Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Malah tidur


__ADS_3

Sementara tempat lain tiga teman karib Luziana sibuk membahas ada acara pasar nantik malam. Dan mereka pun membahas hal itu.


"Oi ntar malam ada acara pembukaan pasar malam pergi gak kalian, biar kita perginya bareng-bareng?" Chat Lisa di grup yang berisi mereka bertiga aja.


"Ouh iya cuy hampir lupa gue, boleh juga siapa jemput ni? naik mobil masing-masing atau satu mobil rame-rame" Balas chat Anita.


"Satu mobil rame-rame aja, kalau sendirian gak asik itu mah. Itu namanya pergi sendiri bukan bareng-bareng" Chat Lisa.


"Iya juga sih! terus naik mobil siapa kita perginya?" Tanya Chat Anita.


"Naik mobil si Karina aja. Dia kan pandai bawa mobil!" Balas chat Lisa.


"Benar juga tuh mana anak itu ya?" Tanya Chat Anita. Mereka berdua pun menge-tag di Karina agar cewek itu muncul dan membawa chatan Wa mereka.


"@Karina sok cool"


"@Karina sok cool"


"@Karina sok cool"


"Mana sih anak itu sok dingin kali" Sungut chat Anita yang kesal dengan Karina yang belum juga baca chatan Wa mereka.


"Biasa sok seleb" Balas chat Lisa.


"Apaan kalian oi spam-spam gue. Ngeleg tahu ponsel gue jadinya" Chat Karina yang akhirnya muncul juga.


"Baca di atas chatan kami" Balas Anita. Karima pun membacanya.


"Oke gue jemput kalian? jam berapa" Tanya Chat Karina.


"Jam berapa aja boleh. Yang penting pergi" Balas Anita.

__ADS_1


"Sip" Balas Karina mengakhiri chatting mereka.


"Hei Luziana ngapain nak?" Tanya Mommy Liona yang habis pulang dari arisan. Luziana yang melihat ibu mertuanya, mengelap tangannya yang basah terdahulu baru menyalaminya.


"Lagi susun piring Mommy" Jawab Luziana seraya tersenyum. Piring yang baru ia cuci dan sudah mengelapnya Luziana ingin menyusun piring nya taruk di lemari piring tersebut.


"Ouh... ngapain repot-repot susun piring kan di rumah ini banyak pelayan suruh aja mereka. Lebih baik kamu urus suami kamu" Ujar Mommy Liona sembari berjalan menuju kulkas, lalu menaruh kuenya yang di kasih teman arisannya tadi.


Luziana yang mendengarnya hanya tersenyum Kikuk. Bukannya dia memang di suruh piring cuci, tapi perkataan ibu mertuanya beda. Tapi gak papa melakukan ini suatu hal ibadah juga. Ia kirain juga tadi yang suruh dirinya cuci piring adalah Mommy Liona, cara nyampainya itu melalui Meysa. Ternyata bukan.


"Iya Mommy" Jawab Luziana seraya tersenyum canggung yang menampilkan lesung pipinya.


"Yaudah Mommy mau ke kamar dulu. Mau pengen mandi soalnya. Gerah abis pulang dari arisan" Pamit Mommy Liona dengan lembut. Lalu di jawab anggukan kepala oleh Luziana.


Yang tadinya sore kini sudah berganti malam. Dua wanita yang berbeda umur itu sibuk berbincang-bincang di meja makan, tapi yang cuman ngomong mommy Liona aja, kalau Luziana hanya sebagai pendengar. Mereka tadi saja baru habis makan malam. Ya cuman dua orang yang ikut turut makam malam.


"Mommy Meysa mana mom" Tanya Renaldy pada Mommynya sembari melipat lengan kemejanya. Mommy Liona yang di panggil sontak menoleh di mana suara itu berada begitu juga Luziana.


Pria itu mengehela nafas panjang. "Pergi pasar malam! Meysa mana Mommy" Tanya lagi Renaldy dengan ekspresi datar.


"Meysa? Meysa Mommy lihat dia lagi tidur tadi" Jawab Mommy Liona dengan lembut. Mengetahui yang mengajak Renaldy pergi, malah tidur pria itu mengehela nafas panjang. Ia pun berlenggang pergi, namun tiba saja langkahnya terhenti, karena mendengar Mommynya memanggil dirinya.


"Al," Panggil Mommy dengan suara sedikit meninggi.


Renaldy pun menoleh di mana suara itu berasal. "Ada apa Mommy" Tanya Renaldy datar seraya menaikkan alisnya.


"Mau kemana? gak jadi pergi" Lontar pertanyaan dari Mommy Liona yang melihat anaknya yang kayaknya ingin kembali ke kamarnya.


"Iya!" Sahut Renaldy datar. Gak mungkin pria itu tega membangunkan adiknya yang lagi tidur pulas. Jadi dia membiarkan saja adiknya itu tidur, kalau soal pergi pasar malam bisa lain kali waktu saja.


Mommy yang mendengar jawaban putra sulungnya mengulas senyum. "Capek pakai baju rapi-rapi tapi Meysa malah tidur. Mending Al pergi sama istri kamu aja. Kan Mommy lihat kalian itu gak pernah namanya pergi jalan-jalan masa pasangan suami istri gak pernah jalan berduaan gitu. Yang pacaran aja mau jalan-jalan berdua. Masa yang halal malah gak mau jalan-jalan berduaan. Kan aneh" Sindir Mommy Liona seraya menatap mereka secara bergantian.

__ADS_1


"Jadi kan kalian jalan-jalan lah berdua pergi kemana gitu..." Sambung Mommy Liona.


Luziana yang mendengarnya tersenyum kecil. "Gak papa Mommy Luziana lebih baik di rumah aja, biar kak Al pergi berdua dengan Meysa aja." Perempuan itu bukannya gak mau pergi berduaan dengan suaminya. Tapi merasa gak enak aja gitu. Karena pria itu sudah buat janjian duluan sama adiknya.


"Masa Luziana dirumah, mending kamu pergi aja jalan-jalan berdua terus dengan suami. Lagi pun Meysa lagi tidur. Anak itu kalau tidur susah di bangunin, dah cepat kamu ganti baju" Titah Mommy Liona seraya mendorong bahu Luziana dengan pelan.


Luziana yang melihat suaminya hanya diam saja. Membuat dirinya makin gak enak tapi mau pun boleh buat, ini perintah dari ibu mertuanya. Ya gak mau harus terima. Ia pun segara berjalan menuju ke kamar suaminya itu untuk menganti pakaian. Renaldy pun juga terpaksa juga mau pergi berduaan dengan istrinya.


Tak berselang beberapa menit. Luziana sudah siap menganti pakaiannya. Perempuan itu terlihat sangat cantik. Dengan baju yang berwarna peach yang sepanjang sampai selutut. Lalu celana jeans yang berwarna hitam, dan jilbab segitiga yang warnanya selaras dengan celananya. Dan jangan lupa polesan make up yang sederhana di wajahnya. Hanya mengunakan lipstik pelembab bibir, dan bedak my baby.


Renaldy melihat penampilan istrinya dari kepala ujung sampai ujung kaki. Merasa kayaknya dirinya mengajak anak gadis orang jalan-jalan ketimbang kayak membawa istrinya.


"Wah kamu cantik sekali... emang deh Mommy gak salah pilih menantu" Puji Mommy Liona yang terpana dengan kecantikan natural menantunya seraya terkekeh pelan. Luziana menanggapi pujian Mommy Liona dengan senyuman. Lalu wanita paruh baya itu pun menghantarkan mereka sampai depan pintu.


Luziana hendak membuka pintu mobil. Perempuan itu ingin duduk kursi mobil di bagian kedua tidak duduk di samping pengemudinya.


Renaldy yang melihatnya mengehela nafas berat. "Lebih baik kau duduk di samping saya! soalnya saya bukan sopir" Luziana yang mendengarnya menutup kembali pintu mobil. Dan membuka pintu pintu mobil yang pertama. Ia pun duduk yang di samping kemudinya.


Perempuan itu tersenyum kecil. "Maaf" Renaldy yang mendengarnya tidak menggubrisnya. Ia pun membuka kaca mobil.


"Mommy kami pergi dulu ya" Pamit Pria itu yang melihat Mommynya berdiri sembari tersenyum sumringah.


Mengangguk kepalanya. "Ya hati-hati jangan lupa bawa pulang cucu" Seketika Renaldy ekspresinya jadi berubah ia pun menutup kembali kaca mobilnya. Mommy Liona yang melihat ekspresi putranya tersenyum puas. Wanita paruh baya itu pun berlenggang masuk ke dalam rumah mewahnya setelah melihat mobil putranya sudah menjauh.


Di dalam mobil itu tidak ada suara hanya hening. Dua pasangan itu tidak ada yang mau membuka suara. Luziana sekali-kali berbicara kecil yang melihat jalan raya yang begitu padat dengan kendaraan. Saat berhenti di lampu merah, Luziana yang mulai jenuh akhirnya membuka suara.


"Kita mau kemana" Tanya Luziana membuka suara sembari menatap suaminya. Renaldy yang fokus ke depan yang jalan begitu macet di lampu lalu lintas. Tidak menjawab pertanyaan dari istrinya.


Lontar pertanyaan Luziana yang tidak di jawab oleh Pria itu. Membuat dirinya makin canggung dengan keheningan itu.


Daripada bosen, ia pun memainkan ponselnya. Membaca chatan Wa yang berisi, Luziana tidak bisa ikut pergi sama mereka ke pasar malam.

__ADS_1


__ADS_2