Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Hancur karir Meysa


__ADS_3

Meysa merenung di dalam kamar, keadaannya sekarang sungguh memprihatinkan. Karir dia bangun, dia bangga-banggakan hancur seketika. Ternyata Renaldy membuktikan omongannya, yang tidak main-main.


Tapi tetap aja, tidak ada terselip ingin minta maaf apa yang telah dia lakukan terhadap istri kakaknya. Malah yang ada makin membencinya.


Dan juga orang tua nya sekarang sudah tidak peduli dengan dirinya, membuat Meysa mengunci diri nya di kamar sampai sekarang. Awak media pun susah mencari informasi, yang ingin konferensi pers dengan Meysa terkait karirnya. Namun melihat Meysa yang tidak pernah terlihat semenjak kejadian itu, seperti hilang di telan bumi aja. Membuat awak media pun menyerah, mencari topik berita tentang seorang penyanyi terkenal remaja itu.


Ting..


Bunyi notifikasi WhatsApp terdengar. Membuat Meysa yang sedang termenung pun buyar. Dia pun mengambil ponselnya, dan menekan aplikasi hijau itu.


Yah.. karirnya hancur ya


Gak ada niat bunuh diri kah?


Kalau ada niat bunuh diri sini gue bantu bunuh, lagi pun Lo tu cuman beb an gak pantas hidup.


Meysa yang membaca pesan itu dadanya bergemuruh. Bukan satu kali ini aja, dia dapat kan pesanan chat kayak begini tapi sudah berulang kali. Walaupun Meysa sudah memblokir dan mengganti nomor. Tetap saja dia mendapatkan chatingan seperti itu.


Meysa yang sudah muak. Akhirnya menelpon nomor yang tidak di kenal itu. Beberapa detik kemudian, telepon pun nya di angkat oleh nomor yang tidak di kenal itu.


"Halo.. apa maksud Lo itu hah! kalau berani sini temui gue. Jangan berani di WhatsApp doang. Lemah banget jadi orang?" Ucap Meysa di sebrang telepon dengan perasaan menggebu-gebu.


"Oke, temui gue di sekolah SMP Nusa bangsa"


Tit...Tit..


Meysa yang melihat layar ponselnya mengerutkan dahinya, bahwa nomor yang tidak di kenal itu sudah mematikan teleponnya dengan sepihak.


"A njing teleponnya di matiin pula,. berani cuman di WhatsApp doang" Gerutu Meysa kesal. Kemudian dia pun mengingat, kalau nomor yang tidak kenal itu mengajak ketemuan di SMP Nusa bangsa.


"SMP Nusa bangsa, itu bukan? SMP gue ya?" Gumam Meysa. Cewek itu tanpa basa-basi mengambil sebuah hoodie berwarna hitam. Dan keluar dari kamarnya. Di depan pintu kamarnya, ada sebuah makanan. Walaupun orang tua Meysa sudah tidak memedulikan dirinya. Tetap saja namanya orang tua, tetap sayang sama anaknya.


Meysa pun mengacuhkannya, dan tetap terus melangkah.




Di SMP Nusa bangsa.



Meysa yang tiba di SMP Nusa bangsa, terlihat sepi. Bagaimana tidak sepi, karena cewek itu nya waktu malam. Dan ada beberapa ruangan yang terlihat gelap.



Meysa yang melihat pintu pagarnya, terkunci terpaksa dirinya harus manjat pagar tersebut. Meskipun dia terlihat anak manja, dia juga lumayan barbar loh. Cuman tertutup saja dengan sifat dinginnya.


__ADS_1


"Mana anak gajelas itu?" Meysa menyapu pandangannya di bangunan sekolah itu. Namun tidak ada terlihat satu pun orang. Ia pun berjalan demi langkah demi langkah.



"Apa anak itu ngerjain gue doang. Suruh datang ini sekolah ini malam-malam" Langkah Meysa terhenti, mendengar lemparan batu yang hampir mengenai dirinya.



"Oi keluar Lo? jangan jadi pengecut yang berani di sosmed doang" Pekik Meysa yang kesal. Ntah kenapa tiba saja, bulu kuduknya berdiri.



Cewek itu yang merasa hawa tidak ada enak. Melangkah kakinya keluar dari sekolah. Sebelum keluar dari pagar sekolah. Tiba saja ada yang memegang bahunya.



"Iih.. siapa sih yang berani pengang bahu gue" Gumam Meysa padahal tempat itu sepi. Dengan kepenuhan mental, menyakinkan untuk dirinya tidak takut. Ia pun menoleh.



"Ahhkk..." Langit yang melihat sepupunya yang di hadapan berteriak langsung membungkam mulut sepupu nya itu.



"Diam jangan berisik, gue ni langit bo doh" Ketus langit yang tangannya masih membungkam mulut Meysa. Cewek itu pun segera menipis tangan langit.




"Dan apa-apaan Lo malam begini di SMP Nusa bangsa. Kayak gak ada kerjaan aja!" Langit memutar bola matanya jengah.



"Suka-suka gue lah apaan urusan, dengan Lo?" Meysa membuang mukanya dengan wajah yang di tengkuk kesal.



"Sya gue pengen nanya sama Lo? apa benar kalau karir Lo hancur gara-gara kak Al?" Tanya Langit dengan penasaran. Meysa yang mendengar pertanyaan langit langsung matanya berkaca-kaca. Dan menghamburkan pelukan.



"Gue sedih banget tau, kakak yang gue sayang-sayangin dia yang sudah menghancurkan karir gue menjadi musisi. Terus nyokap dan bokap gue sekarang mereka sudah tidak memedulikan gue lagi. Gue mancam keluarga yang tidak anggap tau gak sih. Dan itu semua gara-gara rakyat jelata itu" Meysa menangis tersedu-sedu menerima kenyataan ini semua.



"Tapi Lo sama Luziana pernah sahabatan kan waktu SMP. Terus itu semua gara-gara ulah Lo sendiri sya. Ini semua akibat yang telah Lo lakuin" Ujar langit dengan nada tenang.


__ADS_1


"Jadi Lo lebih membela Luziana daripada gue, yang sepupu Lo ini?" Meysa menatap tajam sepupunya dengan air mata yang mengalir.



"Bukan gitu sya gue disini gak ada memihak siapapun? tapi gue ingin meluruskan perbuatan Lo salah! Lo paham kan maksud gue?" Langit menaikan alisnya, membutuhkan jawaban yang pasti.



"Alah gausah ba cot Lo bilang aja lo lebih peduli dia dari pada gue. Kemudian kalau gue sama Luziana dulu pernah temanan emang kenapa? ada masalah buat Lo. Lagi pun gue udah nyesel banget berteman dengan perempuan munafik kayak dia" Meysa terlihat tampak kesal, ada yang mengungkit-ungkit kalau dirinya pernah berteman akrab dengan Luziana.



"Lo bisa jelasin kenapa? Lo sangat benci Luziana?" Tanya Langit dengan hati-hati.



Meysa yang mendengarnya memutar bola matanya malas.



"Apa yang perlu gue jelasin, aku dah pernah bilang kan. Gue benci sama Luziana karena dia itu sudah mengambil semua kebahagiaan gue?" Balas Meysa dengan ekspresi serius.



"Iya tapi kejadiannya gimana?" Lontar pertanyaan dari Langit dengan tenang.



"Kejadiannya waktu SMP dia itu pernah bagi jawaban pas ujian, kemudian" Sebelum melanjutkan perkataannya tiba-tiba ada suara kaca pecah.



Praangk



*Bersambung*...



...----------------...



Maaf kalau author sudah bikin kecewa, sebenarnya author ingin Renaldy tinggal di tempat Mama Safira ingin Renaldy kenak mental dengan sifat adik nya Luziana. Tapi gak Papa lah.



**Tetap semangat menunggu update** \*\*\*\*nya, sampai novel ini tamaat dan Rilis\*\*\*\* **novel baru 😘🙏**

__ADS_1



Author masih bingung nama judulnya, penyesalan Arga atau karma. Atau terjeratnya hasrat tidak ada nya cinta. Pokonya masih bingung 😔


__ADS_2