi berjalan menuju kamarnya. Renaldy membalikkan badannya mendengar ada seseorang memanggil dirinya.


"Hmm ada apa" Sahut Pria itu melihat adiknya. Renaldy mengerutkan dahinya heran, kenapa Meysa belum tidur padahal sekarang sudah pukul dua belas malam. Apalagi besok harus sekolah.


"Meysa cuman ingin minta sesuatu kok, habis itu tidur balik Kakak tenang aja" Ujar Meysa yang melihat kerutan bingung di wajah Renaldy.


Renaldy mengehela nafas panjang. "Kenapa gak mintanya, lewat wa aja. Kalau minta langsung kan kamu harus menunggu lama kakak pulang" Ucap Renaldy yang sebenarnya gak ingin melihat adiknya harus gak bisa tidur, karena dirinya lama pulang.


Meysa terkekeh kecil. "Tadi udah tidur kok, cuman sekarang karena tiba terbangun aja ingin makan buah. Melihat kakak udah pulang ingin sampai aja langsung apa permintaan Meysa" Renaldy mendengarnya mengaguk kepalanya paham.


"Kak Meysa ngadain acara ekskul sekolah di hotel milik keluarga kita. Hotel de Hervandez, tapi harganya gak sesuai dengan harga aslinya gak papa kan" Ujar Meysa yang menyampaikan apa keinginannya.


"Gak papa kok, nantik kakak telepon manajer hotelnya buat khusus sekolah kalian murah, dengan acara yang begitu mewah. Emang kapan acaranya" Tanya Renaldy dengan eskpresi datar.


"Acaranya di hari sabtu ini, di malam hari acaranya" Sahut Meysa seadanya.


Renaldy mengangguk kepalanya mengiyakan.


"Tapi murah banget Loh harganya Meysa kurangi jadi Lima juta" Celetuk Meysa takut Kakaknya marah.


"Iya! kalau gak bayar pun gak papa" Ucap Renaldy yang melihat keraguan di diri Meysa.


Meysa mendengarnya tersenyum. "Makasih kak i love you tou" Ucap Meysa lalu berlenggang pergi.


Renaldy mendengarnya, hanya menanggapi senyuman tipis. Hubungan mereka terlihat sudah baikan, padahal tadi malam Meysa mengatakan membenci kakaknya. Soalnya karena tadi pagi sebelum hendak Meysa pergi sekolah. Renaldy minta maaf atas perlakuannya, dan mengasih sebuah permintaan untuk Meysa. Apa yang meysa minta pasti dia bakal usaha penuhi.


Sementara Luziana juga di buat galau dengan biaya acara ekskulnya itu. Apalagi dia bukan dari keluarganya yang berada, kalau minta sama Papa Haris gak mungkin, karena papanya itu pelit banget dengan Luziana beda dengan Febby. Apa Febby minta pasti selalu di turuti. Kalau Luziana minta padahal cuman hanya uang jajan aja gak di kasih oleh papanya itu. Makanya dia sering minta uang itu sama Mama Safira.


Melihat dirinya gak mungkin minta sama papanya. Dia putuskan minta uang sama suaminya. Bakal di kasih atau gak itu urusan belakangan. Yang penting dia sudah berusaha memintanya. Eh tahunya mendengar suaminya masuk ke kamar, dia malah kabur lari ke kasur.


Renaldy menatap sekitar melihat istrinya sudah tidur, tapi sebenarnya pria itu tahu kalau istrinya belum tidur. Karena sebelum membuka pintu kamar dia ada mendengar derap langkah kaki. So Pria itu tidak peduli amat, mungkin saja istrinya itu baru habis belajar. Liat aja tuh buku tulis nya terbuka sekaligus buku cetaknya, di atas meja belajar. Padahal Luziana belum tidur itu untuk menunggu suaminya pulang.

__ADS_1


"Ayo.. Luziana minta jangan takut" Ucap Luziana menyemangati diri sendiri. Berlama-lama pura-pura tutup mata. Luziana pun bangun melihat ke arah samping, eh lupanya suaminya sudah tidur. Gimana gak tidur dah pukul jam satu malam. Ia pun menghela nafas panjang, lain kali aja deh minta.


Lupanya seperti itu berlangsung sampai hari Jum'at. Luziana gak kunjung berani minta uang sama suaminya. Dan semua murid uangnya sudah kasih. Tinggal cuman dia sendiri belum kasih uangnya.


__ADS_2