Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Kedatangan Mommy Liona


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Renaldy berdiri dengan seragam loreng nya. Begitu Luziana yang nampak merapikan kerah seragam suaminya.


"Mas pergi dulu ya?" Pamit Renaldy mengecup kening istrinya dengan sedikit menunduk kepalanya. Karena istrinya pendek.


Luziana memejamkan matanya, merasa beda kenyal berada dahinya. Lalu membuka kedua kelopak matanya seraya mengangguk mengiyakan.


"Dan juga jangan nakal-nakal, apalagi kerja berat-berat. Lebih baik istirahat aja di kamar" Ujar Renaldy memperingatkan. Yang gak ingin istrinya itu kenapa-kenapa nantinya.


Luziana pun mengangguk mengiyakan. Renaldy yang berdiri tadi kini jongkok di hadapan perut istrinya. Dan mengecup perut Luziana yang sudah sangat buncit dari pada usia kehamilan 3 bulan biasanya. Sekarang kehamilan Luziana sudah memasuki 3 bulan. Wajar perutnya nampak lebih besar dari pada sebelumnya. Apalagi, ia sekarang lagi hamil kembar.


"Ayah pergi kerja dulu, ya nak. Jangan nakal-nakal di perut buna dan juga jangan bikin Buna kesusahan ya sayang" Ujar Renaldy seolah bicara pada anak yang di dalam rahim istrinya.


"Iya ayah! Ayah juga jangan pulang lama-lama kasian Buna sendirian. Dan semangat kerjanya ayah" Ucap Luziana menirukan suara seperti anak kecil. Renaldy yang mendengar ada suara seperti anak kecil, yang lupanya di tiru oleh istrinya, pria itu pun terkekeh pelan.


"Iya sayang, ayah bakal pulang cepat kok," Balas Renaldy seraya tersenyum. Ia pun berdiri dan pamitan pada istrinya.


"Hati-hati di jalan mas" Ucap Luziana melambaikan tangannya kepada suaminya yang udah di dalam mobil. Renaldy pun mengangguk mengiyakan, yang kaca mobilnya di buka. Dan ia pun menancap gas mobil mewahnya meninggalkan pekarangan rumah.


Melihat mobil suaminya, dah hilang dari pandangannya. Luziana pun melangkah masuk ke dalam rumah. Tapi pas di ambang pintu tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti, mendengar suara orang penjual siomay.


Terlihat banyak, anak-anak dan ibu-ibu beli siomay. Luziana yang melihat ikut turut beli.


"Heih, Luziana. Kemana aja gak pernah nampak-nampak" Tanya Ibu yang mengunakan daster.


"Eh, iya betul kemana aja neng Luziana" Timpal ibu rambut sebahu.


Luziana tersenyum simpul. "Gak kemana-mana Bu, cuman di rumah aja, cuman jarang keluar aja" Sahutnya seadanya. Ibu-ibu itu pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Pak, beli siomay nya dua ya" Pinta Luziana dan bapak penjual siomay itu mengangguk mengiyakan. Selang beberapa detik siomay nya, pun selesai di masukin ke plastik.


"Ini siomay sesuai pesanan neng yang pedas.." Ucap Bapak tukang jual siomay. Luziana pun menerimanya dan juga menyodorkan uang 10 ribu.


"Makasih ya pak.." Ucap Luziana membuat tukang jual siomay itu mengangguk kepalanya mengiyakan.


"Saya pergi masuk dulu ya" Pamit Luziana kepada ibu-ibu itu. Ibu itu pun mengangguk kepalanya.


"Iya.."




Luziana yang di dapur. Membuka plastik siomay nya yang ia beli tadi. Lalu memakan nya dengan lahap.



"Hmm enak banget.." Gumam Luziana seraya menyuapkan bakso siomaynya ke dalam mulutnya. Hingga selang beberapa menit kemudian siomay yang ia beli dua kini tinggal satu, itupun setengah. Luziana yang merasa kepedasan mengambil air dingin di dalam kulkas. Dan meminum air dingin nya tinggal setengah.



Suara bel, rumah terdengar menggema di rumah mewah yang sepi itu.



Ting



Tong



Luziana yang mendengar suara bel rumah. Berjalan menuju ke pintu rumah. Sementara disisi lain. Terlihat dua orang wanita yang berbeda umur berdiri di depan pintu rumah.



"Serius ini rumahnya Mommy?" Tanya gadis cantik yang ikut dengan Mommy Liona.



"Serius Lah, ngapain coba Mommy bohong" Balas Mommy Liona, setahu informasi yang dia dapat dari warga sekitar bahwa rumah ini, milik pasangan suaminya tentara. Ya pasti tentara itu Renaldy putranya.


__ADS_1


Ceklek



Pintu pun terdengar terbuka dari dalam. Luziana yang melihat yang di hadapan adalah mertuanya. Membulat matanya sempurna. Apalagi datang dengan seorang perempuan yang tidak tahu wajahnya karena tertutup dengan masker dan kacamata hitam.



Hening pun menyelimuti suasana, karena dari mereka tidak ada membuka suara. Luziana yang sedari tadi diam kaget, melihat mertuanya datang kerumah baru mereka, akhirnya pun membuka suara.



"Kalian ngapain kesini?" Satu kalimat pertanyaan pun keluar dari mulut Luziana yang terdengar pelan, tapi masih bisa di dengar.



Mommy Liona, yang mendengar pertanyaan dari menantunya jadi gegelapan. Gak tahu harus menjawab apa, yang membuat dirinya datang kerumah ini. Tapi sebelum Mommy Liona yang menjawab, sudah wanita sampingnya menjawab duluan, pertanyaan dari Luziana.



"Pantaskah seorang menantu menanyakan, buat apa mertua ngapain kesini. Dan gak di izin persilahkan masuk dulu" Ujar wanita itu tegas yang terlihat cantik walaupun mukanya tertutup oleh masker.



Mommy Liona, mendengarnya. Menyiku pinggang gadis cantik itu, membuat sang empu meringis kesakitan.



"Apa sih Mommy.." Bisik nya dengan emosi.



"Kamu jangan ngomong gitu!" Marah Mommy Liona.



"Biarin aja, capek tahu berdiri di luar mulu panas lagi" Balas gadis itu tak mau kalah.




"Ouh siapa saya, saya istri baru Renaldy dirgantara Hervandez. Saya datang kesini buat bertemu dengan dia!" Ujar gadis cantik itu lalu menerobos masuk ke rumah. Begitu juga di susul dengan Mommy Liona.



"Kalau mau cari mas Renaldy dia gak ada di rumah, dia lagi kerja" Ujar Luziana kepada dua wanita yang sedang duduk di sofa rumahnya.



"Ouh yaudah, gak papa. Tolong siapin kami jus dingin ya segera" Titah gadis cantik itu seraya menyipitkan matanya menatap perut Luziana.



Luziana yang risih gadis itu menatap perutnya mengiyakan saja, lalu pergi menuju dapur. Meninggalkan dua wanita yang beda umur itu.



"Kamu jangan suruh dia seenak kamu Meysa! Gimana Renaldy tahu. Yang ada habis kita" Protes Mommy Liona kepada putri bungsunya.



"Dan lagi, apa-apaan kamu bilang istri baru kakak mu. Gila kamu?" Sambung Mommy Liona dengan emosi.



"Kan aku bercanda Mommy, kalau kita gak bilang gitu. Yang ada Luziana asik nanya terus makanya aku bilang begitu" Balas Meysa yang tak mau di salahkan.



Mommy yang mendengarnya, tak mau banyak bicara lagi. Dia sudah capek berkeliling mencari alamat rumah baru putranya.


__ADS_1


Sementara Luziana, mengangkat telepon dari suaminya.



"Assalamualaikum sayang.." Ucap Renaldy setelah teleponnya terhubung.



"Walaikumsalam mas dirum-" Belum selesai Luziana berbicara tapi langsung di potong oleh suaminya.



"Sayang mas kayaknya, gak bisa pulang hari ini. Jadi kamu baik-baik dirumah ya. Mungkin mas besok pulangnya" Ujar Renaldy dan mematikan teleponnya sepihak. Luziana yang melihatnya, mengeram kesal sendiri. Pasti suaminya pas lagi sibuk-sibuknya makanya teleponnya di matikan sepihak.



Luziana yang sudah menyiapkan jus nya, mengantarnya keruang tamu dan menghidangkannya.



"Hay kakak ipar sudah lama kita tidak berjumpa" Sapa Meysa seraya tersenyum dengan melambaikan tangannya. Kini masker dan kacamata hitam yang ia pakai tadi sudah gadis itu lepas.



...----------------...



Kira-kira apa ya tujuan mereka?



Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.



Judul nya: Vanilla (Love and Dare)



Jangan lupa follow Instagram author: maulyy\_05



Dan juga jangan lupa kasih dukungan seperti.



Like



Hadiah



Komentar



Vote



Rating bintang limanya 🌟🌟🌟 🌟🌟



Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.



Judul nya: Vanilla (Love and Dare)

__ADS_1


__ADS_2