
...Warning Baca nya selesai buka puasa. Dan dosa tanggung sendiri....
Renaldy mengungkung tubuh istrinya. Luziana yang ingin memberontak, gak bisa. Selain karena hormon hamil. Tubuhnya lebih kecil daripada suaminya.
"Kamu tahu letak kesalahan mu dimana.." Ucap Renaldy seraya menaikkan alisnya. Sementara Luziana mengerutkan dahinya gak tau, maksud letak kesalahannya dimana. Lalu ia mengeleng kepalanya pelan.
"Saya paling gak suka milik saya di dekati Pria lain" Tegas Renaldy bisik di telinga istrinya. Dan seketika mata Luziana membulat sempurna. Melihat suaminya sudah memulai buka bajunya.
Renaldy membuka jas kerjanya dan menarik dasi yang yang berada di lehernya. Luziana yang melihatnya perasaan makin kalang kabut. Ia pun berusaha memberontak dan ingin kabur dari suaminya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Renaldy yang kini sudah bertelanjang dada sembari mengungkung tubuh istri kecilnya.
"Mas.. yang kita lakukan ini sudah kelewatan batas" Ucap Luziana yang tidak pandai beralasan.
"Kelewatan batas mana nya, kita kan sudah menikah. Gak salah kan kalau berhubungan badan" Ujar Renaldy menyungging senyumnya. Tangan Renaldy berjalan di belakang badan Luziana. Luziana bisa merasakan tangan besar suaminya. Pengait bra nya pun terlepas. Sontak Luziana langsung menutup buah dadanya itu.
Senyuman Renaldy makin mengembang.
"Mas... aku belum siap, aku masih ingin sekolah" Ucap Luziana dengan mata berkaca-kaca.
Renaldy menaikkan alisnya. "Kenapa kalau masih sekolah, kamu takut hamil. Tenang kok coba sekali gak bakal hamil" Balas Renaldy santai. Padahal kenyataannya Luziana sudah hamil duluan.
"Tapi kita lakukan nya di kantor, kalau ada lihat gimana" Ucap Luziana yang berusaha mencari alasan. Agar dia tidak jadi di unboxing.
Renaldy yang mendengarnya menghela nafas panjang. "Gak ada yang berani masuk ke ruangan saya tanpa seizin saya. Kamu diam aja ya, kamu cukup menikmatinya" Ujar Renaldy dengan ekspresi susah di tebak.
Renaldy pun mencium bibir istrinya setelah menahan tangan istrinya itu. Luziana mengeluarkan suara merdu, membuat Renaldy menjadi bertambah semangat.
"Eugh.. mas" Panggil Luziana sela di ciuman panas.
"Huemm apa sayang..." Sahut Renaldy dengan suara lembut. Tidak seperti tadi yang nada tinggi. Luziana menahan tangan suaminya yang ingin membuka penutup kain terakhirnya.
Renaldy bisa merasakan lembut tangan istrinya. Yang memegang lengan kekarnya Pria itu.
"Kita lakuinnya di tempat kerja lohh.." Renaldy yang mendengarnya menyungging senyumnya. Kayaknya istrinya belum menyerah cari alasan.
"Gak papa.." Balas Renaldy dengan suara lembut di dengar. Dengan tangannya menarik penutup kain segitiga. Hingga lah Luziana tanpa sehelai benang sekali pun.
Luziana berusaha mencari selimut, sayangnya selimutnya berada di lantai. Ia pun berusaha menutupi tubuhnya dengan mengunakan tangannya.
"Jangan di tutup sayang.." Ucap Renaldy seraya menarik tangan istrinya. Dan berusaha membuka lebar paha Luziana.
Luziana hanya bisa memandang wajah suaminya. Yang tersenyum lebar. Tanpa melihat bagian bawah tubuhnya. Dengan satu hentakan Renaldy berhasil bagian intimnya masuk ke dalam goa istrinya.
"Auwhh.." Luziana meringis pelan sembari mengigit bibir bawahnya. Walaupun mereka sudah melakukannya sekali, tetap saja bagian intimnya masih terasa sakit. Meskipun Luziana tidak dalam keadaan sadar.
Luziana terasa pikirannya telah ternodai, dengan status masih sekolah. Dengan otak masih mikir tentang bumi itu bulat apa datar. Dan pelajaran sekolah, rumus matematika, fisika, kimia dan lainnya. Dan sekarang dia sedang melakukan secara dengan sadar yang menurutnya masih jauh di dalam pikirannya.
Sementara Renaldy yang jarang tersenyum, sifatnya dingin seketika jadi hangat. Dengan memangil istrinya, dengan embel-embel sayang. Apalagi melihat ekspresi istrinya yang antara mau atau gak.
"Sakit ya.." Tanya Renaldy seraya merapikan anak rambut istrinya. Luziana mengangguk kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Nantik gak sakit lagi kok, sakitnya di ganti dengan nikmat.." Bisik Renaldy di telinga istrinya.
"Apaan sih Lo langit narik-narik tangan gue" Sentak Meysa dengan kasar.
__ADS_1
Langit memutar badannya menatap Meysa dengan sorot matanya tajam.
"Jawab gue jujur... apa benar kalau Luziana musuh Lo itu, istri Kakak Lo itu" Tanya langit dengan ekspresi serius.
Seketika Meysa yang tadi ribu kini jadi diam.
"Hahaha... dia istri kakak gue? yang jelas aja Lo. Dia itu masih sekolah masa iya nikah sama kakak gue. Terus mana mungkin kakak gue menikah dengan rakyat jelata kayak dia... gak level" Cibir Meysa dengan sinis.
"Kayak Lo dasar cowok berandal, hobinya bikin khawatir orang tua. Habiskan duit orang tua" Sambung Meysa dengan angkuh.
Langit yang mendengarnya menghela nafas panjang.
"Kok bisa ya gue suka sama cewek kayak Lo " Gumam Langit. Namun dapat di dengar oleh Meysa tapi samar.
"Lo bilang apa tadi?" Tanya Meysa seraya menaikkan alisnya.
Renaldy orangnya lebih ke diam, daripada menceritakan hidupnya. Dan kekuasaan pria itu sangatlah besar. Jika di bilang Renaldy lah orang yang satu-satunya yang bisa jatuhkan Meysa. Papi Devan saja juga mengetahui kekuasaan putra sulungnya itu. Lagi pula Renaldy sebenarnya itu cuman menghargai permintaan orang tuanya bukan karena takut.
Renaldy diam-diam menyimpan seribu rahasia. Jika dia sekali bergerak. Orang mancam kayak Mommy Liona, Papi Devan bukan apa-apa baginya.
"Mas.. udah cukup" Ucap Luziana sembari menahan desahnya.
"Hmm bentar dulu sayang tunggu benih nya keluar.." Bisik Renaldy seraya tersenyum. Melihat istrinya sebenarnya menikmati, tapi tidak mau.
Luziana hanya bisa pasrah apa yang di lakukan oleh suaminya.
"Jangan di tahan di keluarkan saja, gak ada dengar kok," Ucap Renaldy yang melihat istrinya menahan desahnya.
Sementara Luziana menatap suaminya dengan lemas Yang sedang berpacu di tubuhnya. Sedangkan Renaldy tersenyum hangat yang menindih tubuh istri kecilnya. Padahal tubuh Luziana gak ada namanya montok, atau pun bohay dan atau ideal sekalipun. Tapi Renaldy sudah sangat menikmatinya.
Cahaya kamar itu redup, cuman ada cahaya sinar matahari siang yang tembus dari gorden. Dan Luziana tidak melihat pusaka punya suaminya, kini aja dirinya sudah sangat malu. Cuman melihat perut sixpack suaminya. Yang begitu wah bagi pencinta roti sobek.
"Mas aku mau pipis..." Rengek Luziana yang sudah mulai memberontak. Renaldy yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. Dirinya aja belum apa-apa istrinya sudah mau duluan.
"Sabar ya sebentar lagi.." Ucap Renaldy lembut seraya menambahkan kecepatan hentakannya. Luziana yang melihat suaminya, bukan berhenti malah menambahkan kecepatan itunya. Membuat Luziana jadi kesal.
"Mas Luziana pengen pipis..." Ucap Luziana dengan nada naik beberapa oktaf.
__ADS_1
"Sebentar ya bentar lagi mas sebentar mau nyampe juga" Balas Renaldy memberi pengertian kepada istrinya. Tapi Luziana malah makin merengek-rengek. Membuat Renaldy mencium bibir istrinya yang dengan sangat menuntut. Sedangkan tangan Luziana memengang punggung suaminya. Kalau tanya? kayak di cakar gitu gak ada, soalnya kuku Luziana itu gak tajam. Perempuan itu gak suka memanjangkan kukunya. Dai selalu memotong kukunya.
Kamar yang serasa dingin itu terasa jadi panas. Padahal suhu AC kamar tersebut sangat lah lumayan tinggi.
Renaldy yang ingin sampai puncak makin menambah kecepatannya. Dan terjadilah erangan panjang antara keduanya.
"Aghkk..." Luziana pun terkulai lemas dan mulai memejamkan matanya. Merasa sensasi lahar panas yang memasuki rahim nya.
"Capek ya.." Tanya Renaldy yang kini sudah tidur di samping istrinya sembari kedua nya sudah tertutup satu selimut. Luziana merespon pertanyaan suaminya dengan anggukkan kepala.
"Enak..." Tanya lagi Renaldy seraya tersenyum tipis. Luziana mengangguk kepalanya mengiyakan, tapi langsung mengeleng kepalanya tidak. Renaldy yang melihatnya nampak sekali bohongnya.
"Mau nambah lagi.." Lontar pertanyaan Renaldy seraya terkekeh kecil. Luziana langsung mengeleng kepalanya cepat.
"Hahaha.." Renaldy tergelak tertawa. Tawa pria itu yang sudah lama menghilang kini kembali. Apalagi disini Renaldy banyak bicara, dari pada biasanya diam, dan gak peduli.
"Yaudah bobo aja.." Tukas Renaldy seraya mendekap tubuh mungil istrinya. Dengan tangannya merapikan rambut Luziana yang panjang terurai. Dan menghirup wangi rambut Luziana sungguh candu bagi Renaldy. Padahal Renaldy ingin menambah ronde lagi, tapi melihat istrinya yang sudah terkulai lemas. Jadi lebih tidak ingin menambah lagi.
Lima menit Renaldy tidur. Tiba-tiba pria itu terbangun karena dering ponsel.
Dringg...
"Assalamualaikum tuan muda Renaldy.. Orang dari perusahaan dari Eropa sudah menunggu beberapa menit untuk meeting dengan tuan. Apa lebih baik di batalkan saja" Tanya sekretaris Seno di sebrang telepon.
"Walaikumsalam, gausah saya bentar lagi bakal datang. Kau persiapkan apa yang perlu di pas saat meeting" Titah Renaldy dan langsung mengakhiri teleponnya. Pria itu pun segera bersiap-siap.
Beberapa menit kemudian, pria itu siap dengan setelan jas hitamnya. Dan rambut yang licin nya tersisir rapi. Dan aroma parfumnya yang begitu sangat menggoda.
"Saya pergi bentar dulu! cuman sebentar, bentar lagi saya balik. Kamu tidur yang nyenyak ya.." Pamit Renaldy kepada istrinya yang sedang tertidur pulas seraya mengecup kepala istrinya. Pria itu pun melirik arlojinya yang sudah pukul berapa sekian. Lalu berlenggang pergi menuju lobby.
Para staf karyawati tercengang melihat ketampanan Tuan muda mereka yang terlihat baru habis mandi. Terlihat begitu sangat tampan. Pikiran mereka tidak tertuju hal yang kotor. Cuman Seno aja yang tahu, Kalau tuanya mandi gini habis selesai ngapain.
"Ehemm.." Seno berdehem untuk memecahkan kekaguman Karyawati. Para staf karyawan membungkuk hormat pada atasan mereka.
Kalau tanya kenapa cuman Seno aja yang tahu. Padahal semua staf karyawan melihat, kalau Renaldy membawa seorang gadis ke ruangannya.
Ya mereka mengira gadis yang dibawa oleh Renaldy itu sepupunya gitu atau apalah gitu. Gak berpikir bahwa itu istri atasan mereka. Dan cuman Seno aja yang tahu kalau gadis yang di bawa Renaldy, itu istri atasannya.
...----------------...
Maaf ya.. tidak terlalu hot karena lagi di bulan puasa xixi🤣. Dosa tanggung sendiri.
Author buat update nya sampai tengah malam :). Gimana hari ini ada kegiatan pagi lagi dahlah libur update gpp kan🤭.
Jangan lupa dukunganya....
...BONUS VISUAL BUAT KALIAN
...
...Visual Luziana Afriani...
...VISUAL RENALDY DIRGANTARA HERVANDEZ ...
Gak suka dengan visual Renaldy, ya skip aja ya.. bagi author sudah bagus yang ini visualnya 🤗😍.
__ADS_1