Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Kejutan


__ADS_3

Dua bulan kemudian pun berlalu, rumah tangga Luziana dan Renaldy semakin harmonis. Tidak ada lagi namanya pertengkaran atau penghinaan terhadap antara mereka berdua.


"Assalamualaikum mas," Ucap Luziana seraya mendekatkan benda pipih ke telinga nya.


"Walaikumsalam, kenapa sayang menelepon mas. Kangen ya.." Sahut Renaldy setelah mengangkat telponnya.


Luziana yang mendengarnya tersenyum simpul. "Iya nih kangen, mas sih gak pulang-pulang dah dua hari loh" Ujar Luziana di seberang telepon.


"Kan mas udah bilang, mas lagi sibuk di markas batalyon. Ntar malam deh mas pulang" Balas Renaldy di sebrang telepon seraya memasukan sebelah tangan di saku celana seragam loreng nya dan menatap para perkumpulan prajurit tentara.


"Jam berapa?" Sebelum mendengar jawaban dari suaminya. Tiba-tiba rasa mual menyerangnya.


Huekk..


Renaldy yang mendengarnya mengerutkan dahinya. "Kamu gak papa kan sayang?" Tanya Renaldy di sebrang telepon dengan perasaan khawatir. Namun orang yang di tanya tidak menjawabnya. Karena sudah lari ke kamar mandi.


"Halo.." Panggil Renaldy dengan perasaan makin kalut. Melihat istrinya tidak menjawab panggilan nya.


Luziana yang sudah, di kamar mandi. Memuntahkan isi perutnya di wastafel. Namun setelah selang satu menit, apa yang dia keluarkan dari perutnya cuman hanya cairan bening.


"Kenapa akhir-akhir ni aku sering mual ya" Gumam Luziana seraya mengusap wajahnya dengan air. Lalu mengambil handuk kecil yang di gantung pada tempatnya. Setelah mengelapkan wajahnya dengan handuk kecil. Perempuan itu pun melangkah keluar dari mandi.


Luziana memperhatikan ponselnya yang berada di atas kasur, lalu mengambil ponselnya tersebut. Dan melihat panggilan telepon nya bersama suaminya. Sayang nya teleponan itu sudah di akhir oleh sepihak. Tetapi ada chatan dari suaminya.


Mas RenaldyπŸ–€


Maaf ya mas akhiri teleponnya, soalnya ada pekerjaan yang mas harus selesaikan, nanti mas hubungi lagi kalau dah selesai.


Kamu gak papa? kan sayang. Ada yang sakit gak.


^^^from Luziana^^^


aku gak kenapa-kenapa kok mas, cuman telat makan aja tadi makannya naik asam lambung mungkin.


Yaudah kalau begitu semangat kerjanya πŸ–€πŸ˜˜


Balas chat Luziana di aplikasi hijau. Melihat pesan chat nya ceklis satu. Luziana pun mematikan ponselnya. Mungkin suaminya lagi sibuk.


Luziana yang tidak tahu ngapain lagi. Menuju ke dapur.


"Selamat pagi Nona!" Sapa pelayan di kediaman rumah baru mereka. Bernama Bu Tuti.


"Selama pagi juga Bu Tuti" Sapa balik Luziana dengan ramah seraya tersenyum.


"Bu Tuti, untuk bahan-bahan masak kue ada masih gak?" Tanya Luziana kepada pelayannya.


"Gak ada Non, kayaknya udah habis. Emang kenapa Nona?" Lontar pertanyaan Bu Tuti tersebut.


"Gini, Luziana pengen masak kue" Jawab Luziana seadanya.


"Ouh, kalau begitu. Bu Tuti belanja aja dulu Nona" Ujar Bu Tuti.


"Hmm, gausah deh Bu Tuti. Biar saya aja belanja. Mending Bu Tuti bersih rumah atau gimana gitu" Tolak Luziana yang bukan gak enakan, cuman dia pengen belanja aja sekali-kali. Bosen aja gitu di rumah mulu.


"Jangan nona, masa ada pembantu, yang belanja nya majikan sih. Kan gak enak nona, mending saya aja belanja. Lagi pun di luar panas. Kalau soal bersih rumah itu mah gampang bisa di atur" Sanggah Bu Tuti yang gak enakan.


Luziana mengangguk kepalanya. "Gak papa, Bu Tuti. Soalnya saya ada keperluan yang ingin saya beli. Jadi sekalian aja, saya aja belanja bahannya, kalau boleh keperluan lain boleh juga saya beli. Atau Bu Tuti pengen titip sesuatu, biar saya beli" Tawar Luziana di akhir kalimat. Lagipun ia tidak merasa diberatkan.


Bu Tuti nampak menimbang-nimbang. Ia bukan gak mau, takut aja nanti di marahin suami majikannya.


"Berarti kalau Bu Tuti diam, jawabannya pasti ya!" Tukas Luziana seraya tersenyum.


"Yaudah kalau begitu, Bu Tuti tulis aja list nya di kertas biar saya belanja. Dan saya mau mandi dulu, kalau dah siap di catat apa yang ingin di beli. Bilang sama saya" Pungkas Luziana lalu berlenggang pergi.


Bu Tuti yang melihat menatap punggung majikannya makin menjauh. Mengusap wajah dadanya.


"Kalau begini terus yang ada nanti saya kenak makin sama Tuan Renaldy. Mau nolak aja susah." Bu Tuti mengeleng kepalanya memikirkan apa yang terjadi setelah suami majikannya tahu.




Luziana menautkan kedua jarinya dengan cemas. Sudah pukul jam 12 malam, suaminya belum kunjung pulang. Makanan yang buat dengan tangan sendiri sudah terhidang rapi di atas meja tamu. Dan belum tersentuh sedikitpun. Begitu juga Luziana belum sama sekali makan malam. Sebelum suaminya pulang.



"Mas kemana ya? kok belum pulang-pulang" Monolog Luziana seraya menatap jam dinding.



Bu Tuti yang melihat majikannya yang duduk di sofa sendirian. Merasa iba, apalagi majikannya itu belum sarapan malam.



"Non, mending non makan aja terus tidur. Gak baik malam-malam berjaga-jaga. Apalagi Nona selama ini kurang enak badan" Ujar Bu Tuti kepada Luziana.

__ADS_1



Luziana yang mendengarnya, tersenyum simpul. "Makasih Bu Tuti atas perhatiannya, tapi saya nunggu suami saya pulang dulu. Mungkin sebentar lagi pulang kok. Mending Bu Tuti tidur aja duluan. Gak bagus juga untuk seumur Bu Tuti itu begadang" Tolak Luziana.



Bu Tuti mendengar nya tersenyum. "Yaudah saya pergi tidur duluan ya non, kalau perlu apa-apa panggil aja saya" Pamit Bu Tuti lalu di angguki kepala oleh Luziana.



Pukul jam 12 malam pun terlewat kan. Kini sudah jam 1 Renaldy belum kunjung pulang. Luziana yang sedari tadi menanti kepulangan suaminya, sampai-sampai matanya melek.



"Duh Luziana jangan nutup mata dulu" Monolog Luziana menyakinkan dirinya jangan memejamkan matanya dulu. Perempuan itu pun kembali menatap jam dinding yang sudah jam 1. Suasana dingin pun menerpa kulit Luziana di ruang tamu itu yang sendiri. Ia pun mengusap kedua bahunya untuk sekedar memberikan kehangatan.



"Hoamm.." Nguap Luziana seraya bersandar di sofa. Tangannya pun terulur mengusap perut nya yang rata.



Suara mobil pun terdengar dari luar. Luziana yang awalnya ngantuk kini tiba-tiba saja ngantuk sudah hilang. Ia pun langsung menyalakan lilin di kue yang ia buat. Dan langsung berdiri di samping pintu.



Pintu pun terbuka dan menampilkan pria yang ia tunggu pulang sedari tadi. Dan bukan di situ aja terdengar suara balon pecah dari atas pintu, dengan mengeluarkan serbuk-serbuk nya.



Renaldy menatap sekitar dengan wajah datar. Matanya berhenti melihat istrinya yang memengang kue ulang tahun.



"Selamat ulang tahun suami ku tersayang..." Ucap Luziana dengan nada berteriak. Renaldy yang mendengar kata ucapan ulang tahun dari istrinya. Tidak merespon apa-apa cuman diam datar.



"Mas kenapa diam, di tiup dong lilinnya" Lanjut Luziana yang melihat suaminya hanya diam saja. Renaldy pun mengangguk kepalanya mengiyakan, lalu meniup lilin tersebut.



Hening...




"Mas kenapa kok wajahnya datar aja." Luziana yang sedari memperhatikan wajah suaminya yang seperti tidak ada rasa bahagia atas kejutan yang ia buat.



Renaldy yang sadar dari tadi istrinya, menatap wajahnya. Langsung memasang tersenyum terpaksa.



"Enggak kok mas cuman capek aja habis pulang kerja" Sahut Renaldy yang tidak menutupi kebohongan. Ya selama dua hari Renaldy belum namanya istirahat. Tercetak jelas juga di wajahnya bahwa pria itu sangat lelah.



Luziana yang mendengarnya, tersenyum tipis. "Yaudah mas langsung aja masuk kamar, jangan lupa bersih-bersih dulu sebelum tidur" Ucap Luziana gak merasa tidak apa apa sih bahwa yang kejutan dia buat itu. Untuk suaminya tidak di rayakan bersama. Walaupun di dalam hati nya paling dalam merasa sedih.



Renaldy mengangguk kepalanya. Lalu dia mengerutkan dahinya melihat makanan yang terhidang di atas meja tamu, begitu banyak.



"Itu buat siapa makanannya di atas meja?" Tanya Renaldy yang belum peka bahwa makanan yang terhidang untuk dirinya.



"Ya gak buat siapa-siapa, cuman buat tamu aja tadi" Dusta Luziana seraya tersenyum. Renaldy yang mendengarnya perkataan istrinya, kayak ada di tutupi.



"Bukan buat mas kan?" Tanya nya lagi.



Luziana mengeleng kepalanya pelan. Renaldy melihat jawaban istrinya, merasa janggal. Ia pun melangkah kakinya menuju meja tamu itu.



Terlihat mancam jenis makanan, ada puding, ada nasi goreng, ada daging rendang, ayam kecap, perkedel, kentang, dan kuah sop, dan minumannya ada tiga macam, fanta, Coco cola dan jus jeruk.

__ADS_1



"Tapi makanan nya kok kayak belum di sentuh." Renaldy merasa heran kayaknya makanan untuk dirinya bukan untuk tamu.



"Ya-" Sebelum Luziana menjawabnya, Renaldy sudah mengambil piring dan memakannya.



"Mas cicipi makanannya ya?" Ujar Renaldy seraya duduk di sofa dan menyuapkan mulutnya dengan nasi goreng.



"Tapi mas katanya mau tidur?" Tanya Luziana seraya mendaratkan bokongnya di samping suaminya.



"Ntar dulu, mas pengen makan" Dustanya, padahal Renaldy sudah makan banyak di tempat kerjanya. Mengingat dirinya tambah usia. Para prajuritnya mengadakan makan besar-besaran bersama.



Tapi gak papa, menghargai istrinya yang sudah berjuang memasakkan makanan untuk dirinya. Luziana yang melihat suaminya memakan hasil buatannya, merasa senang.



"Kamu gak makan?" Tanya Renaldy kepada istrinya yang hanya diam melihat dirinya makan, seraya tersenyum.



"Makan kok?" Sahutnya setelah itu di suapi oleh suaminya. Luziana yang di suapi makanan milik piring suaminya.



Membulatkan matanya. "Mas aku bisa makan sendiri" Tolak Luziana yang melihat suaminya ingin menyuapi dirinya lagi.



"Gak papa sekali-kali kamu gak pernah kan di suapi sama mas kan. Makanya sekarang mumpung mas lagi bisa, mas suapi" Ucap Renaldy kembali menyuapi istrinya.



...----------------...



Jangan lupa follow Instagram author: maulyy\_05



Buat teman-teman mampir novel baru author ya😘.



Judul nya: Vanilla Love and Dare



Kalau dah mampir jangan lupa dukunganya ya.



Like



Vote



komentar



Rating limanya jangan lupa 🌟🌟🌟



Buat yang gak suka skip aja, jangan rating asal-asalan soalnya novel nya itu buat lomba jadi mohon bantuannya ya teman-teman πŸ€­πŸ–€.



Sekian terimakasih.


__ADS_1


Kalau soal Novel ini, cuman tinggal dua bab mungkin lagi tamat. Tinggal mungkin author bagi esktra part-nya aja.


__ADS_2