
Renaldy berjalan mondar mandir dengan perasaan cemas di depan pintu ruang rawat inap. Kejadian itu berlalu begitu cepat, hingga sekarang masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sekarang Renaldy hanya menunggu hasil pemeriksaan istrinya.
Setelah lama menunggu. Akhirnya dokter citra keluar dari ruang rawat inap Luziana. Dengan wajah lesu, dan berusaha untuk tegar.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya dok?" Tanya Renaldy dengan perasaan cemas menyelimutinya.
"Kondisi keadaan nona Luziana sekarang, dalam keadaan koma" Ucap dokter citra dengan helaan nafas yang kian memberat.
Renaldy yang mendengarnya tersenyum tipis. "Jangan bohong dok, tadi istri saya gak kenapa-kenapa. Kok sekarang kenapa koma" Ujar Renaldy yang tak percaya apa yang dia dengar.
"Saya serius tuan Renaldy, istri anda sekarang memang betul-betul dalam keadaan koma. Sekarang kami akan memindahkannya ke ruang ICU"
Seketika jantung Renaldy terasa seakan berhenti berdetak mendengar pernyataan tersebut. Dan kaki nya tiba-tiba saja terasa lemas. Kemudian ia pun langsung ambruk ke lantai sembari mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Enggak mungkin... semua ini cuman mimpi kan, gak mungkin ini nyata"
Renaldy tersenyum tipis menatap pembatasan kaca antara dirinya istrinya. Mata Renaldy pun mulai basah menatap istrinya, yang kini di penuhi alat untuk bertahan hidup.
Dia masih gak percaya. Istri tercintanya di nyatakan koma, padahal sebelumnya baik-baik saja. Kemudian ia teringat kata terakhir istrinya, sebelum koma. Tentang menikah lagi? Jujur itu belum sedikitpun pernah terbesit di dalam pikiran Renaldy.
__ADS_1
Ia pun menarik nafas dalam-dalam, menahan sesak yang menjalar di dadanya seraya menatap langit-langit untuk menghalau air matanya yang mulai turun kembali.
Sementara disisi lain. Mama Safira dan papa Haris mendengarkan sebuah berita kalau Luziana sudah melahirkan, dan kondisi putri mereka itu di nyatakan koma. Dan cucu mereka belum ada kabar selanjutnya tentang mengenai tersebut.
Pasangan paruh baya itu yang sekarang berada di penginapan hotel. Terlihat santai saja mendengar tentang berita hal tersebut.
"Papa nyakin, kita bakal ngurus anaknya Luziana" Ujar Mama Safira bertanya dengan wajah jutek. Dia merasa enggan sudi mengurus cucu merupakan darah daging anak besannya itu.
"Ya mau gimana lagi, mama tahu sendiri kan. Kalau Devan bakal menikahkan putra mereka dengan wanita lain. Terus mereka juga, gak mau punya cucu perwaris dari putri kita" Padahal niat awal Papa Haris ingin mencuri cucunya itu. Biar keluarga Hervandez gak punya perwaris. Biar mereka ngemis-ngemis ke Papa Haris minta cucu mereka kembali. Namun, ternyata lupanya Papi Devan lebih cerdik.
Kemudian kembali lagi pada Renaldy. Pria itu di buat terperangah dengan permintaan papi Devan.
"Ayolah Al, gausah bersedih lagi untuk orang yang mau hampir tiada. Lebih baik kamu terima penawaran Papi untuk menikah dengan wanita anak teman Papi" Pinta Papi Devan memohon agar putranya mau menyetujuinya.
__ADS_1
"Cukup Papi! Sekali Al bilang enggak mau! Enggak mau. Kenapa, Papi sekarang beda banget. Biasanya papi itu di pihak Al sekarang arghh..." Renaldy mengacak rambutnya frustasi harus menuruti permintaan hal gila Papinya itu.
"Papi masih itu di pihak kamu Al. Tapi Papi menyuruh kamu menikah lagi. Biar anak mu itu ada yang rawat dan ada yang jagain, bukan bermaksud apa-apa" Ucap Papi Devan penuh penekanan.
"Al bisa rawat mereka sendiri" Tekan Renaldy.
"Jadi Papi lebih baik pergi dari hadapan Al, sebelum Al panggil satpam" Tambah Renaldy. Membuat Papi Devan memutuskan untuk pergi saja. Dengan langkah panjang Papi Devan meninggalkan tempat itu sekarang juga.
...----------------...
Jangan lupa follow Instagram author: maulyy\_05
Ya mau nunggu update selanjutnya, jangan lupa berikan vote dulu ya teman-teman. Dan hadiahnya, kalau bisa hadiahnya nonton video iklan sekian terimakasih.
__ADS_1
Kalau di turutin di jamin update deh hihihi