Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Ingat umur


__ADS_3

"Dia gak nusuk orang dari belakang kan" Tanya Mommy Liona memastikan.


Kinasih menaikkan alisnya. "Ya enggaklah, gak mungkin dia nusuk keluarga suami sendiri" Balas Kinasih seraya menyeruput jusnya.


"Ya juga sih, tapi mungkin aja dia ada niat tertentu untuk menikahi putra ku. Apalagi dia diam-diam gitu mungkin ada maksud tertentu" Ucap Mommy Liona yang meragukan sifat Luziana.


"Aku gak tau mau komentar apa sih. Apalagi aku juga terlalu kenal dengan Luziana. Dan juga kenyataan bahwa Luziana itu anak Haris. Tapi lebih baik kamu jangan suudzon dulu. Lagipun kalau di lihat Luziana itu orangnya baik" Ujar Kinasih apa adanya.


Mommy Liona mengangguk kepalanya.



"Iihh... Lo ngapain masuk kamar gue" Ucap Karina kesal kepada Kevan yang masuk kamarnya.



"Emang gak boleh ya? masuk kamar adik sendiri" Balas Kevan santai.



"Adik? sorry ya gue gak kenal Lo. Lo itu siapa sih?" Tanya Karina pura-pura gak kenal.



"Ouh iya, iya gue juga gak kenal Lo. Ngapain Lo ada di rumah gue" Tanya balik Kevan seraya tersenyum miring.



"Rumah Lo? rumah gue kali..." Tawa remeh Karina.



"Karina..."



"Kevan ayooo makan malam" Teriak Kinasih memanggil nama anaknya.

__ADS_1



Kevan mendengar mamanya memangil segera menuju ke meja makan, begitu pula dengan Karina. Namun sebelum itu Kevan menarik rambut Karina. Dan langsung lari seperti orang di kejar.



"Kevann... anj\*Ng Lo. Berani narik rambut gue" Pekik Karina kesal. Ia pun mengejar kakaknya yang nyebelin itu.



Setelah beberapa menit.



Kevan, Karina menunduk kepalanya mendengar Kinasih memarahi mereka berdua.



"Apa-apaan sih kalian.. main kejar-kejaran di rumah jadi pecah kan vas bunga Mama" Ucap Kinasih dengan sorot mata tajam.




"Enak aja, itu gara-gara Lo ya duluan narik rambut gue b\*ngke" Ketus Karina dengan tatapan nyalang.



Kevan mengangkat bahunya acuh.



"Udah-udah diam kalian berdua.." Kinasih memijit pelipisnya yang sedikit pusing.



"Ada apa ini?" Tanya Kenan bingung.

__ADS_1



"Papa diam jangan banyak nanya!" Balas Kinasih emosi. Suaminya yang baru datang di kenak marah sama istrinya, mengehela nafas panjang. Kevan, Karina tertawa melihat papa mereka di kenak oleh Mama Kinasih.



"Hahaha kasian papa.."



"Diam kalian, nantik ku potong uang jajan kalian baru tahu rasa!" Mereka pun langsung terdiam.



"Mommy lagi ngapain.." Tanya Papi Devan seraya mendekati istrinya yang sedang berbaring di kasur sembari memainkan ponselnya.


"Gak ngapa-ngapain" Balas Mommy Liona tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Papi Devan pun melihat apa yang bikin istrinya sibuk sekali dengan ponselnya. Sampai terlihat serius kali.


Senyuman Papi Devan mengembang. "Iihh Mommy baik kali.." Ucap Papi Devan seraya tersenyum mesumnya.


Mommy Liona menaikkan alisnya. "Baik maksudnya?" Tanya Mommy Liona bingung.


"Ehem gausah pura-pura gak tau deh.. Mommy, Mommy ingin terlihat sexy depan Papi kan?" Ujar Papi Devan seraya memainkan alisnya.


Mommy Liona yang mendengarnya, langsung paham dengan maksud suaminya.


"Ini bukan untuk Mommy" Ketus Mommy Liona.


"Bukan untuk Mommy jadi itu untuk siapa" Tanya Papi Devan yang senyuman mesumnya mulai redup.


Mommy menatap suaminya sejenak.


"Buat Luziana.... Mommy itu gak sabar pengen punya cucu dari mereka.. jadi ini untuk Luziana. Bukan untuk Mommy" Ujar Mommy Liona.


"Jadi Papi jangan berharap begituan, kita tu dah tua. Jadi tolong ingat umur,"

__ADS_1


__ADS_2