Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Kedatangan istri Arya


__ADS_3

Luziana yang berada masih menunggu panggilan telepon suaminya, yang katanya Renaldy. Bakal menghubungi dirinya. Bila udah sampai di sana. Namun tidak ada satupun panggilan telepon dari suaminya itu. Membuat Luziana khawatir dan terus berpikiran. Tapi seberusaha mungkin Luziana tidak terlalu memikirkannya. Walaupun di dalam benak nya dia masih memikirkan suaminya itu.


Tok


Tok


"Non, ada yang cari nona Luziana di bawah" Ucap Bu Tuti sedikit berteriak sembari mengendor pintu.


Luziana yang mendengarnya, langsung beranjak dari kasur. Tetapi sedikit susah karena perutnya yang buncit.


"Kamu sekarang, kayaknya udah makin besar aja, di dalam perut Buna ya nak. Sampai-sampai Buna mau bangun aja rasanya berat" Gumam Luziana seolah bicara bayi di dalam kandungannya diikuti kekehan ringan.


Luziana pun berjalan dan membuka pintu kamar. Terlihat Bu Tuti yang berdiri di depan kamarnya.


"Kenapa Bu Tuti..." Tanya Luziana seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Anu nona, ada yang cari nona di bawah..." Jawab Bu Tuti membuat seketika Luziana mengerutkan dahinya. Siapa seseorang yang mencari dirinya? Padahal disini dia belum punya kenalan dekat. Tapi mungkin saja tetangga.


"Ouh iya Bu Tuti! Bu tuti silahkan menlanjutkan pekerjaannya" Ujar Luziana lalu di angguki kepala oleh pelayan tersebut.


Luziana pun segera turun kebawah, untuk menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya.


"Eh? Bumil gak boleh turun tangga" Ucap seorang wanita cantik. Mendengar perkataan itu, Luziana menanggapinya hanya senyuman tipis.


"Siapa ya?" Tanya Luziana kini sudah berhadapan dengan wanita cantik itu. Seorang wanita itu pun mengulurkan tangannya. Luziana pun menyambut uluran tangan tersebut.


"Kenalin nama saya Diana, istri dari Arya Wiguna. Kamu Luziana kan seorang istri jendral bernama Renaldy.." Ujar wanita bernama Diana itu bertanya.


"Iya betul saya istrinya, mbak..." Suara Luziana tertahan.


"Saya Diana! Panggil aja Diana" Jelas Diana memberi tahu namanya.


"Ouh iya Mbak Diana! Silahkan duduk.." Ucap Luziana mempersilahkan. Diana pun mengangguk kepalanya. Ia pun mendaratkan bokongnya di sofa panjang.


Diana pun mengedarkan pandangannya seisi sudut ruangan tamu, rumah milik jendral teman suaminya.


"Rumah nya cantik ya!" Ujar Diana yang kagum dengan rumah mewah tersebut.

__ADS_1


Luziana tersenyum. "Biasa aja!" Balasnya.


"Tunggu saya buatin minum ya.." Ucap Luziana bangkit dari sofa. Namun langsung di cegah oleh Diana.


"Eh gausah repot-repot! Lagipula ibu hamil gak boleh capek-capek" Ujar Diana memeringatkan.


"Enggak capek kok! Cuman buat minuman aja" Kekeuh Luziana ingin menyajikan minuman. Yang dia buat sendiri.


Melihat watak Luziana yang seperti keras kepala. Terpaksa Diana mengiyakan saja. Luziana pun berpamitan pergi ke dapur untuk membuat minuman.


Dua menit kemudian. Luziana pun datang seraya membawa nampan yang tersedia minuman sama toples berisi cemilan.


"Silahkan di minum..." Ucap Luziana mempersilahkan seraya mendaratkan bokongnya di sofa


Diana pun menyengir kecil. "Iya makasih, jadi merasa di repot kan..." Jawab Diana yang merasa gak enakan.


"Gak papa santai aja... Anaknya nama siapa ni" Seru Luziana memperhatikan gadis kecil yang sedari duduk diam samping Diana.


"Ouh dia namanya, Kiara Tante.." Diana menyahuti.


Luziana mengangguk kepalanya. "Cantik sekali namanya kayak orang nya juga" Ujar Luziana dengan dia akhiri kekehan ringan.


"Panggil aja Luziana gausah manggil mbak. Lagian tuaan Mbak Diana daripada saya" Sela Luziana gak mau di panggil mbak.


Diana pun menyengir lebar. "Eh iya.. Kalau boleh tahu suami Luziana. Sejak kapan perginya" Tanya Diana dan sedikit tahu informasi tentang Renaldy dari suaminya.


"Udah dari kemarin!" Jawab Luziana seadanya.


Diana pun menanggapi ber'oh ria. "Ini Luziana di rumah sendiri?"


"Enggak juga, soalnya ada pembantu juga di rumah" Balas Luziana.


"Ouh... kalau mertua sama orang tua" Diana menaikkan alisnya sebelah dan juga merasa penasaran di mana orang tua Luziana lagi mana berada sekarang.


Seketika raut wajah Luziana berubah sendu. Diana yang memperhatikan, merasa tidak enak.


"Mereka di kota A.." Jawab Luziana seraya memaksakan tersenyum.

__ADS_1


Diana menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia pun merubah topik pembicaraan, membicarakan lebih tentang jadi istri abdi negara.


Luziana nampak tersenyum mendengar pembicaraan Diana. Begitu juga diana. Mereka saling menukarkan cerita mereka masing-masing.


"Kok bisa hamil kembar sih! Kasih tahu dong tips nya ke mbak" Diana memainkan alisnya seraya tersenyum menggoda.


Luziana pun tertawa kecil. "Gak tahu kasih tips apa-apa sih, karena gak tahu juga tiba-tiba bisa hamil anak kembar" Ujar Luziana menjawab.


Diana pun mengangguk kepalanya.


"Mbak anaknya cuman satu aja?" Tanya Luziana dengan penasaran.


"Iya nih malas nambah, soal udah trauma pas lahiran" Balas Diana seadanya.


Luziana mengangguk kepalanya paham.


"Mbak waktu lahiran kayak gimana sih?" lontar pertanyaan Luziana.


"Ya biasa saja! Cuman sedih aja gak di temani mas suami" Diana masih mengingat pas dia mau berjuang melahirkan buah hati mereka, suaminya tidak berada di samping nya. Tapi dia masih beruntung masih punya mertua yang baik kepada nya.


"Kenapa gak di temani?" Tanya Luziana.


"Ya waktu itu ada tugas juga, di luar kota kayak suami Luziana. Pergi bertugas nya sampai setahun" Jawab Diana.


Luziana mengerutkan dahinya. Dia tampak gak percaya apa yang di ucapkan Diana.


"Mbak bohong ya?" Seru Luziana.


Diana mendengar perkataan Luziana yang mengatakan dirinya berbohong, tertawa.


"Mbak gak bohong, malah seriusan, lagipula suami Luziana pulang katanya tahun depan kan juga?" Ujar Diana bertanya.


Luziana mengeleng kepalanya. "Setelah bulan ni pulang.."


"Masa sih! Bukannya nugas setelah tahun depan selesai.." Diana mengerutkan dahinya bingung.


"Ya enggak tahu, katanya bulan ni bilangnya pulang" Ujar Luziana dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


"Ouh mungkin aja suami Luziana bohong, dek mereka bertugas lama. Mereka baru pulang setelah tahun depan. Suami kakak aja gitu. Apalagi di daerah timur lagi parah- parahnya"


__ADS_2