
Setelah Papi Devan hilang dari pandangannya. Renaldy pun memutuskan pergi ke tempat ruangan intensif anaknya. Yang berada di lantai atas.
Sementara disisi lain. Mommy Liona nampak berjalan mengendap-endap ke sebuah ruangan. Dan tentu saja berdua dengan Meysa.
"Ngapain sih kita my, keruangan bayinya Luziana" Gerutu Meysa dengan kesal. Karena gara-gara itu waktu tidur nya terbuang sia-sia.
"Ya untuk liat aja bayinya, seperti apa? cacat atau gimana gitu" Sekedar alasan Mommy Liona doang. Padahal maksudnya bukan begitu. Meysa yang mendengarnya, mengangguk kepalanya mengiyakan saja.
Pintu ruang intensif pun terbuka setelah Mommy Liona menariknya. Mereka berdua pun melangkah masuk kedalam ruangan yang terasa sangat dingin.
Mommy Liona menarik sudut bibirnya, saat melihat bayi mungil sedang tertidur lelap.
"Mom, anak yang di dalam incubator ini anak kak Al juga kan" seru Meysa menatap bayi yang di dalam incubator yang juga sedang menatap dirinya. Seketika Mommy Liona menoleh ke arah Meysa. Matanya langsung membulat sempurna.
"Iih gemas banget..." Mommy melangkah mendekati incubator tersebut. Dan mengambil bayi itu dari dalam incubator, lalu menaruhnya di tangan Mommy Liona.
"Dia mirip kakak mu waktu bayi sya" Seru Mommy Liona dengan mata berbinar-binar.
Meysa yang mendengar perkataan Mommynya, menaikkan alisnya sebelah "Masa sih mirip" Meysa berusaha menatap intens bayi yang berjenis kelamin laki-laki yang tangan mungilnya di dekatkan bibir bayi itu sendiri.
"Ih tangannya ndak boleh di gigit," seru Mommy seraya menjauhkan tangan mungil si bayi.
"Kayaknya dia lapar deh Mom"
"Ouh lapar ya" Mommy Liona mengubah ekspresi jadi sedih menatap bayi yang sangat gemas itu.
__ADS_1
"Tapi mama mu lagi sakit gimana?" Gumam Mommy Liona seraya memanyun kan bibirnya lucu.
"Kasih aja dia nasi," Celetuk Meysa membuat Mommy Liona menatap tajam.
"Ndak boleh, kami belum bisa matan nasi aunty. Kami bisanya cuman ne-nen doang" Ucap Mommy Liona yang bicaranya seperti anak kecil aja, yang cadel.
Meysa menghela nafas panjang sembari menatap anak kakaknya yang sedang menatap dirinya. Suara derap langkah kaki terdengar seketika Meysa menjadi kalang kabut.
"Mommy kayaknya ada yang datang deh" Ucap Meysa dengan nada berbisik.
"Masa sih..." Mommy menaikkan alisnya sebelahnya, tampak tak percaya.
"Iya! Mommy, cepat taruh bayi itu balik" Seru Meysa yang sudah gegelapan mendengar derap langkah kaki itu makin mendekat.
"Mommy, gak mau! Kita bawa pulang aja ni bayi yuk..." Kekeuh Mommy yang nampak bersikeras.
"Tapi Mommy pengen bayi ini, kita bawa pulang yuk"
"Ya ampun mommy, katanya tadi gak sudi-" belum selesai Meysa dengan bicaranya. Tiba saja ruangan intensif tersebut, terdengar terbuka.
Ceklek...
Pintu pun terbuka dan menampilkan seorang perawat. Dan membuat Mommy Liona dan Meysa bernafas lega. Kalau yang datang keruangan itu bukan Renaldy. Namun setelah itu-
"Mari tuan di sini tempat ruangannya..." Ucap suster tersebut dengan ramah.
__ADS_1
Renaldy pun berjalan melangkah masuk. Dan matanya langsung di sambut dengan bayi mungil yang berada di dalam incubator. Renaldy pun mengulas senyum tipis.
"Ini benar anak saya kan" Renaldy nampak tak percaya yang cabang bayi masih di dalam kandungan istrinya. Sekarang telah lahir ke dunia. Meskipun ada kekurangan dengan kesehatan bayi tersebut.
"Benar tuan! itu anak anda. Dan jenis kelaminnya sepasang cewek cowok" Ujar suster tersebut dengan ramah. Renaldy mengangguk kepalanya. Kemudian mengambil bayi itu di dalam incubator lalu menaruh di tangannya. Selepas suster itu mengajari cara mengendong bayi.
Kedua ujung bibir Renaldy terangkat ke atas. Ia pun mendekatkan telinga anaknya ke bibirnya. Dengan di awali membaca basmallah. Renaldy pun memulai mengadzani darah daging nya.
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar" Satu lafadz adzan pun terdengar di telinga bayi itu. Sontak membuat bayi itu menangis.
Oek.. oek... oek..
Suster yang masih berada ruangan itu, nampak takjub. Melihat bayi itu menangis, karena sebelumnya bayi itu belum menangis sedikitpun, setelah keluar dari perut ibunya.
Satu jam pun berlalu.. setelah mengadzani bayi twins. Dan kini mereka telah tertidur pulas di dalam incubator. Renaldy tiba saja merasa firasat aneh di dalam ruangan tersebut ia pun menajamkan pendengarannya.
"Keluar.. Atau saya tembak mati" Ancam Renaldy dengan nada yang dingin.
...----------------...
Author masih belum tahu nama untuk bayi twins nya apa? kira-kira teman-teman ada saran?
Sebelum menunggu update selanjutnya jangan lupa mampir di novel author yang sebelahnya ya!
Judulnya: Vanilla (Love and Dare)
__ADS_1
Dan juga Jangan lupa dukungan, like, vote komentar gift hadiah. Dan follow Instagram author: maulyy_05
Lope sekebon untuk semuanya yang mau nurutin 💛💛