
Luziana menatap Nadia dengan kesal. Karena baru saja dirinya tertidur beberapa jam. Kini di bangunkan sama cewek itu. Dengan cara wajahnya dibasahi air.
Nadia menatap Luziana yang seakan ingin menerkam dirinya saat itu juga. Menyengir lebar.
"Gausah gitu amat ekspresinya. Gue bangunin Lo karena Lo itu ribut amat sih. Mengigau panggil suami Lo mulu" Ujar Nadia menjelaskan.
Luziana yang mendengar perkataan, Nadia menghela nafas pelan. Ia pun bangun dari posisi tidur nya, beralih menjadi posisi duduk. Kemudian Luziana pun menoleh kesamping melihat Nadia yang tanpa berdosa nya kembali tidur.
Luziana yang sudah terbangun, susah untuk tidur kembali. Ia pun memijit pelipisnya yang terasa pusing.
"Nadia..." Luzia menggoyang tubuh Nadia sembari memangil nama cewek itu, agar cewek itu terbangun dari tidurnya.
"Hmm apa sih?" Tanya Nadia ketus yang masih setengah sadar.
"Gue ngidam ni..." Jawab Luziana dengan masih menggoyang tubuh cewek itu pelan.
"Hah ngidam..." Mendengar kata ngidam refleks Nadia jadi bangun. Dan menaikkan kedua alisnya.
"Belikan aku ayam geprek dong.." Dengan wajah memelas Luziana memohon kepada Nadia agar mau menurutinya.
Nadia mengeleng kepalanya cepat. "Enggak mau! Gila Lo ya suruh gue keluar tengah-tengah malam" Balas Nadia lalu hendak memejamkan matanya kembali.
__ADS_1
"Iya ini juga salah kamu! siapa suruh, bangunkan aku malam-malam. Jadinya aku laparkan..." Ucap Luziana yang tidak terima dirinya di katakan gila. Akibat menyuruh temannya itu keluar malam-malam.
"Kan aku juga dah bilang, Lo itu tadi mengingau panggil-panggil suami Lo. Otomatis gue takut gitu makanya gue bangunin" Jelas Nadia yang ingin tidak di salahkan.
Luziana mengerucutkan bibirnya. "Terus bagaimana, aku gak bisa tidur kalau ngidam aku gak di turuti" Mata Luziana mulai membasah. Merasa sedih ngidamnya tidak di turuti.
Nadia yang mendengar, suara tangisan Luziana. Mencebik kesal.
"Kalau gak, panggil aja pelayan Lo itu suruh beli. Jangan sama gue..." Saran Nadia. Luziana menyibak selimutnya. Dan berjalan menuju ke dapur.
Nadia yang melihat, sepertinya Luziana kesal padanya. Menghela nafas panjang dan memutuskan untuk tidur kembali.
"Ih kesal banget, gak ada gitu yang peduli sama aku. Padahal aku lagi hamil gini, butuh perhatian. Tapi gak ada satu pun yang peduli. Mas Al juga sibuk mulu dengan kerjaannya. Gak tahu apa istrinya lagi hamil anaknya" Monolog Luziana sembari memotong bawang dengan perasaan kesal. Melihat potongan bawang yang gak semestinya. Membuat Luziana tambah kesal. Dan terakhir melemparkan semua peralatan masaknya ke lantai.
Brak
Prang
Luziana terduduk lemas di atas kursi, yang ada di dapur. Nadia yang baru datang ke dapur matanya langsung membelalakkan.
"Astagfirullah... Kenapa ni dapur" Tanya Nadia dengan penuh tanda tanya. Namun sekian detik, tidak ada jawaban. Membuat Nadia menatap pelakunya. Yang sedang menangis dengan penampilan piyamanya dan perut buncitnya yang membuat perempuan itu terlihat mengemaskan.
__ADS_1
Dengan penuh kesabaran, Nadia pun membereskan dapur. Dan memutuskan dia, yang memasak ayam geprek nya.
Nadia yang begitu tidak telaten, memasak ayam geprek nya. Tepung yang kurang masih airnya. Dia langsung taruk ke tempat pemasak.
"Buat sambel nya yang pedas ya" Request Luziana yang masih mengeluarkan air matanya.
Nadia yang mendengarnya, menarik sudut bibirnya.
"Iya... Kamu tunggu aja ya masakan aku sayang" Ujar Nadia menjawab seraya suaranya di lembut-lembutin. Membuat Luziana mengangguk kepalanya seraya menghapus air matanya mengunakan punggung tangannya.
Selesai dengan menggoreng ayamnya, Nadia beralih ke membuat sambelnya. Dengan hanya menaruh cabe rawit, cabe merah dan terakhir saos. Nadia pun menghidangkan masakannya ke atas meja.
"Selamat di makan..." Ucap Nadia kesal dengan keringat yang membasahi dirinya.
"Makasih..." Jawab Luziana yang matanya terlihat sembab. Perempuan itu pun mulai menyuapkan ayam geprek nya ke dalamnya mulutnya. Hingga sekian detik, memuntahkannya.
Huekk..
"Hmm gak enak... asin sekali, huekk" Luziana kembali mengulurkan isi perutnya.
Nadia mengangkat bahunya acuh. "Kan kamu tahu lun, aku gak pandai masak"
__ADS_1