Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Penasaran isi kado


__ADS_3

Setelah menyuapi nasi goreng ke Luziana. Renaldy beralih memakan puding buatan istrinya. Sementara Luziana memperhatikan suaminya, dengan tatapan penuh jawaban bagaimana dengan rasa puding yang, ia buat.


"Hmm, rasanya pas. Dan sangat lezat" Ucap Renaldy seraya menyuapkan pudingnya ke dalam mulutnya.


Luziana yang mendengarnya, langsung tersenyum sumringah.


"Alhamdulillah.." Jawab Luziana usaha buat pudingnya gak berakhir sia-sia, ternyata suaminya suka dengan puding buatannya.


Tidak ada yang berbicara lagi, membuat suasana jadi hening. Renaldy sedari tadi memperhatikan istrinya yang sedang memegang kotak kecil yang di balut kertas kado. Merasa penasaran.


"Itu-" Sebelum Renaldy melanjutkan perkataannya, tiba-tiba supir keluarga nya datang bersama satpam rumah milik mereka.


"Ini tuan kotak hadiahnya taruh di mana?" Tanya Sopir tersebut dengan mengangkat beberapa kotak kado.


"Hmm taruh disini aja" Jawab Renaldy dengan ekspresi datar, lalu di angguki kepala oleh sopir dan satpam tersebut. Mereka pun melentakan kadonya pada tempat tuan mereka suruh.


"Kami pamit keluar dulu ya tuan!" Pamit mereka setelah melentakan kadonya itu. Renaldy pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


Setelah mereka pergi, Luziana mengerutkan dahinya melihat begitu banyak hadiah yang di bawa oleh perkerja rumah mereka, yang telah di letakkan di hadapan mereka.


"Ini kado dari siapa?" Tanya Luziana seraya menoleh menatap suaminya. Renaldy yang di berikan pertanyaan oleh istrinya pun menjawab.


"Iya itu kado dari teman kerja, mas. Buat mas" Sahut Renaldy seraya membetulkan duduk nya.


Luziana pun mengangguk kepalanya paham. Suasana hening pun menyelimuti kembali mereka. Renaldy yang sedari tadi penasaran kotak kecil yang di pengang istrinya, menanyakan kotak kecil itu.


"Itu buat siapa, buat mas ya" Tanya Renaldy dengan tersenyum simpul dengan tatapan menatap kotak yang di pengang istrinya.


Luziana pun mengangkat pandangnya, menatap suaminya.


"Hmm Iyah, tapi kayaknya kado aku jelek deh. Nanti besok ku kasih hadiah baru saja gak papa mas" Ucap Luziana yang gak pede dengan hadiah pemberian suaminya.


Renaldy yang mendengarnya, melentakan piring puding yang, ia makan ke meja di depan mereka.


"Kado itu bukan soal mewah atau jeleknya, tapi dari orang yang memberinya tulus atau gak. Jadi sini hadiah nya biar mas buka" Pinta Renaldy dengan menatap netra mata Luziana.


Luziana mengeleng kepalanya. "Tapi ini memang jelek loh mas, besok aja deh ku kasih kado yang lebih bagus" Tolak Luziana yang tidak ingin memberi hadiah nya.

__ADS_1


Renaldy pun menghela nafas pelan, percuma kayaknya bujuk istrinya. Istrinya itu bakal gak berikan kotak kecil yang, perempuan itu pengang.


"Sayang tolong bukain kado pemberian teman mas, mau gak" Pinta Renaldy kepada istrinya.


"Mau, tapi emang boleh. Kan itu kan dari pemberian dari teman mas. Bukannya bagusnya mas sendiri yang buka hadiahnya" Ujar Luziana yang gak enakan membuka hadiah milik orang.


"Boleh lah, kalau gak mana mungkin kan mas minta tolong sama kamu. Mas itu cuman malas aja buka hadiahnya sendiri" Jelas Renaldy kepada istrinya. Luziana pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


Luziana pun membuka kadonya satu persatu. Perempuan itu tampak takjub saat membuka kadonya yang berisi barang-barang mewah.


Renaldy yang melihat istrinya, sibuk membuka kadonya. Berpindah duduk di belakang istrinya.


"Kok di beri baju bayi ya, padahal kita belum punya anak loh mas" Tanya Luziana seraya mengerutkan dahinya. Melihat suaminya yang tidak duduk di samping nya membuat Luziana heran.


"Mas.." Luziana merubah posisi duduk nya menghadap ke suaminya yang duduk di belakangnya.


"Ouh mungkin, mereka gak tahu kasih kado apa. Makanya di kasih kado begituan. Lagipun gak papa, nanti mungkin kita bakal punya anak juga" Balas Renaldy seperti menutupi sesuatu.


Luziana mengangguk kepalanya mengiyakan, dan kembali duduk membelakangi suaminya. Ia pun sambung membuka kado kembali. Renaldy yang melihat istrinya kembali sibuk dengan kado tersebut. Melakukan aksinya, mengambil kado punya istrinya diam-diam. Pria itu sengaja menyuruh istrinya membuka kado itu, biar fokus istrinya teralih. Jadi dia bisa membuka kado milik istrinya yang membuat dirinya sangat penasaran.


"Mas ini apaan ya?" Tanya Luziana yang merasa aneh dengan bentuknya kayak balon panjang yang belum tiup.


"Sial." Renaldy mengumpat dalam hatinya, yang melihat istrinya bertanya membuat dirinya. Harus menyembunyikan kado milik istrinya yang sudah terbuka tinggal melihat isinya yang tertutup tisu.


"Mas?" Panggil Luziana kepada suaminya yang tidak memberi respon.


"Hmm iyah, kenapa" Tanya Renaldy di akhir kalimat


"Ini apa yah?" Luziana mengangkat benda yang tidak tahu itu, biar suaminya bisa melihat nya.


Renaldy yang melihatnya, langsung membulat matanya sempurna. "Ouh ini bukan apa-apa sayang." Renaldy menarik benda yang di pengang istrinya. Luziana yang melihat tingkah suaminya, menjadi buat dirinya penasaran dengan benda itu.


"Emang itu apa sih mas?" Tanya Luziana dengan penasaran.


Renaldy tersenyum tipis. "Kamu itu gak perlu tahu karena kamu masih terlalu kecil untuk mengetahui benda ini apa! Jadi lanjut aja buka kadonya" Titah Renaldy yang gak ingin istrinya tau apa nama benda kado yang temannya berikan itu.


"Ini pasti ulah Arya.." Umpat Renaldy di dalam hati.

__ADS_1


Luziana yang mendengar jawaban suaminya tersenyum jahil.


"Kasih tahu gak? Kalau gak aku kelitiin ini" Ancam Luziana seraya memainkan alisnya. Renaldy yang melihat ekspresi istrinya, yang sangat penasaran akan benda itu. Tertawa di dalam hati.


"Jangan di kelitiin di cium aja" Goda Renaldy membuat Luziana pipinya menjadi bersemu merah.


"Iih modus!" Kesal Luziana dengan wajah cemberut. Renaldy yang melihatnya terkekeh pelan.


"Kasih tahu gak? Kalau gak aku benar-benar kelitiin ini" Ancam Luziana lagi.


"Gak mau" Balas Renaldy dengan tatapan menggoda. Luziana yang melihatnya suaminya, gak ingin beri tahu. Mencoba menggelitik suaminya. Tapi reaksi Renaldy terlihat biasa-biasa saja.


"Kok gak geli ya" Seru Renaldy seraya tersenyum membuat Luziana menjadi makin kesal. Ia pun memperkuat menggelitik suaminya. Hingga membuat kado kecil tersebut jatuh yang Renaldy sembunyikan.


Bruk..


"Tespek.."


...----------------...


Jangan lupa follow Instagram author: maulyy_05


Dan juga jangan lupa kasih dukungan seperti.


Like


Hadiah


Komentar


Vote


Rating bintang limanya 🌟🌟🌟 🌟🌟


Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.


Judul nya: Vanilla (Love and Dare)

__ADS_1


__ADS_2