Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Menetap di rumah mertua


__ADS_3

Meysa melangkah ke dalam rumah mewah milik orang tua nya dengan bahagia. Setelah, mengetahui kalau langit akan membantunya. Dengan semangat empat lima dia bakal membuat rencana dengan sematang mungkin. Sampai satu pun orang gak tahu.


Tiba-tiba saja langkah Meysa terhenti, melihat Papi Devan yang biasa jarang di rumah. Apalagi di sore hari, kini berada di ruang tamu. Tak mau berpikir panjang dia pun melanjutkan langkahnya. Namun sebelum melanjutkan langkahnya, Papi Devan sudah memanggil dirinya duluan.


"Meysa baru dari mana kamu?" Tanya Papi Devan dengan raut wajah seperti mau marah.


Meysa mengerutkan dahinya.


"Baru pulang dari les musik, emang kenapa?" Tanya balik Meysa dengan santai.


"Terus setelah itu kamu ada kemana lagi?" Lontar pertanyaan Papi Devan lagi. Meysa yang melihat Papinya yang asik melontarkan pertanyaan, membuat nya, menjadi risih.


"Papi kenapa sih, kayak kepo banget sama Meysa. Ya setelah pulang Les musik ya pulang kerumah lah. Emang mau pergi kemana lagi!" Ujar Meysa menyahuti dengan sedikit kesal. Namun setelah itu ntah kenapa meysa merasa janggal, melihat ekspresi Papinya, yang seperti Papinya tidak puas dengan jawaban putri bungsunya katakan.


Papi Devan yang tidak basa-basi lagi menuju kembali ke kamarnya. Dan tanpa pamitan sama putrinya. Membuat Meysa yang melihat sikap Papinya harini merasa aneh.


Meysa pun mengangkat bahunya acuh dan kembali berjalan menuju kamarnya.



Renaldy tersenyum seraya mengusap perut istrinya yang seperti sedikit membuncit. Luziana yang melihatnya ikut tersenyum.



"Hay anak ayah, gimana keadaan kamu sekarang di dalam kandungan mama?" Tanya Renaldy seraya mengusap perut buncit istrinya.



"Baik-baik aja ayah, tapi dedek masih laper.." Ujar Luziana menyahuti seraya meniru suara anak kecil. Renaldy yang mendengarnya, mendongak menatap wajah istrinya.



"Kamu masih laper sayang? padahal tadi udah makan malam loh" Ucap Renaldy seraya mengerutkan dahinya.



"Iyaa dedeknya masih laper ayah.. yang tadi itu makan nasi. Kalau sekarang beda, pengen cemilan ayah!" Balas Luziana dengan suara masih sama.



"Ini yang laper mamanya, atau dedeknya sih?" Tanya Renaldy seraya memainkan alisnya.



"Dedek nya lah ayah, masak mamanya sih. Mamanya kan mana mungkin suka makan banyak" Balas Luziana dengan cemberut.



"Iya deh.. jangan ngambek dong sayang. Kamu pengennya apa biar mas beliin" Tanya Renaldy dengan lembut.



"Mas aku nantik gak mau di panggil Mama deh?" Ujar Luziana memberi tahu.


__ADS_1


Renaldy yang mendengarnya mengerutkan dahinya.



"Kenapa sayang?" Renaldy mengerutkan dahinya bingung.



"Aku pengennya di panggil dengan sebutan Buna aja, jangan Mama. Kalau Mama itu ketuaan, kalau Buna itu masih muda.." Seru Luziana seraya tersenyum sumringah.



"Ouhh cuman itu toh, tak kirain mas tadi apa? kenapa kamu gak suka di panggil mama" Gumam Renaldy seraya mengeleng kepalanya pelan. Di kirain Renaldy istrinya, itu gak mau di panggil mama karena masih muda malu di dengar orang, kalau anak kecil memanggil istrinya dengan sebutan Mama. Kalau gak di panggil Mama, ya jadinya pengen di panggil kakak dong. Itu maksud yang di dalam pikiran Renaldy.



"Emangnya mas kirain apaan?" Tanya Luziana yang mendengar gumaman suaminya.



"Gak ada apa-apa kok" Balas Renaldy dengan cepat.



"Kamu tadi pengen cemilan apa? biar mas beli terus. Sebelum keburu tengah malam" Ujar Renaldy memberi tahu.



"Aku pengen kebab sama burger mas itu aja. Tapi aku ingin ikut beli juga ya mas" Pinta Luziana dengan mata berbinar-binar.




Luziana yang mendengarnya, ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sedih. Renaldy yang melihatnya menghela nafas pelan.



"Lagipun besok kamu masih ujian kan" Sambung Renaldy lagi seraya mengusap kepala istrinya.



"Tapikan mas besok kan udah ujian terakhir kok, jadi gak papa dong" Gak terasa sudah, Luziana sudah mau ujian terakhir saja. Setelah itu sudah tidak ada ujian lagi, tinggal tunggu libur aja dan bagi raport. Dan sedihnya besok lusanya suaminya akan pergi bertugas.



"Aku paket jaket kok mas, jadi boleh ya.." Pinta Luziana dengan memelas.



Renaldy yang melihat ekspresi istrinya, merasa tidak tega. Mau gak mau, Renaldy pun mengiyakan.



"Yaudah boleh.." Ucap Renaldy seraya mengangguk kepalanya pelan.

__ADS_1



Luziana yang mendengarnya, matanya membulat sempurna.



"Makasih ya mas I love you.." Ucap Luziana seraya mencium pipi suaminya.



Renaldy yang dapat ciuman dari istrinya, hatinya merasa berbunga-bunga.



"I Love you tou.."



Di sebuah perusahaan ternama, yang sudah di bangun sejak dulu. Di bangun karena pengen menjadi orang kaya raya, dan ingin memenangkan hati seorang wanita yang dia cintai.


Pria yang berumur sudah tidak muda lagi, namun masih gagah dan tampan di umurnya yang menuju Lima puluh tahun. Termenung menghadap kaca perusahaan yang menampilkan banyak bangunan. Dan tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok


Tok


"Masuk.." Mendengar jawaban bosnya, orang yang mengetuk pintu pun masuk.


"Permisi tuan! ada yang ingin menemui dengan anda" Ucap sekertaris yang bernama Bima.


"Silahkan suruh masuk" Balas Pria itu tanpa membalikkan badannya.


"Baiklah tuan.." Pungkas sekretaris Bima dan kembali keluar dari ruangan CEO tersebut.


"Assalamualaikum Papi..." Papi Devan yang mendengar suara yang sangat dia kenali langsung membalikkan badannya. Ya Pria yang membangun perusahaan yang kini menjadi ternama ialah Papi Devan. Pria itu tampak tersenyum melihat kedatangan putra sulungnya.


"Walaikumsalam.." Sahut Papi Devan. Renaldy pun mengulurkan tangannya, untuk bersalaman dengan Papinya.


Papi Devan menyambut salaman putra sulungnya khas seperti salaman seorang laki-laki.


"Ada niat apa kamu kesini Al" Tanya Papi Devan seraya mendaratkan bokongnya di kursi besarnya. Ya pasti kalian ketahui, pasti Renaldy menemui Papinya karena ada sesuatu. Kalau gak ada sesuatu mana mungkin sampai datang ke induknya perusahaan Hervandez group. Ya pastinya itu sangat penting.


"Al niat kesini ingin minta tolong sama Papi. Untuk selama Al bertugas tolong jaga istri Al ya" Pinta Renaldy dengan ekspresi datar kepada Papinya.


"Boleh saja.. emang Al sama istri kamu sudah memutuskan untuk tetap tinggal di rumah kita" Tanya Papi Devan memastikan.


"Sudah.." Renaldy dan Luziana sudah memutuskan. Kalau Luziana bakal tetap tinggal di rumah milik mertuanya itu. Kalau di rumah orang tuanya, dia takut mengganggu apalagi Papa Haris orangnya sering sibuk. Begitu Mama Safira yang kini sekarang, lagi kerja sama orang.


Mau gak mau Luziana bakal tetap tinggal di rumah orang tua suaminya, selama suaminya sedang bertugas. Kalau dia tinggal sendiri, merasanya tidak nyaman aja begitu.


Papi Devan mengangguk kepalanya paham.


Sementara Meysa yang berada di sekolah, yakni di roof top sekolah SMA Harvard. Sedang membicarakan sesuatu. Bahwa mereka bakal memulai aksinya setelah Renaldy pergi bertugas.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa follow Instagram author: maulyy_05


__ADS_2