
"Hay kakak ipar sudah lama kita tidak berjumpa" Sapa Meysa seraya tersenyum dengan melambaikan tangannya. Kini masker dan kacamata hitam yang ia pakai tadi sudah gadis itu lepas.
Luziana yang sudah menghidangkan jusnya, nampak tercengang melihat Meysa. Tapi perempuan itu memilih diam. Dan lalu mendaratkan bokongnya di sofa single.
"Silahkan di minum" Ucap Luziana mempersilahkan. Mereka berdua pun mengangguk mengiyakan, lalu meminum jus yang telah di hidangkan.
"Mas Al gak pulang harini, dia baru pulang besok. Kalau kalian ingin nunggu yah silahkan. Kalau gak yah boleh pulang" Ujar Luziana menjelaskan.
Mommy Liona yang mendengar, perkataan Luziana. Melentakan kembali gelas yang berisi jus itu di meja.
"Kami nunggu aja, dan juga ingin nginep disini bolehkan?" Pinta Mommy Liona kepada menantunya.
Luziana yang di pinta pun nampak menimbang-nimbang. Apalagi dirinya sedang hamil, terus bagaimana kalau ketahuan?
Luziana pun menatap wajah mertuanya, yang seperti menunggu jawaban yang akan dia berikan. Sementara Meysa sibuk dengan jus dan cemilan yang juga Luziana telah ia hidangkan untuk mereka.
"Kalau gak boleh gak papa" Timpal Meysa seraya meminum jusnya.
Luziana mengangguk kepalanya. "Boleh kok," Sahutnya.
Dua wanita yang berbeda umur itu pun nampak berbinar-binar mendengar, Luziana yang memperbolehkan mereka menginap di rumah baru mereka.
"Boleh nuntun kami ke tempat kamarnya?" Pinta Mommy Liona lalu di angguki kepala oleh Luziana. Mommy Liona, Meysa dan begitu Luziana pun bangkit dari sofa dan menuju ke kamar tamu.
Selama berjalan menuju kamar tamu. Meysa sedari tadi memperhatikan Luziana dari kepala sampai ujung kaki. Luziana yang menyadari Meysa sedari tadi memperhatikannya, merasa cemas.
"Aku lihat penampilan kamu lebih berisi daripada sebelumnya, hamil kah?" Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Meysa, membuat langkah Mommy Liona dan Luziana jadi jadi terhenti.
Luziana yang di lontarkan pertanyaan seperti itu. Menautkan jarinya cemas, dan detak jantung nya pun berdetak lebih cepat dari pada biasanya.
"Apa benar itu Luziana? Apa yang di bilang Meysa" Tanya Mommy Liona dengan mata berbinar-binar.
Luziana tersenyum tipis. "Luziana mana lagi hamil Mommy, kan bulan kemarin habis keguguran. Mana cepat banget dah ngisi, ini mungkin berisi karena banyak makan" Ujarnya berbohong. Mommy Liona yang mendengar perkataan Luziana. Merasa gak enak hati.
"Maafin Mommy ya! Mommy bukan ingin ngungkit apa yang telah terjadi kok" Ucap Mommy Liona dengan raut wajah sedih.
Luziana pun mengeleng kepalanya. "Gak papa, namanya udah takdir" Balas Luziana yang berusaha biasa saja.
"Takdir darimananya? Bukan kamu sendiri yang bunuh darah daging kamu sendiri?" Celetuk Meysa dengan tampang wajah yang tak berdosa. Mommy Liona pun menginjak kaki putrinya, merasa kesal dengan perkataannya. Membuat sang empu meringis kesakitan.
"Ayo sambung jalan lagi, Mommy capek dah pengen tidur" Ujar Mommy Liona mengalihkan pembicaraan. Mereka pun melanjutkan langkahnya. Hingga sampai ke kamar tamu.
__ADS_1
Mommy Liona pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Karena harini dah cukup melelahkan bagi dirinya.
"Mommy sadar gak sih? Perut si Luziana buncit" Ujar Meysa bertanya seraya duduk di tepi kasur. Mommy Liona yang hendak memejamkan matanya, kembali membuka kelopak matanya.
Mengerutkan dahinya. "Entah Mommy gak lihat kali soalnya, emang kenapa?" Tanya Mommy Liona seraya menatap Meysa yang duduk di tepi kasur.
"Yah hamil gak sih.." Setahu Meysa, Luziana itu gak pernah ia lihat badannya berisi selain waktu pas hamil anak pertama mereka. Yah melihat badan Luziana yang berisi sekarang pasti gak ada lain, selain lagi hamil. Kalau lagi gak hamil, pasti badannya gak akan berisi gitu. Walaupun mungkin saja karena dia banyak makan. Tapi kayak ganjal gitu, bagi Meysa.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? bahwa Luziana itu lagi hamil" Tanya Mommy Liona dengan penasaran. Meskipun Mommy Liona, tidak melihat kali menantunya, tapi di lihat penampilan Luziana biasa saja. Apa karena perempuan itu memakai cardigan. Ntalah Mommy Liona tidak tahu.
"Yah mommy lihat sendiri, waktu pas pertama kak Al nikah dengan Luziana. Badan Luziana kurus banget, lebih kurus dari pada badan umumnya. Kurus badannya seperti itu pun udah semenjak dari SMP. Gak pernah berubah sama sekali. Yah berubah badannya itu pun pas hamil anak pertama mereka, makanya Meysa mikir kalau Luziana itu lagi hamil sekarang" Ujar Meysa menjelaskan. Mommy Liona mendengarnya, merasa ada benar juga.
"Tapi dia bilang kan karena makan banyak, makanya gendut. Lagipun gendutin badan itu lebih mudah daripada kurusin badan" Balas Mommy Liona yang tak terlalu memikirkan apa yang Meysa, katakan. Lagipula selama Luziana tinggal di rumah mertuanya, di jadiin babu. Makanya kurus karena tertekan.
Meysa yang perasaannya masih ganjal, memilih mengangguk mengiyakan saja. Kemudian makan malam pun tiba. Saat makan malam tidak ada dari mereka berbicara. Cuman yang berbicara Meysa sama Mommy Liona. Sementara Luziana sibuk dengan makanannya. Hingga sampai makan malam itu pun selesai. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan tidur.
Malam pun berganti pagi. Pukul setengah enam Luziana yang selesai shalat melipat mukenanya. Tiba-tiba rasa mual menyerang, Luziana pun segera menaruh mukena yang telah ia lipat ke atas kasur.
Dan berlari menuju, ke kamar mandi. Disitulah Luziana memuntahkan isi apa yang di dalam perut nya.
Huekk..
Huekk..
"Kamu kenapa nak? Jangan bikin susah Buna bisa" Ucap Luziana dengan lesu seolah bicara, dengan kedua anak yang di dalam rahimnya.
"Luziana.." Perempuan yang sedang memuntahkan isi perutnya di closet kamar mandi. Jadi terhenti, mendengar seorang memanggil namanya dengan jarak begitu dekat. Luziana yang mendengarnya, membulat matanya sempurna. Tangannya pun tergerak segera mengambil handuk kecil, dan mengelap wajahnya.
Tapi setelah Luziana itu belum keluar, dia nampak ling lung. Bagaimana seorang yang di luar. Yang memanggilnya itu adalah, Mommy Liona atau Meysa. Pasti menimbulkan banyak pertanyaan melihat wajahnya yang pucat.
Luziana gak tahu harus berbuat apalagi, langsung keluar dari kamar mandi. Lagipun otaknya udah mau pecah rasanya berpikir lagi. Definisi sudah kepala pusing suruh mikir lagi.
Dan pas keluar, Luziana di buat kaget. Melihat Meysa sudah ada di kamarnya.
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Luziana dengan ekspresi kaget.
"Dari tadi.." Jawab Meysa dengan enteng.
Deg!
Luziana yang mendengar jawaban Meysa seperti di sambar petir di siang bolong, kalau adik iparnya itu sudah sedari tadi disini. Pasti mendengar suara muntahnya kan, bukan pasti lagi, sudah pasti.
__ADS_1
"Ngapain kamu masuk kamar saya seenaknya, gak di ajarin sopan santun kah?" Ucap Luziana dengan begitu lantang. Bisanya seorang Luziana bicara begitu dengan Meysa. Mungkin saja faktor hamil.
Meysa yang mendengarnya, mengepal kedua tangannya erat. Pengen rasanya di tampar mulut kakak iparnya yang telah menjadi istri kakak nya, kak Al. Tapi niat itu ia urungkan.
"Gue gak asal langsung, masuk kamar Lo kok. Gue udah ketuk pintu berulang kali di luar tapi gak ada yang sahut. Gue disini cuman ingin sampaikan, kalau pelayan di rumah Lo berhalangan hadir. Jadi sarapan pagi otomatis gak ada siapa yang masak. Gue berniat bertanya sama Lo, pengen pesan makanan gofood apa gak. Jangan nanti kita disini gak makan. Karena gak ada siapa yang masak. Mendengar tadi gak ada yang sahut, makanya gue masuk ke kamar Lo. Kirain Lo tidur ternyata di dalam kamar mandi" Meysa memutar bola matanya jengah. Kalau tahu gini, lebih baik dia gausah bilang, kalau pelayan rumah ini berhalangan hadir. Biar kakak iparnya itu mati kelaparan menunggu Artnya datang, dan membuatkan makanan untuknya.
"Baik apa coba gue, sama Lo. Eh tapi orang yang gue ingin, bantuin. Katain gue gak sopan. Emang nya sih kenapa Lo kayak sembunyi sesuatu? Terus napa lo gue denger kayak muntah-muntah, lagi sakit kah?" Meysa menatap Luziana dengan tatapan selidik. Membuat Luziana jadi was-was.
"Ouh gitu ceritanya, makasih yah! Sorry maag aku lagi kambuh. Makanya mood aku tuh kayak berantakan. Tapi makasih ya udah bilang, aku gausah pesan makanan. Soalnya aku bisa masak sendiri" Ucap Luziana seraya mengiring Meysa keluar dari kamarnya. Pas di luar kamar Meysa menatap Luziana dengan tatapan sulit di tebak.
"Kalian pesan makanan kalian sendiri, kalau bisa kamu pesan juga untuk Mommy. Kalau aku gausah dipikirkan, aku bisa masak sendiri, masak mie mungkin atau nasi. Jadi soal aku gausah dipikirkan, maafin soal perkataan aku tadi. Dan aku mau mandi dulu, dadah" Ucap Luziana seraya menutup pintu kamar, yang telah menjadi milik Renaldy dan Luziana.
Meysa yang menatap pintu kamar yang sudah tertutup. Memilih turun dari lantai atas dan menuju ke tempat Mommy nya.
"Kamu kenapa mukanya bete gitu?" Tanya Mommy Liona yang menatap muka putrinya, yang datang-datang sudah bete aja.
"Gimana gak bete coba? bisa-bisanya Luziana, bilang aku gak di ajarin sopan santun. Padahal aku masuk kamarnya cuman bilang mau di pesanin makanan apa gak. Kan pelayan rumahnya harini berhalangan hadir" Ujar Meysa seraya menekuk wajahnya kesal.
"Yang sabar! Kan ingat tujuan awal kita kesini, ngapain? Buat minta maaf kan" Balas Mommy Liona.
"Iya tapi rasanya gak tega, minta maaf sama kasta nya itu jauh beda dari pada kita. Luziana kan dari keluarga kalangan miskin. Kemudian rasanya kalau kita minta maaf dia. Merasa kalau dia itu nanti paling hebat gitu" Ujar Meysa yang menjelekkan.
"Itu cuman perasaan kamu aja" Balas Mommy Liona.
"Lagipula kok bisa dia padahal gadis anak SMA biasa gak ada hebat-hebatnya. Dan perempuan yang paling Meysa benci. Bisanya dia nikah dengan kak Al yang dulu baik sama keluarga nya. Sekarang lebih memilih istri nya ketimbang keluarga nya sendiri, padahal Luziana itu gak ada apa-apa nya"
...----------------...
Yuk buat teman-teman mampir di karya novel satu lagi ayoo. Sambil menunggu update selanjutnya.
Judulnya: Vanilla (Love and Dare)
Dan jangan lupa follow Instagram author: maulyy_05
Dan juga jangan lupa kasih dukungan seperti.
Like
Hadiah
Komentar
__ADS_1
Vote
Rating bintang limanya 🌟🌟🌟 🌟🌟