Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Ajak tanding


__ADS_3

Hanya satu permintaan orang tuanya yang Luziana yang tidak bisa ia sanggupi. Berhubungan suami-istri. Ntah kenapa orang tuanya sangat memaksanya melakukan itu. Padahal dia tidak ingin berhubungan kemudian hamil sebelum sekolah SMA nya benar-benar selesai. Tapi tetap saja orang tuanya memaksanya. Apa tujuan orang tuanya itu ia tidak tahu. Yang jelas dia tidak akan pernah melakukan hubungan sek* sebelum sekolahnya selesai.


Dia masih ingin menghabiskan masa remajanya bersama temannya. Yang lebih peduli di banding orang tuanya sendiri. Temanya yang hanya peduli dengan nya adalah Karina walaupun perkataannya menyakitkan. Di balik sikapnya itu cewek itu sangat peduli pada Luziana. Di banding temannya yang lain.


"Aku sendirilah" Sahutnya bangga sambil memainkan alisnya. Mereka semua mendengarnya tampak tidak percaya bahwa bekal yang enak itu di buat oleh Luziana sendiri.


"Masak... gak percaya aku kalau itu kamu yang masak" Balas Lisa dengan tatapan selidik. Luziana mengangkat bahunya acuh tak acuh.


"Yaudah kalau gak percaya gak papa." Anita yang sedari tadi hanya diam. Dia pun mendekati Luziana untuk pengen rasa juga masakan perempuan itu.


Tanpa aba-aba dia mengambil sendok dan memasukkan sendok tersebut yang sudah terisi makanannya. Mata cewek itu membulat lebar. Merasakan nasi goreng yang begitu enak di dalam mulutnya.


"Eh Anita jangan makan banyak-banyak dong itu kan punya Luziana." Saking enaknya sampai cewek itu ketagihan memakannya.


Anita tersenyum Kikuk dengan di dalam mulutnya itu terisi makanan. "Hehehe maaf. Soal nasi gorengnya enak banget. Rasanya sampai ketagihan" Ucap Anita setelah menelan nasi goreng yang terisi di dalam mulutnya.


Luziana mengangguk kepalanya. "Gak papa kok. Makan aja gausah sungkan-sungkan" Balas Luziana sambil tersenyum. Melihat Luziana, membolehkan memakan nasi goreng miliknya. Dengan antusias Anita menyuapkan sesendok nasi goreng kembali.


Lisa melihat Anita yang tampak makan dengan lahap. Ia jadi ngiler melihatnya. "Bagi aku juga dong nasi gorengnya." Anita menepis tangan cewek itu yang ingin mengambil sendok untuk makan nasi gorengnya.


"Enggak boleh." Anita menjauhkan kotak bekal itu dari Lisa. Membuat cewek itu mencebik kesal terhadap Anita.


"Ish pelit banget sih loh. Lagipun itu bukan makanan Lo. Itu punya Luziana jadi gausah pelit" Ucap Lisa emosi.


"Bodo amat" Balas Anita acuh tak acuh. Ia pun kembali menyuapkan sesendok nasi gorengnya kembali di dalam mulutnya yang sempat tertunda.


Lisa yang menatap Anita pelit dengannya. Padahal nasi goreng itu milik Luziana. Cewek itu mendengus kesal. Pandangan Lisa menoleh ke arah Luziana yang tampaknya sibuk dengan roti yang ia beli di kedai.


"Luziana." Pandangan perempuan itu menoleh kearah Lisa.

__ADS_1


"Mm" Gumam Luziana seraya menaikkan alisnya.


Dengan tatapan raut sedih ia menatap pemilik nasi goreng tersebut. "Lihat Luziana Anita gak mau bagi nasi gorengnya" Ngadu Anita seperti anak kecil.


Luziana terkekeh kecil.


"Bagi Nita nasi gorengnya untuk Lisa juga" Pinta Luziana. Anita mengangkat pandangannya menatap mereka berdua dengan bergantian. Rasanya dia tidak ingin membagi nasi gorengnya itu siapa pun.


Anita mengehela nafas panjang. "Nih ambil" Ucapnya ketus. Dengan senang hati Lisa menerimanya dan memakan nasi goreng tersebut dengan lahap.


"Jangan banyak-banyak dong. Nantik aku gak kebagian" Ucap Anita emosi menatap Lisa yang banyak menyuapkan nasi goreng di dalam mulutnya.


"Iya" Balas Lisa tak kalah Ketus. Luziana yang melihat pertikaian kecil di antara mereka merasa lucu.


Karina yang tadi hanya menyimak hanya menggeleng kepalanya pelan. Melihat temannya itu. Yang memakan nasi goreng milik Luziana. Sampai yang punya gak dapat makan. Namun Perempuan itu hanya terlihat biasa-biasa saja nasi gorengnya di makan.


"Ini Luziana." Menyodorkan bekal itu kembali kepada Luziana.


"Gak papa itu untuk kalian aja. Soalnya aku juga dah rasa makan nasi gorengnya tadi di rumah" Dengan semangat empat lima mereka berdua kembali memakan nasi gorengnya. Karina melihat mereka hanya memutar bola matanya malas.


Tadi gak percaya kalau Luziana yang masak nasi gorengnya. Terus sekarang mereka juga yang menghabiskan nasi goreng itu


Beberapa selang menit. Ntah dari mana mereka. Tiba-tiba muncul di tempat perkumpulan Luziana.


"Luziana, Rakyat jelata" Dengan suara rendah dia memanggil perempuan itu. Sontak semua pandangan menoleh ke arah Meysa.


Luziana menatap adik iparnya dengan tatapan tanda tanya. Mungkin Meysa datang kesini ada maksud sesuatu. Dan juga di belakangnya ada temannya yang juga ikut. Zea dan Riri. Zea tampak terlihat biasa saja. Namun terselip sesuatu yang bakal terjadi sesuatu. Riri tampak datar menatap mereka sembari bersedekap dada.


Mereka salah satu yang bisa di sebut mungkin geng, C.E.S, atau semacam apa pun itu. Kalau bahasa gaul sekarang di sebut Circle. Mereka adalah Circle yang di sebut panggilan pendek-pendek. Karena mereka bertiga tinggi badan mereka sangat rendah di bandingkan teman-teman Luziana, Luziana sendiri.

__ADS_1


Meskipun begitu, nyali mereka bukan main-main. Anak suka bully aja takut pada mereka bertiga. Meski mereka pendek-pendek. Dan juga, hampir seluruh murid segan pada mereka bertiga. Yang paling tinggi antara mereka adalah Zea kedua Meysa. Yang terakhir Riri. Tubuh cewek itu sangat mungil dan pendek.


Tubuh saja mungil tapi perkataannya gak pernah main. Dan kalau kesal semua orang mau dia hantam. Dan juga muka mereka terlihat imut seperti orang polos dan baik begitu. Tapi aslinya jangan di tanyak. Ingat, jangan lihat seseorang itu dari sampulnya.


"Rakyat jelata, gimana kita bertanding voly. Kalau Lo menang kami bakal traktir kalian" Sambungnya lagi dengan gaya sombong.


Dengan cepat Luziana mengiyakan ajakan bertanding itu. "Boleh." Teman Luziana menatap perempuan itu melongo heran. Bisa-bisanya Luziana dengan enteng mengiyakan bertanding voly itu. Apalagi lawan mereka gak bisa di anggap remeh. Kemudian mereka bukan ahlinya dalam bidang olahraga voli.


Tiba-tiba Vian datang. "Gimana gue ikut. Gue setim dengan Luziana. Kalau kalian seterah cari satu anggota cowok untuk bertanding voli."


Meysa mendengar permintaan Vian. Dengan enteng mengiyakannya. Bertanding voli ini bakal seru. Soalnya ini lawan antar kakak ipar dan adik ipar.


Dan pasti penonton bakal ramai menonton pertandingan voli mereka. Sangat seru untuk di tonton. Siapakah diantara mereka yang bakal menang.


...----------------...


Note: Circle dalam bahasa gaul anak zaman muda sekarang, adalah Circle cenderung mengarah pada lingkaran atau sekelompok pertemanan. Kata ini sering di lontarkan oleh banyak orang saat ini. Biasanya kata ini sering digunakan untuk menandakan suatu pertemanan.


Lanjut?. Kirain Siapakah yang bakal menang. Para readers pada dukung tim siapa ni??..


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😍🤗


LIKE


VOTE


KOMENTAR


DAN JUGA LUPA GIFT HADIAHNYA.

__ADS_1


__ADS_2