
Luziana yang kini di dalam mobil tersenyum sumringah. Melihat suaminya mau menuruti ngidamnya. Renaldy yang sedang mengemudi, tampak wajahnya seperti muram. Dan itu membuat Luziana menjadi bertanya-tanya.
"Mas marah?" Tanya Luziana membuka suara sekian lama terdiam.
Renaldy yang mendengarnya, mengeleng kepalanya. "Enggak itu kenapa?" Tanya balik Renaldy.
"Ouh tak kirain, mas marah. Karena disuruh minum susu domba langsung dari sumbernya" Ujar Luziana menjelaskan.
"Ya enggak lah, buat apa sih marah. Cuman minum susu domba aja doang mah simpel bagi mas. Minum susu kamu aja mas dah pernah" Ucap Renaldy menggoda istrinya. Luziana yang mendengar perkataan godaan suaminya, mukanya langsung bersemu merah.
"Iih mesum..." Luziana mencubit pinggang suaminya, membuat sang empu meringis kesakitan. Dengan wajah kesal Luziana menfokuskan pandangannya ke depan.
Renaldy yang melihatnya, tertawa ringan. Dan itu membuat emosi Luziana makin meledak-ledak.
"Aku gak mau tahu, kamu harus minum susu dombanya dua ember" Kesal Luziana menambahkan keinginannya.
"Hah, kamu yang serius sayang jangan nambah-nambah. Gak mungkin mas minum susu domba dua ember. Apalagi mas gak pernah rasa minum begitu-begituan. Kalau minum susu kamu itu mas mau, sampai beberapa ember pun mas juga mau" Renaldy langsung tertawa lepas melihat tatapan mata melotot istrinya.
"Iih mas jangan mesum bisa" Marah Luziana dengan tatapan tajam. Renaldy yang melihat istrinya marah, mengulurkan tangannya setelah memberhentikan mobilnya. Memegang pipi chubby istrinya.
"Gak bisa, soalnya kamu itu di goda dikit. Pipinya langsung merah" Jawab Renaldy seraya mencubit pipi istrinya pelan. Luziana yang sudah kesal, mengigit tangan suaminya.
"Auuw sakit sayang, ngapain kamu gigit tangan mas" Ringis Renaldy dengan raut wajah di buat sesedih mungkin.
"Biarin" Ketus Luziana seraya membuka pintu mobil. Karena mereka sudah sampai berada di tempat peternakan hewan.
Renaldy yang melihat tingkah istrinya mengeleng kepalanya. Pria itu pun keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ketempat peternakan hewan.
Luziana yang mengekori suaminya, tampak melihat jalannya yang banyak taik lembunya. Dengan wajah yang sudah sangat memerah. Apalagi Luziana sedang hamil, pasti penciumannya sangat sensitif. Berdiri di belakang suaminya yang sedang berbicara pada orang yang menurutnya pekerja di peternakan hewan.
__ADS_1
"Tuan Renaldy apa kabar" Tanya pria yang sudah berumur tua yang sedikit menundukkan kepalanya.
"Alhamdulillah saya baik-baik saja" Jawab Renaldy datar. Yang seperti biasanya Renaldy bicara dengan orang lain berbeda berbicara dengan keluarganya.
Pria tua itu yang bernama, mamang edan tampak mengangguk kepalanya. Sekian detik itu, mereka pun nampak berbicara tentang sepintas peternakan hewan. Tetapi yang banyak bicara hanya Mamang edan, sementara Renaldy hanya mengangguk kepalanya yang sekali-kali melihat hewan ternak.
Luziana yang melihat, kalau ada dua antara laki-laki berbicara. Pasti itu bakal makan waktu lama. Sehingga dirinya pasti di lupakan. Luziana yang sekali mendengarnya, nampak jenuh. Apalagi posisinya Luziana itu sedang berdiri. Kemudian banyak nyamuk lagi.
"Mas..." Panggil Luziana seraya mengapit tangan kekar suaminya. Renaldy yang tengah mendengar Mamang edan. Langsung menoleh ke arah istrinya.
Ouh, dia sampai lupa. Kalau dirinya pergi kesini gak sendirian. Tapi bersama istrinya.
"Ouh maaf, mas bukan maksudnya melupakan kamu kirain tadi mas pergi kesini sendirian" Ucap Renaldy dengan raut wajah merasa bersalah. Luziana yang mendengarnya, memasang muka jutek.
Mamang edan yang melihat wajah asing yang di matanya. Terlebih lagi itu perempuan yang berdekatan dengan tuannya. Yang di kenal tak tersentuh sedikitpun oleh namanya perempuan. Membuat Mamang edan jadi ambigu.
"Eh maksudnya adik ni siapa namanya?" Ralat Mamang edan.
Luziana yang mendengarnya, langsung melongo. Hah bocil? Adik? Gak salah dengar, yang benar aja oi dia istrinya majikannya Mamang edan.
Renaldy yang mendengarnya, menarik senyuman tipis sangat tipis hingga tak bisa di lihat oleh siapapun. "Apakah wajahnya semuda itu sampai di panggil bocil?" Lontar pertanyaan dari Renaldy menahan tawa didalam hati.
Mamang edan dengan polosnya mengangguk mengiyakan. Membuat Renaldy ingin ketawa di situ juga. Namun dia tahan.
"Mamang salah, dia istri saya. Bukan adik maupun anak bocil" Ujar Renaldy membenarkan kesalahpahaman.
Mamang edan yang salah, nampak salah tingkah sendiri.
"Ouh gitu ya, maaf mamang gak tau" Ucap Mamang edan dengan rasa bersalah.
__ADS_1
Luziana mengeleng kepalanya. "Gak papa, kenalin nama saya Luziana Afriani panggil aja Luziana" Ujar Luziana memperkenalkan dirinya. Renaldy yang mendengar cara perkenalan dirinya. Merasa lucu, seperti perkenalan anak baru sekolah aja.
Mamang edan pun mengangguk kepalanya. Renaldy yang tengah berdiri. Baru aja mengingat tujuan awalnya kesini.
"Mang, bisa nunjukin dimana tempat ternak domba, yang susunya belum di peras" Pinta Renaldy.
"Ouh bisa tuan yuk ikutin saya. Tapi tuan buat apa, tuan dengan susu domba?" Tanyanya.
"Buat nurutin istri saya yang sedang ngidam" Jawab Renaldy datar. Mamang edan pun langsung menatap Luziana dari ujung kepala sampai kaki. Yang terlihat istri Renaldy. Mengunakan cardigan warna pink dengan baju dalamnya berwarna hitam bermotif beruang dan mengunakan celana kulot warna hitam, dan jilbab kurung warna abu-abu. Baju yang terlihat longgar, tidak terlihat jelas, kalau Luziana sedang hamil. Apalagi perempuan itu memiliki postur tubuh mungil.
Tangan Luziana yang sebelah berada dia atas perutnya. Langsung terlihat jelas Kalau Luziana sedang hamil.
Renaldy yang melihat tatapan Mamang edan yang menatap istrinya. Berdehem pelan.
"Ehem bisa tunjukkan langsung di mana tempatnya" Ucap Renaldy memecahkan keheningan.
Mamang edan pun langsung menuntut mereka ke tempat ternak domba. Namun sayangnya saat sudah di tempat ternak domba. Renaldy nampak biasa saja meminum susu domba yang sudah di peras langsung, lalu di tuangkan ke gelas.
"Ada enak?" Tanya Luziana menaikkan alisnya sebelah.
"Biasa saja rasanya" Jawab Renaldy seadanya. Membuat Luziana menghela nafas berat. Tidak sesuai ekspektasi. Dia lupa kalau suaminya seorang tentara.
"Habis dari sini kita makan bakso ya?" Pinta Luziana memelas. Nah, kalau soal bakso pasti-pasti gak jauh dari saos.
...----------------...
Ya mau nunggu update selanjutnya, jangan lupa berikan vote dulu ya teman-teman. Dan hadiahnya, kalau bisa hadiahnya nonton video 😍🙏 sekian terimakasih.
Kalau di turutin di jamin update deh hihihi 👻
__ADS_1