Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Sutra


__ADS_3

Luziana turun dari mobil, menatap rumah mewah milik orang tua suaminya. Kini mereka sudah berada di rumah mewah itu. Renaldy yang sudah di izinkan pulang dari rumah sakit merasa sedikit tenang.


Mancam seperti biasa, Mommy Liona yang mengetahui putra sulungnya sudah di boleh pulangkan dari rumah sakit. Menyambut putranya di depan pintu rumah.


"Al... gimana keadaan kamu udah lebih baikan, kan. Makanya lain kali, kalau ada tugas berat itu lebih baik gausah ikut. Lebih baik mending kamu buat cucu untuk mommy. Ya kan Luziana" Luziana yang di tanyakan hanya tersenyum melihat Mommy Liona terkekeh kecil. Renaldy yang sedari tadi ekspresi datar, mampu menghela nafas kasar mendengar perkataan Mommynya.


Tidak jauh dari situ, di balkon Meysa melihat kehangatan di hubungan mereka. Cewek itu memutar bola matanya malas.


"Bersenang-senang lah kau Luziana, tiba pada saatnya. Jangan sampai tawa mu menjadi air mata" Monolog Meysa dengan sinis. Cewek itu pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Yang terhubung dengan balkon.


"Yuk.. masuk! Al kamu jangan lupa istirahat. Lebih sementara waktu jangan kerja dulu. Karena kamu baru sembuh dari sakit" Ujar Mommy Liona memperingati Renaldy. Pria itu hanya mengangguk mengiyakan peringatan Mommynya.


*


*


"Kemana aja Lo pasca habis kejadian penembakan di hotel permata itu" Tanya Karina dengan ketus. Luziana yang sedang menyeruput jusnya, menjadi berhenti.


"Tiba-tiba hilang begitu saja" Sambungnya lagi.


"Ya aku waktu itu di suruh jadi bukti, maksudnya menceritakan tentang kejadian penembakan orang kriminal itu. Bagaimana saat bisa terjadi kejadian itu, sampai aku di sekap sama orang asing" Bohong Luziana yang berusaha seperti tidak terjadi sesuatu. Gak mungkin kan dia menceritakan habis kejadian penembakan itu, kalau dirinya menemani suaminya yang lagi sakit, akibat luka bakar terjadi peledakan di hotel itu.


"Ouhh... tapi kenapa Lo libur sampai tiga hari. Gak mungkin kan cuman cerita sampai libur sekolah tiga hari" Ucap Anita dengan eskpresi tanda tanya.


"Ya..." Luziana memutar otaknya keras, memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan untuk temannya.


"Ya aku lagi ada acara waktu itu jadi gak bisa hadir untuk beberapa hari" Bohong Luziana, Karina, Anita Lisa menatap Luziana dengan penuh selidik. Mencari kebohongan pada diri perempuan itu. Tidak mau terlalu pikirkan.


Mereka hanya mengangguk paham.


"Sumpah nj*r waktu itu kita beruntung banget bisa jumpa jenderal Renaldy.." Seru Lisa heboh mengingat pasca kejadian tiga hari lalu itu.

__ADS_1


"Benar itu.. tapi waktu itu, kalian berdua bikin maluin aja tahu ya kan Karina" Ucap Anita kepada Karina minta persetujuan. Karina sedari diam aja, mengangguk kepalanya mengiyakan.


"Bikin malu? gak ada ya kami berdua malu" Ucap Lisa membela dirinya.


"Ck'.. itu aja lupa, pokoknya ada kalian bikin kalian malu tahu. Pas ngomongin... sutra nah itu malu banget cuy dengarnya. Mereka sudah dari tadi di situ mendengar pertengkaran kalian. Apalagi pas ngomongin sutra" Ujar Anita panjang lebar.


"Masa sih mereka sudah dari tadi" Tanya Lisa yang gak percaya bahwa mereka ada juga mendengar pertengkaran dirinya dengan Luziana.


"Betul sudah dari tadi mereka, sebelum kau kasih pertanyaan apa itu sutra kepada Luziana" Balas Anita dengan ekspresi serius.


Luziana yang hanya menyimak ikut turut bicara.


"Emang kenapa kalau ngomongin sutra, sutra itu kain kan" Celetuk Luziana. Emang ada benar kalau sutra itu kain, ulat sutra dan lain-lainnya. Tapi yang mereka maksud itu beda .


Karina yang sedang minum hampir muncrat, mendengar perkataan Luziana.


"Kain? bukan kain tol*l" Karina mengelengkan kepalanya gak habis pikir dengan kepolosan temannya itu.


"Terus apa kalau bukan kain?" Luziana menaikkan alisnya bingung.


"****** bege" Tawa mereka bertiga pecah, sambil memukul meja kedai saking lucunya bagi mereka.


"Haha.. cukup-cukup sakit perut gue ketawa mulu" Anita mengambil air minum botol Aqua di depannya, lalu meminumnya.


Karina yang melihat ekspresi Luziana hanya diam saja, seperti orang bingung. Menaikkan alisnya.


"Lo tahu ****** kan" Karina dapat menebak dari ekspresi bingung teman karibnya itu.


Luziana menggeleng kepalanya pelan. "Enggak, emangnya apa?"


Anita yang tengah minum menjadi tersedak. Hingga bulir air keluar dari mulut Anita mengenai Lisa. Lisa yang ingin tertawa terbahak-bahak berubah menjadi kesal.

__ADS_1


"Iiih Anita jorok tahu, abis baju kenak aku air mulut Lo" Ucap Lisa sambil mengelap bajunya yang terkenak air dari mulut Anita.


"Sorry sorry gue gak sengaja" Ia pun mengambil tisu dan membantu mengelap bajunya Lisa yang terkenak air dari mulutnya.


Karina mengeleng kepalanya pelan sembari menahan tawanya. Luziana melihat temannya sedari tadi asik tertawa merasa aneh.


"Gimana ya bilangnya" Karina gak tahu harus menjelaskan seperti apa tentang kond*m itu soalnya itu sensitif bagi cewek-cewek remaja seperti mereka. Apalagi itu ada menyangkut hal tentang alat kelamin Pria.


Karina berusaha menetralkan dirinya agar tidak tertawa.


"Ini ya!" Luziana mengangguk kepalanya.


"Kond*m itu untuk melakukan sek*. Apabila misalnya tak ingin hamil, pakai itu. Agar ****** tidak keluar masuk ke rahim wanita. Yang pakai kond*m itu laki bukan cewek" Muka Karina seketika merah padam menjelaskan tentang hal tidak senonoh itu. Luziana yang mendengarnya menjadi bergidik ngeri.


jangan sampai dia melakukan pakai alat itu. Batin Luziana sembari mengelengkan kepalanya membuang pikiran kotor itu.


"Nah nantik kau Luziana pengen gitu-gituan sama pacar kau! jangan lupa pakai kond*m itu di jamin gak hamil. Tapi kalau bocor yah.. mana gue tahu" Canda Anita yang berlebihan. Mereka kalau bercanda kadang-kadang adanya suka berlebihan biasa anak remaja, tapi hal seperti sebenarnya itu gak boleh gak baik.


Karina yang mendengarnya hanya mengehela nafas panjang.


"Tapi kalau bocor ya hamil lah... makanya pakai yang no drop! no bocor-bocor" Celetuk Lisa seraya tergelak tertawa.


Luziana yang mendengarnya, menjadi gak mood.


"Iih ngomong apa sih kalian kotor banget pikiran kalian itu. Mikir-mikir hal yang tidak senonoh" Ucap Luziana dengan wajah bersemu kemerahan.


Karina yang mendengarnya, menatap sinis kepada Luziana.


"Iih tadi Lo yang nanya begituan bego. Kami cuman jawab. Kenapa jadi salah kami coba?" Rasanya Karina ingin melempar temannya itu singapura.


...----------------...

__ADS_1


Mohon MAAF AUTHOR SELAMA INI TIDAK BISA UPDATE KARENA LAGI KURANG SEHAT.


Sekian terimakasih.


__ADS_2