
"Sayang.. bangun shalat subuh" Ucap Renaldy seraya menggoyang tubuh istrinya. Luziana yang tidur tanpa sebenang helai pun, gara-gara suaminya. Ia pun terbangun.
"Hmm apa mas.." Sahut Luziana yang nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.
Renaldy tersenyum tipis.
"Bangun.. terus mandi wajib, kemudian shalat subuh" Titah Renaldy seraya mengusap rambut istrinya.
"Iya mas.." Luziana pun bangkit dari kasurnya, dia belum sadar kalau dirinya tengah telanjang.
Renaldy melihatnya sedikit membuang muka.
"Kamu ingin nambah ronde lagi ya?" Goda Renaldy seraya tersenyum tipis.
"Tambah ronde? maksudnya?" Luziana mengerutkan dahinya bingung dengan perkataan suaminya.
Renaldy mengehela nafas panjang seraya mengeleng kepalanya pelan melihat istrinya.
"Lihat kamu lagi kayak gimana" Mendengar kata suaminya, Luziana langsung melihat dirinya tanpa sehelai benang pun. Mukanya pun bersemu merah.
Dengan gerakan cepat dia langsung masuk ke kamar mandi.
"Jangan-jangan lari sayang nantik kamu terpeleset" Peringat Renaldy dengan suara nada yang ditinggikan.
Namun tidak ada respon dari istrinya. Yang ada mendengar suara air dari shower kamar mandi.
Luziana yang baru pulang sekolah melihat mertuanya yang sedang duduk di dapur.
"Luziana sini.. Mommy ada buatin jus buat kamu" Panggil Mommy Liona yang melihat menantunya baru pulang sekolah.
"Iya Mommy.." Sahut Luziana seraya menghampiri mertuanya itu.
Luziana yang sudah di hadapan Mommy Liona. Wanita paruh baya itu pun memberikan jus kepada menantunya. Luziana pun menerimanya.
__ADS_1
"Gimana rasanya..." Tanya Mommy Liona dengan lembut.
"Jus apa ni Mommy kok kayak beda dengan jus yang lain. Kayak baru kali aja rasainnya" Luziana bukan menjawab pertanyaan dari Mommy Liona namun melontarkan pertanyaan kembali kepada mertuanya itu.
"Itu jus sirsak campur melon, enakan rasanya.." Balas Mommy Liona seraya tersenyum.
Luziana mengangguk kepalanya mengiyakan.
"Enak Mommy makasih ya.." Ucap Luziana dengan tulus.
"Sama-sama, gimana keadaan bayi di dalam kandungan kamu udah di periksa?" Tanya Mommy Liona dengan kepo.
"Hmm Luziana kurang tahu, tapi terakhir di periksa kandungannya lemah. Tapi selama ini biasa aja gak ada rasa sakit apa-apa" Balas Luziana seadanya.
"Kenapa gak di periksa lagi kandungannya?" Mommy Liona melontarkan pertanyaan lagi kepada menantunya. Untuk memastikan keadaan menantunya itu baik-baik saja.
"Iya kata mas hari Minggu. Selama ini coba harus banyak istirahat dan minum obat teratur gitu kata mas..." Seingat Luziana apa yang di bilang suaminya.
Mommy Liona menanggapinya dengan ber'oh ria.
"Gini Luziana ini Mommy balikin lagi uang yang pernah Mommy ambil" Mommy Liona menaruk uang yang berjumlah sepuluh juta di tangan menantunya.
__ADS_1
Luziana mengerutkan dahinya heran.
"Maafkan perlakuan Mommy selama ini ya.. yang sesuka hati nyuruh Luziana. Dan juga buruk prasangka kepada Luziana. Kamu mau kan maafkan Mommy.." Lirih Mommy Liona yang ingin berubah dan damai kepada menantunya.
"Mommy ngomong apa sih? Luziana gak pernah marah kok sama mommy. Lagi pun apa yang memang Mommy suruh memang tugas sebagai wanita berumahtangga kan. Luziana juga minta maaf kepada mommy gak bisa mengurus putra Mommy. Yang seperti Mommy mau?" Mata Luziana berkaca-kaca menatap wajah ibu mertuanya.
Mommy Liona turut matanya berkaca-kaca juga ia pun tersenyum.
"Kamu sudah mengurus putra Mommy seperti Mommy mau kok Luziana. Jadi gak perlu minta maaf ya" Mommy Liona mendekap erat menantunya itu di dalam pelukannya.
Luziana yang mendengarnya tersenyum lebar.
"Makasih Mommy udah mau menerima Luziana jadi menantu mommy.."
"Ck kesal banget... sama si rakyat jelata. Bukannya menghilang makin dekat dengan keluarga gue" Gerutu Meysa kesal.
"Apain gue perlu singkirkan itu bocah ya. Tapi kalau kak Al marah ke gue kayak gimana ya! gue sih takut juga kalau di ancam kayak begitu. Duhh berpikir dong Meysa.." Meysa mengetuk pelan dahinya mengunakan jari telunjuk nya.
"Lagi pikirin apa sya?" Tanya teman les musik Meysa.
Lamunan Meysa pun buyar.
"Gak ada mikir apa-apa kok" Meysa mengeleng kepalanya pelan.
"Ouh.." Cewek berambut di kepang itu pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Kemudian dia pun kembali bermain musiknya.
Meysa yang melihat temannya sedang bermain musik dia jadi teringat sesuatu.
__ADS_1
"Ouh si langit kan ada.." Gumam Meysa seraya menyeringai. Dia pun mengambil ponselnya yang berada di tas, lalu Meysa pun mengetik sesuatu.
Langit temui gue di tempat restoran yang kayak biasa kita pergi. Ntar malam.. Chat Meysa kepada sepupunya.