
"Hei Tuan Renaldy..." Sapa Kevan. Luziana yang melihat suaminya ada disini, langsung menunduk pandangannya.
"Duh... kok bisa ada disini sih" Batin Luziana yang melihat kedatangan suaminya dengan pandangan menunduk.
"Sebentar lagi meeting nya mau di mulai" Ujar Renaldy dingin. Membuat Kevan mendengarnya menjadi bergidik ngeri.
"Tenang bro... meeting bisa bentar- bentar aja, kenalan sama gadis cantik ini dulu.." Ucap Kevan agar suasana tidak terasa canggung. Tapi tetap saja terasa canggung karena Renaldy hanya diam datar.
"Lun kenalin ni Kakaknya Meysa, kau kenal sama Meysa kan" Tanya Kevan kepada Luziana.
Luziana mengangguk kepalanya. "Kenal" Sahutnya singkat.
"Nah ini kakaknya namanya Renaldy. Salam-salaman dulu kalian siapa tahu jadi akrab. Ntar pas saya nikah, Tuan Renaldy gak penasaran kali siapa pengantin wanitanya" Ujar Kevan, maksudnya bahwa pengantin wanitanya itu Luziana.
Luziana yang mendengarnya seketika jadi ngeleg otaknya. Maklum bukan jaringan forji 4G. Sementara Renaldy melemparkan tatapan membunuh kepada Kevan. Dan Kevan di situ langsung kicep, dan terjadi hening beberapa saat.
"Luziana kenalan dulu sama Tuan muda Renaldy" Ucap membuka suara Kevan.
"Hmm iya.." Luziana mengulurkan tangannya.
"Kenalin saya Luziana," Tapi apa tau yang di lakukan. Tangannya gak di sambut, Pria itu hanya masih posisi diam, datar saja.
"Sumpah aku malu banget..." Gimana sih perasaan udah mengulurkan tangan untuk salaman, tapi orangnya hanya diam, datar saja.
"Re salam, jangan diam saja" Titah Kevan dengan suara berbisik.
Renaldy mengehela nafas panjang. "Saya Renaldy" Ucap Renaldy datar. Luziana tersenyum canggung.
__ADS_1
"Iya..." Balas Luziana.
"Kak Kevan saya pulang dulu ya..." Pamit Luziana seraya tersenyum.
"Huemm iya.. hati-hati di jalan" Ucap Kevan, lalu Luziana mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Melihat istrinya sudah pergi, Renaldy melangkah pergi menuju parkiran mobil.
"Renaldy tunggu..." Ucap Kevan melihat Renaldy pergi meninggalkannya.
"Bukannya katanya ada meeting tadi" Ujar Kevan yang kini mereka berada di parkiran mobil.
"Bro jawab jangan diam AE.." Ucap Kevan kepada Renaldy yang tidak merespon.
"Meeting nya udah selesai" Jawab Renaldy dingin.
"Terus kau bilang ada meeting tadi apa?" Tanya Kevan yang sudah tertelan bumi. Karena orang yang di tanyanya itu sudah, pergi membawa mobil.
*****
"Kau ada urusan apa? sama Pria tadi sore" Tanya Renaldy dengan ekspresi datar.
"Hmm gak ada urusan apa-apa. Cuman kebetulan ketemu aja" Sahut Luziana yang duduk di pinggir kasur.
"Terus kalian ada hubungan apa?" Lontar pertanyaan lagi dari Renaldy.
"Hubungan apanya kami gak ada hubungan apa-apa kok" Jawab santai Luziana menatap suaminya yang ekspresi datarnya itu.
"Gak mungkin kalian gak ada hubungan? sampai bisa seakrab itu" Ujar Renaldy dingin.
__ADS_1
Luziana yang mendengarnya, menelan saliva-nya. Kok jadi dirinya di interogasi gini sih.
"Ya gak ada cuman adiknya temanan sama aku?" Luziana mengerutkan dahinya heran dengan sikap suaminya.
"Cewek cowok?" Ntah Kenapa Renaldy seperti Kepo sekali sama urusan. Padahal pria itu gak pernah penasaran sama hidup orang, apalagi menanyakan hal seperti itu.
"Ceweklah" Sahut Luziana sesantai mungkin.
Renaldy mengehela nafas kasar. Pria itu pun berjalan mendekati, dan merebahkan tubuhnya. Luziana melihat sikap suaminya merasa aneh. So dia tidak terlalu peduli amat.
Luziana pun menarik selimut, lalu menutupi tubuhnya. Gak perlu waktu lama Luziana terlelap dengan posisi mereka masih tidur saling membelakangi.
...----------------...
Banyak Para readers pengen romantis ya.. padahal author pengen konflik dulu baru setelah itu Romantis 😍😔. Tapi gak papa author buat romantis dulu baru konflik. Jadi para readers kasih saran dong, pengen romantisnya kayak gimana 🤔.
Jangan lupa dukunganya ya
Like
KOMENTAR
RATING BINTANG LIMANYA 🌟
Dan jangan lupa Hadiahnya ya🤗
sekian terimakasih.
__ADS_1