
"Enak banget ngomongnya, tentang pernikahan kita itu privasi. Kamu itu orang yang paling terpengaruh di kota ini. Ntar saya di cap wanita kegatelan dengan pria. Padahal kamu yang narik tangan aku. Iya biasa orang kaya yang paling benar" Sindir Luziana di akhir kalimat.
Renaldy yang mendengarnya menaikkan alisnya. Tiba-tiba dering ponsel Luziana berbunyi. Ia pun segera mengambil ponselnya di tas ranselnya.
"Assalamualaikum Luziana.." Ucap Nadia di sebrang telepon.
"Walaikumsalam, iya ada apa Nadia" Tanya Luziana di sebrang telepon.
"Lo kemana cepat kesini, tempat diskon baju. Bentar lagi bajunya dah habis" Balas Nadia yang di seberang telepon.
"Iya-iya aku akan segera kesana" Luziana pun mengakhiri panggilannya dan menaruk kembali ponselnya di tas ranselnya.
Luziana tanpa mau ngomong apa-apa pergi meninggalkan Renaldy. Dan pria itu menatap istrinya yang pergi meninggalkannya, dengan tatapan susah di tebak.
"Tuan Meeting nya bentar lagi bakal di mulai" Ucap sekertaris Seno. Renaldy mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
"Lo kemana aja tadi sih, lihat dah habiskan bajunya" Ucap Nadia seraya mengaduk SOP buahnya dengan perasaan kesal.
"Bukannya ini gara kamu, gak sih Nadia" Luziana yang ingin beli baju, tidak jadi. Karena baju itu sudah habis, di borong orang-orang. Jadi mereka gak dapat kebagian baju diskon nya.
"Iya! salah kita berdua" Ketus Nadia dengan malas. Luziana yang melihat temannya, marah-marah gajelas, memakan SOP buah yang mereka pesan.
"Enak ya SOP buahnya" Ucap Luziana sembari menguyah buah-buahan nya.
"Iyalah harganya aja mahal, yang pasti enak" Ketus Nadia. Luziana yang melihat temannya marah mulu, jadi bad mood.
"Lo lagi PMS ya?" Biasa-biasa cewek marah-marah kayak gini lagi PMS.
"Iya emang kenapa" Jawab Nadia dengan nada tidak selow.
"Pantesan asik marah mulu Lo, lupanya lagi PMS" Luziana memutar bola matanya jengah seraya menyuap kan SOP buah itu ke dalam mulutnya.
"Iya sakit banget perut gue, hari pertama lagi. Lo dah datang bulan Luziana, bulan ini?" Tanya Nadia mencari topik pembicaraan.
Luziana yang di lontarkan pertanyaan seperti itu. Mengingat-ingat kapan dirinya menstruasi.
"Gue beberapa bulan ini belum menstruasi lah" Balas Luziana seraya mengingat-ingat.
"Ayoo perut Lo kayaknya dah ada isi" Ucap Nadia seraya menakuti.
"Isi apa? makanan" Jawab Luziana dengan ketus.
"Iya isi anak lah masa makanan. Ayoo loh Lo kayaknya lagi hamil..." Nadia tergelak tertawa melihat wajah Luziana.
"Sorry ya mana bisa hamil kalau gak berhubungan badan. Jadi mana mungkin gue bisa hamil coba, ooo gajelas Lo" Ucap Luziana dengan mengunakan kata Lo-gue.
"Ya bisa aja Lo hamil, karena berhubungan dengan setan. Hahaha" Nadia tertawa renyah dengan ucapannya yang ngelantur.
"Kamu sakit Nadia" Tangan Luziana berada di kening Nadia seraya memesan suhu tubuh temannya itu.
"Rumah sakit jiwa lagi penuh ni" Sambung Luziana.
__ADS_1
Nadia yang melihat tangan Luziana di keningnya, langsung menepis tangan perempuan itu.
"Enak aja Lo ngatain gue gila" Marah Nadia kepada Luziana.
Luziana hanya menyengir lebar, menanggapinya.
"Serius Luziana, Lo beberapa belum menstruasi" Tanya Nadia dengan mode serius.
"Iya kayaknya, aku juga kurang tahu tapi beberapa bulan ini aku belum menstruasi" Balas Luziana seraya mengerutkan dahinya.
"Yang telat seminggu aja bisa hamil, apalagi telat beberapa bulan ya. Coba Lo konsultasi ke dokter, minta obat pelancar menstruasi. Tullah banyak kali ngangkut beban lo" Ujar Nadia seraya meminum air sop buahnya. Nadia sama halnya dengan teman Luziana yang di sekolah. Mereka itu tidak langsung berpikiran negatif. Mereka tahu Luziana, itu wanita seperti apa.
"Iya aku coba deh konsultasi ke dokter. Tunggu banyak uang" Kelakar Luziana.
"Kenapa gak tunggu sampai sekarat aja" Kelakar Nadia balik.
"Enak aja Lo, ngatain gue cepat mati apa?amal gue belum cukup kali.. yang ada di siksa gue di alam kubur" Ucap Luziana yang gak terima.
"Gak papa, pas nantik Lo dah mati jangan lupa bawa air dari sini banyak-banyak. Nantik pas di akhirat masuk neraka dah ada tameng" Jawab Nadia asal seraya tertawa.
"Iya nantik gue sebut nama Lo, biar ikut terseret masuk neraka. Jadi baru masuk surga, tiba-tiba langsung di lempar lo ke neraka" Luziana tertawa terbahak-bahak.
"Teman laknat Lo lun"
Saat di kasir, mereka payah mengantri terlebih dahulu.
"Lo bawa berapa Luziana?" Tanya Nadia seraya menaikkan alisnya.
"Lima ratus ribu, emang kenapa?" Tanya balik Luziana.
"Ya gak papa" Balas Nadia santai.
"Kalau kamu bawa uang berapa?" Tanya Luziana.
"Satu juta lah.." Bangga Nadia. Luziana mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Tak lama kemudian, perutnya bergejolak ingin di keluarkan.
"Nadia tolong kamu bayarin ntar" Ucap Luziana seraya menahan sesuatu.
"Bayarin, emang Lo mau kemana?" Tanya Nadia penasaran.
"Mau ke toilet perut aku mules" Nadia yang mendengarnya menjadi bingung.
"Seharusnya orang mules itu pengang perut, ini pegang mulut. Terlalu pintar emang" Ucap Nadia namun perempuan itu sudah lari duluan.
__ADS_1
"Dek cuman ini aja, belanjanya" Tanya mbak kasir.
"Iya tapi yang ini pisah ya soalnya punya teman saya," Ujar Nadia seraya menunjuk baju Luziana beli, tinggal di bayar doang. Pas pembayaran belanja Luziana, uang yang di kasih Luziana kurang.
"Emang teman laknat, bikin nyusahin aja" Gumam Nadia yang malu, karena uang nya kurang.
Sementara Luziana, memuntahkan apa yang di isi perutnya. Namun yang keluar, muntahan air bening saja. Dan begitu terulang sampai satu beberapa menit.
Tubuh Luziana jadi terkuras. Ia jadi lemas sendiri, Luziana mengambil minyak kayu putih cap ayam, yang selalu dia bawa untuk berjaga-jaga. Jika kalau mual. Ia pun memakai minyak kayu putih tersebut. Setelah merasa mualnya sedikit berkurang, ia kembali ke tempat kasir Mall tadi.
"Uang Lo kurang ini, gak mau tau Lo harus ganti" Ucap Nadia dengan wajah jutek. Terpaksa dia mengorbankan uangnya.
"Tenang aja bakal ku ganti kok, takut banget gak di ganti" Ucap Luziana seraya membuka tas ranselnya.
"Berapa kurang?" Tanya Luziana.
"Lima puluh ribu.." Jawab Nadia menatap wajah Luziana dengan tatapan menelisik.
"Lo sakit lun, kok muka Lo pucat banget" Tanya Nadia dengan ekspresi cemas.
"Enggak kok, aku cuman berangin doang" Balas Luziana seraya mengasih uang lima puluh ribu. Nadia pun menerima uang tersebut
"Sakitlah itu namanya" Nadia membuka tas selempang nya memasukan uang itu tas tersebut.
"Yaudah pulang terus yuk, takutnya makin kemalaman banget, apalagi takutnya asrama Lo di tutup kan" Tukas Nadia takut orang tuanya cariin dirinya. Kemudian, Luziana mencari alasan selama ini kenapa tidak ada di rumahnya. Ia bilang kalau dia tinggal di asrama sekolah. Padahal dia tinggal rumah suaminya.
Ya Nadia percaya-percaya aja walaupun sedikit ganjal. Lagipun sekolah Luziana itu bertaraf internasional. Banyak orang luar negeri sekolah di SMA yayasan milik keluarga Hervandez.
Mereka pun memutuskan untuk pulang.
"Kapan kamu kesini Re" Tanya Arya kepada jenderal di sebrang telepon.
"Di pertengahan bulan lima" Jawab Renaldy dengan datar di seberang telepon. Di bulan mereka bakal berkumpul di batalyon untuk membuat strategi. Dan bulan itu tidak lama lagi tinggal hitung mundur apa maju.
"Oke.. Re kamu sanggup gak sih ninggalin istri kamu, terus kalian dah malam pertama apa belum. Berapa ronde malam pertamanya" Goda Arya seraya tersenyum puas di sebrang telepon. Dia paling suka menggoda jenderalnya yang kejam dan dingin itu.
Belum apa-apa teleponnya sudah di matikan.
"Halo Re.. Halo jenderal... "
"Setan-setan di pergi matiin" Arya menatap ponselnya kesal. Dan menelpon sayangnya.
Maaf nomor yang anda hubungi tidak aktif, tolong tunggu beberapa saat lagi.
"Sialan banget! aku belum selesai ngomong hei jenderal" Umpat Arya kesal melampiaskan ke ponselnya. Padahal ada hal yang penting ingin, sampaikan sayangnya, teleponnya sudah dimatikan.
"Tullah Lo Arya, orang seharusnya godain-nya pas selesai topik pembahasan. Bukan pas sebelum selesai" Arya mengacak rambutnya frustasi.
BERSAMBUNG ...
...----------------...
Jangan lupa dukunganya Para readers, biar author semangat update 🤗😍♥️
Hadiahnya
Vote
komentar
__ADS_1
Bagi yang gak suka tolong jangan rating asal-asalan. Kalau gak suka cerita author gausah di rating bintang Limanya, di skip aja. Gara-gara rating asal-asalan bintang author jadi turun. Dan usahakan komentar yang baik, karena author update itu sesuai mood. Kalau mood hancur ya begitulah.
Cuman itu aja sekian terimakasih! ingat jangan lupa bagi hadiahnya banyak-banyak ya...♥️🌝.