
Luziana duduk sembari dengan pikiran kalut. Apa boleh gak sih Mommy Liona, mengizinkannya tidak melakukan pekerjaan rumah. Karena soalnya, dia besok pulang sekolah sore. Terus tubuhnya kayak gak mendukung, terlalu kerja berat-berat.
Gak mau terlarut dalam pikiran, yang ada bikin kepalanya pusing. Ia menemui Bi Mirna, kepala pelayan.
"Bu.." Panggil Luziana yang memperhatikan BI Mirna sedang membersihkan dapur, yang baru selesai masak.
"Iya Non ada apa?" Tanya Bi Mirna yang memberhentikan kegiatannya.
"Bu saya kan besok ada kelas tambahan di sekolah. Tolong tugas, sapu halaman, cuci ibu gantiin boleh gak. Kalau gak boleh gak papa" Bi Mirna yang mendengarnya mengerutkan dahinya.
"Boleh-boleh aja non, tapi non izin dulu sama Nyonya besar. Takutnya nantik saya di marahin. Misalnya nyonya izinkan, tugas non Luziana saya lakukan" Ucap Bi Mirna dengan hati-hati.
"Ouhh... gitu ya" Ujar Luziana paham.
"Iya Non" Bi Mirna mengangguk kepalanya. Setelah itu, selesai makan malam Luziana menemui mertuanya itu, yang berada di ruang tengah sedang membaca majalah.
"Mommy.." Panggil Luziana dengan suara lembut. Mommy Liona yang sedang baca majalah, langsung menoleh.
Menaikkan alisnya. "Iya ada apa?.." Tanya Mommy yang melihat keberadaan menantunya.
"Mommy gini Luziana izin, gak sapu halaman sama cuci piring ya besok?" Ujar Luziana memberi tahu.
Mommy Liona mengerutkan dahinya. "Kenapa?"
"Iya besok Luziana, pulangnya sekolahnya sore" Ujar Luziana lagi.
"Pas pulang sekolah kan bisa, itu cuci piring sama sapu halaman. Nggak mesti siang" Balas Mommy Liona santai.
Luziana tersenyum kikuk "Iya..." Ucap Luziana. Dia tidak pandai cari alasan. Kalau bilang misalnya dia bilang capek. Takutnya nantik mertuanya, itu pikir aneh-aneh kalau Luziana misalnya itu malas, inilah itulah. Perempuan itu sudah udah terlanjur bilang ya yaudah terima aja.
"Mommy gak suka kerjaan itu oper sana-sini. Kalau berharap ke BI Mirna kasihan. Bi Mirna udah belanja masak lagi. Terus nyapu rumah. Apalagi Bi Mirna udah tua. Walaupun masih tetap kuat. Tapi tetap aja kasian kan. Jadi Mommy minta tolong sama kamu, apa yang mommy perintahkan itu lakuin. Karena kalau gak lakuin. Gak sanggup liat Mommy halaman kotor. Terus banyak tumpukan piring lagi" Ujar Mommy Liona seadanya. Sebenarnya pelayan di rumah ini sudah beberapa orang sudah di pecat oleh Mommy Liona. Dan pelayan rumah ini hanya lima orang yang nginap.
Dan selebihnya hanya kerja pagi sampai siang. Itu pun kerjanya orang pagi cuman hanya bersih rumah. Dan Mommy sengajain halaman sama piring itu jangan di cuci atau pun di sapu. Biar menantunya lakuin, biar menantunya ada kerjaan jangan di kamar mulu.
Di perusahaan.
"Kau perbaiki laporan yang salah ini.." Titah Renaldy dingin Kepada CFO.
Wina mengangguk kepalanya seraya mengerutkan dahinya.
"Tuan muda, Kalau boleh tahu letak salahnya dimana ya?" Tanya Wina hati-hati takut bosnya itu marah. Renaldy menghela nafas panjang.
__ADS_1
Renaldy membalikkan laptopnya ke hadapan Wina. Dan menjelaskan secara detail apa saja yang harus di perbaiki di laporan itu.
"Paham tuan, makasih atas penjelasannya" Ucap Wina seraya tersenyum lebar. Dia kira bakal kenak semprot oleh tuannya, karena gak tahu, letak yang dimana harus di perbaiki. Ternyata tidak, Renaldy mau menjelaskan dimana yang harus di perbaiki.
"Saya pamit keluar dulu tuan" Pamit Wina dengan ramah. Renaldy mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
Di ruang kerja.
"Tau gak sih ku kira bakal kenak marah tadi sama tuan Renaldy. Ternyata gak, malah di jelasin tau gak sih" Gosip icha sebagai kerja marketing pemasaran di perusahaan Hervandez.
"Iya benar tuhh. Tuan Renaldy sebenarnya baik banget. Cuman baiknya terhalang dengan sikap dinginnya aja itu.." Celetuk karyawan memakai kacamata.
"Kalau sama bos lain mah dah langsung kenak marah" Sambung Icha yang setahunya kebanyakan bos itu arogan.
"Iya betul tuuh, the best gak sih kita punya bos kayak tuan muda Renaldy baik. Terus kasih bonus gaji emang pokoknya the best banget deh. Jadi pengen punya suami kaya tuan Renaldy" Ucap Icha sembari tersipu malu.
"Gausah ngehalu ketinggian.." Cewek yang memakai kacamata itu menyiku Icha.
"Ihh.. sakit tahu Neni" Ketus Icha kesal.
"Lo gak bakal bersanding dengan tuan Renaldy yang kaya raya itu. Dah kerja abdi negara sebagai jenderal, terus bisa menghandle perusahaan, sebagai pemimpin perusahaan lagi" Puji Neni merasa senang dengan bos mereka. Kalau dilihat sikap Renaldy menjadi seorang pemimpin sudah terlihat jelas. Dia tidak langsung, memarahi karyawan yang berbuat salah, tapi memberi pengertian agar tidak mengulanginya lagi, kalau kesalahan itu tidak fatal. Icha yang mendengarnya hanya tersenyum kecut.
"Iya kemudian enakan jadi bos itu tuan Renaldy gak sih. Pada pak Devan.." Sambung Wulan.
"Iya pak Devan kayak arogan gitu, sering marah-marah. Mungkin karena sudah nikah kali ya" Ucap Icha.
__ADS_1
"Iya sih, sedangkan tuan Renaldy itu udah punya istri apa belum sih?" Tanya Neni kepo.
"Gak tau juga.. biasanya orang kaya raya gitu. Udah punya istri di publish gak sih. Mungkin kayaknya tuan Renaldy belum menikah. Jadi sebelum garis kuning melengkung singkat terus hahah" Tawa Icha.
"Hei apa ni gosip-gosip" Marah Wina. Membuat mereka jadi kaget.
"Iih kak Wina bikin kaget aja" Ucap Wulan kesal.
"Apaan sih kalian bukannya kerja malah ngegosip" Berkacak pinggang Wina.
"Iih Kak Wina galak banget, tuan Renaldy aja baik masak bawahannya galak-galak" Ujar Icha.
"Kalian dah tahu bahwa bos kita baik, jangan di manfaatkan nantik kalau dia marah ngeri loh.. Terus dia itu ingin kita bersama-sama memajukan perusahaan ini. Ingat pertama tuan Renaldy datang di perusahaan. Kalau dia itu tidak memaksa kita berkerja disini, boleh silahkan keluar dari perusahaan ini. Dan dia ingin kita berkerja sama memajukan perusahaan ini" Ujar Wina.
"Benar tuh!"
"Menurut kak bagusan mana jadi bos pak Devan atau tuan Renaldy" Tanya Neni penasaran.
"Jujur dari hati Kakak sih tuan Renaldy."
Luziana meminjit pelipisnya yang terasa sangat pusing. Rasanya dia ingin mencukupkan sapu halamannya sampai disini. Tapi rasanya nanggung tinggal setengah halaman lagi.
Perempuan itu memaksakan tubuhnya yang lelah itu berkerja.
"Ayoo semangat Luziana gini doang kamu masak dah capek dah kayak nenek aja" Gumam Luziana menyemangati dirinya. Dan tak lama kemudian, tubuhnya ambruk di halaman tersebut.
...****************...
Maaf baru bisa update soalnya sibuk banget di RL. Gak pagi gak siang, gak malam pokoknya sibuk deh. Besok baru terlalu tidak sibuk. Update nt ni bakal usahakan tiap malam. Jangan lupa beri dukungannya π€β₯οΈ
__ADS_1
RATING bintang Limanyaπππππ