Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Keluh kesah


__ADS_3

"Jeng, gimana sekarang giliran arisan rumah kamu" Ucap salah satu ibu arisan kepada Mommy Liona. Mommy Liona yang di minta seperti itu, hanya menanggapi senyuman tipis.


"Iya jeng apalagi rumah kamu kan yang paling besar antara kita-kita" Celetuk ibu arisan yang banyak, memakai perhiasan.


"Gimana ya, bukannya gak mau. Aku sekarang lagi sibuk, arisannya di rumah kalian aja ya.." Tolak Mommy Liona dengan halus. Para ibu-ibu itu mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Kalau di rumah jeng Liona gak bisa. Mending rumah saya, rumah saya besar juga loh.. Mungkin lebih besar rumah jeng Liona" Ucap ibu arisan yang rambutnya di cepol, secara tidak langsung membandingkan rumahnya dengan Mommy Liona.Padahal


kenyataannya rumah Mommy Liona yang paling besar sekaligus mewah.


Mommy Liona yang mendengarnya, tersenyum tipis. "Wah.. boleh tuh dimana rumahnya" Tanya Mommy Liona kepada ibu arisan yang bernama Sofia. Mommy Liona, tidak terlalu kenal dengan wanita itu. Katanya dia anak baru ikut arisan dengan mereka.


"Tenang... nantik saya Sherlock" Ucap Sofia dengan sedikit sombong. Wanita yang rambut sepunggung yang duduk tidak jauh dari Sofia itu tertawa kecil. Dia mengeleng kepalanya, melihat sikap anak baru yang ikut arisan mereka.


"Ntar saya kenalin sama putri saya, yang kuliah kedokteran. Cantik, pintar pokoknya idaman deh... Pasti jeng, minat menjadikan putri saya menantu kalian. Tapi putri saya minatnya dengan Pria yang kaya raya, banyak uang, tampan, yang kerjanya menjadi pemimpin perusahaan. Gak mau dengan pria yang kerjanya sebagai karyawan, uangnya sedikit" Para-para ibu arisan itu hanya diam mendengar ocehan ibu Sofia itu.


"Ouh ya saya jadi penasaran dengan putri jeng. Ouh ya nama jeng siapa?" Tanya Mommy Liona hanya pura-pura menanggapi. Sayang kan orangnya capek-capek ngomong masa gak di tanggapi.


"Nama saya tolong di ingat Sofia Vergara, suami saya seorang manajer hotel terkenal di kota." Ucap Sofia dengan sombong.


Yaelah kirain suaminya seorang pemimpin perusahaan. Ternyata cuman manajer hotel toh.. Batin. Wanita rambut sepunggung.


"Ouh ya tapi jeng, anak jeng Liona. Itu anaknya, semuanya berkarir semua loh. Ya kan jeng Liona" Ucap ibu arisan yang banyak perhiasan emas di pergelangan tangannya maupun di lehernya.


"Hah masa sih. Biasa aja kok" Balas Mommy Liona yang tidak terlalu suka memuji karir anaknya yang memang bagus. Bukan gak suka, tapi tidak ingin pamer aja.


"Iyaloh... apalagi putri kamu yang namanya Meysa, seorang penyanyi terkenal. Sampai mancanegara mengakui suara emasnya. Duh jeng aku jadi insecure loh!" Ujar ibu arisan yang banyak perhiasan tersebut.


Sofia mengeryitkan dahinya, merasa pernah dengar nama seorang Meysa penyanyi terkenal.


"Meysa Fiola ya.." Spontan Sofia. Semua ibu-ibu menatap kearah ibu Sofia dengan tatapan susah di tebak.

__ADS_1


"Iya itu nama anak saya" Ada perasaan gak percaya di benak Sofia. Kalau Meysa Fiola yang suara emasnya, pandai memainkan semua musik, itu anak Mommy Liona. Rasanya dia tidak percaya.


"Masa sih kalau itu anak kamu" Ucap Sofia dengan dengan raut wajah tidak suka.


"Kamu gak percaya?" Buka suara yang rambut sepunggung itu, yang sedari tadi diam. Ia pun mengambil ponselnya yang bermerek iPhone. Lalu menunjukkan sebuah foto keluarga Hervandez kepada Sofia.


Langsung lah disitu Sofia tidak berkutik. Ada orang yang mereka bicarakan di dalam foto keluarga tersebut, dan juga wanita yang, ia tidak percaya kalau itu putrinya. Apalagi ada seorang pengusaha sukses ternama, Devan Hervandez. Terlebih tidak percaya lagi, ada Renaldy seorang tentara berpangkat jenderal, sekaligus sekarang sedang memimpin perusahaan yang berkembang begitu pesat di pengang oleh Pria itu.


Apalagi Sofia sangat mengincar Renaldy, menjadi menantu keluarganya. Ternyata ibunya, wanita yang sedang di duduk di hadapannya. Sebenarnya ia sudah nampak dari gaya Mommy Liona yang berwibawa, dan seperti orang kaya begitu. Ternyata bukan sekedar orang kaya doang. Tapi paling kaya.


"Devan Hervandez itu siapa kamu?" Tanya Sofia dengan hati-hati.


"Devan Hervandez itu suami saya. Renaldy dirgantara Hervandez putra sulung saya, Meysa Fiola Hervandez itu putri bungsu saya. Saya Istri dan ibu dari anak dua anak itu" Ujar Mommy Liona santai.


Sofia mendengarnya, menelan saliva-nya dengan susah payah.


...****...


"Bukannya aku gak mau mereka tinggal rumah sendiri. Tapi Kinasih, aku gak pengen Al itu pergi bertugas yang sangat beresiko itu" Ucap Mommy Liona dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran dengan putra sulungnya.


"Tapi apa sangkut pautnya, mereka tidak boleh tinggal rumah tangga mereka sendiri, Liona. Apalagi Meysa gak suka dengan Luziana. Pasti itu sangat risih bagi mereka berdua" Tutur Kinasih yang tau cerita permusuhan antara mereka berdua. Dari anaknya, bernama Karina Delvira yang berteman dengan Luziana. Yang kini jadi istri anak temannya Liona.


"Ada... sangkut pautnya. Itu ada hubungannya dengan Luziana. Dan yang mereka tinggal rumahku" Tegas Mommy Liona.


Kinasih menghela nafas panjang. "Oke fine, jadi kamu ingin tanya sesuatu apa dengan ku" Tanya Kinasih yang pasal Liona mengajaknya di cafe terdekat.


"Kamu tahu kan kalau Luziana dengan Meysa itu saling bermusuhan" Lontar pertanyaan Mommy Liona.


"Tau.. emang kenapa" Tanya balik Kinasih seraya menaikkan alisnya.


"Nah.. aku ingin tahu apa penyebab mereka itu saling bermusuhan" Lontar pertanyaan lagi Mommy Liona.

__ADS_1


Kinasih tampak berpikir keras, apa penyebab mereka itu saling bermusuhan.


"Yang aku dengar dari Karina. Katanya mereka bermusuhan, bersaing untuk dapat rangking satu" Ucap Kinasih yang seingatnya.


"Rangking satu?" Mommy Liona menaikkan alisnya.


"Iya rangking satu" Jawab Kinasih dengan raut wajah serius.


"Kan setahu aku Luziana itu katanya, sering dapat rangking satu di sekolah, ya begitulah aku juga kurang tahu" Ucap Kinasih dengan sedikit ragu. Soalnya dia sudah tidak terlalu ingat apa yang di ceritakan Karina tentang Luziana.


Mommy Liona tampak berpikir.


"Masa kamu gak tau sih kalau menantu kamu Rangking satu di sekolah" Ucap Kinasih seraya menaikkan alisnya.


"Ya aku jujur emang gak tahu. Dan aku waktu itu juga baru tau, kalau Luziana itu anaknya Haris teman suami aku. Setahu aku Haris itu punya anak satu namanya Febby. Sumpah pas suami aku jodohkan Renaldy dengan anaknya Haris, itu aku gak terima. Soalnya gak mungkin Renaldy nikah sama anak kecil. Eh ternyata lupanya dia ada punya anak yang seumuran dengan putri bungsu aku. Dan terus kenyataannya lebih pahit lagi, Meysa gak suka dengan Luziana" Ujar Mommy dengan raut wajah terlihat sangat serius.


"Jujur Kinasih, aku gak tahu lagi harus bersikap seperti apa? karena itu sangat susah bagiku. Dan sangat membuat membingungkan bagiku. Aku gak bisa bersikap tegas. Karena apa? Meysa itu anak ku sendiri dari kecil sampai besar sekarang aku rawat dengan tangan ku sendiri. Sedangkan menantu aku itu istri putra sulung aku sendiri. Yang aku gak tahu sifatnya kayak gimana. Iyalah aku tahu kalau Luziana itu dari keluarga baik-baik tapi" Mommy Liona menarik nafas sejenak lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"Aku gak bisa memilih antara mereka berdua. Kalau Meysa yang aku marahin. Nantik dia bilang aku sebagai ibu yang pilih kasih, masa orang gak kenal di bela anak sendiri gak di bela. Terus kalau aku sikap tegas sama Luziana dahlah di katain mertua kejam. Padahal mereka gak tahu sesusah apa itu jadi ibu baik dan mertua yang baik" Keluh kesah Mommy Liona.


Kinasih yang menyimak nya, dapat bisa merasakan sedikit susahnya menjadi Liona. Yang harus memilih antara anak atau menantu. Itu memang pilihan sulit.


"Yang bikin bingung aku itu kenapa Meysa benci sama Luziana yang orangnya sangat pendiam. Terus dia sama anak aku gak ada layaknya suami istri. Dia cuman hanya diam gitu doang. Terus jarang keluar kamar. Dan itu membuat aku makin susah mengetahui apa penyebab Meysa benci Luziana. Kalau sifat Meysa tahulah sifatnya kayak gimana, sedangkan aku itu ibunya sendiri pasti tahulah. Nah permasalahan sifat Luziana itu gimana, aku takutnya dia nusuk dari belakang loh" Ujar Mommy Liona yang mengingat kata putrinya kalau Luziana itu menikahi putranya demi harta.


"Tapi bagiku dia baik kok. Cuman orangnya pendiem aja, kayak banyak masalah hidup. Terus Karina bilang dia orangnya asik kok. Cuman sama orang baru gitu sikapnya gak banyak ngomong.." Ucap Kinasih menurut pendapatnya.


"Dia gak nusuk orang dari belakang kan" Tanya Mommy Liona memastikan.


...----------------...


Sambung author capek ngetik 🤣. komentar itu yang baik-baik ya, nanti author lama update loh. Tapi seterah para readers.

__ADS_1


Buat para readers yang sudah kritik baik-baik, dan buruk thanks you 😍♥️. maaf ceritanya gak sesuai kalian inginkan.


__ADS_2