
Beberapa hari Luziana sudah lewati, untuk berusaha bersikap dewasa dan tidak bersikap tidak kekanak-kanakan lagi. Tetapi hari yang sudah Luziana lewati begitu berat, dirinya yang berusaha untuk bersikap dewasa, suaminya malah bersikap dingin dan tidak bersikap harmonis lagi pada dirinya. Dan itu membuat Luziana sedih. Walaupun begitu Luziana berusaha tegar dan optimis. Kalau suaminya bersikap begitu karena tidak ingin memanjakan dirinya lagi dan ingin dirinya lebih bersikap dewasa.
Luziana yang sedang tertidur berusaha membuka kedua kelopak matanya. Ntah kenapa dirinya, hari ini susah untuk bangun dari tidurnya. Tak butuh waktu lama Luziana pun terbangun. Ia pun menoleh disampingnya yang tak ada suaminya lagi.
Perempuan itu pun menghela nafas berat seraya tangannya terangkat memijit pelipisnya yang terasa pusing dan badannya juga terasa sedikit hangat. Luziana pun menoleh menatap AC yang masih nyala. Lalu dia beranjak dari kasurnya menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan shalat subuh.
Setelah selesai shalat subuh Luziana pun pergi menuju ke dapur. Dan melakukan kegiatan hari-hari biasanya. Cuman dia hari ini menyiapkan kue tawar yang dilipat dan di isikan telur dadar, kemudian daun selada di dalam kue tawar itu. Lalu Luziana menyiapkan teh hangat.
Selesai dengan itu semua Luziana pun menghidangkannya dia atas meja makan. Tak lama kemudian Renaldy datang dengan tubuhnya yang berkeringat habis pulang dari jogging.
Renaldy mengedarkan pandangannya matanya, mencari keberadaan istrinya. Tak melihat ada tanda-tanda keberadaan istrinya. Ia pun menarik kursi meja dan mendaratkan bokongnya di kursi tersebut. Lalu memakan kue yang di hidangkan di atas meja. Yang pastinya untuk dirinya.
Selang beberapa jam kemudian Luziana datang dengan penampilannya yang sudah rapi. Dan melihat makanan atas meja yang sudah tak ada lagi. Ia pun menuju ke kamar. Dan melihat suaminya yang sedang tertidur.
Luziana mengeleng kepalanya seraya mengulas senyum. Mungkin suaminya lupa kalau weekend ini dia ada check up kehamilan.
"Mas..." Panggil Luziana seraya menggoyangkan tubuh suaminya agar pria itu terbangun. Namun itu tidak ada reaksi apa-apa. Luziana pun kembali membangunkan suaminya.
Dan akhirnya suaminya pun terbangun. "Hmm kenapa?" Tanya Renaldy dengan suara khas baru bangun tidur.
"Mas lupa ya, hari ini aku ada jadwal check up kandungan loh. Ayo mas siap-siap terus biar kita pergi check up kandungan" Ujar Luziana menatap suaminya yang matanya menyipit menatap dirinya.
"Kamu pergi check up nya sendiri aja ya, mas gak bisa nemanin. Soalnya capek banget, gak papa kan" Gimana gak capek coba selama beberapa hari ini pria itu full time kerja. Jadinya begini deh, pas waktu weekend.
__ADS_1
Luziana yang mendengarnya tersenyum tipis. "Gak papa, yaudah aku pergi dulu ya" Pamit Luziana dan tak lupa mencium tangan suaminya.
"Hati-hati ya, kalau ada apa-apa telepon mas" Ujar Renaldy dan di balas anggukan kepala oleh Luziana.
Luziana pun pergi keluar dari kamar melangkah pergi menuju ke luar rumah. Saat di luar rumah Luziana menimbang-nimbang.
"Aku gausah check up kandungan, atau gak ya!" Luziana kalau begini sudah sangat malas pergi check up kandungan, kalau tidak di temani oleh suaminya. Mengetahui suaminya gak bisa menemani dirinya, akibat terlalu capek dengan kerjaannya yang beberapa hari ini. Dan itu yang bikin Luziana tidak pernah check up kandungan lagi. Karena tidak ada suaminya yang menemani dirinya untuk check up kandungannya.
Apalagi melihat para bumil yang di temani oleh suaminya. Membuat hati kecil Luziana bersedih dan menginginkan begitu juga.
Banyak lama-lama berpikir, membuat waktu terus berjalan. Dan ujung-ujungnya Luziana memutuskan tidak mengchek kandungan nya, lain kali waktu saja. Lagipula jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat dan itu pasti dokter citra sudah melakukan kegiatan padat lainnya. Sangat susah membuat janji dengan dokter itu, apalagi dokter citra bukan termasuk dokter kepercayaan keluarga Hervandez seperti dokter Mala. Tapi yang menangani kehamilan Luziana pertama itu temannya dokter Mala. Jadi setidaknya punya kepercayaan langsung dari keluarga sendiri, walaupun itu cuma sekedar teman.
Apalagi Luziana sudah beberapa bulan tidak ngchek kandungannya. Dan itu membuat jadwalnya gak sesuai janji lagi. Dan pastinya dokter citra tidak akan menunggu Luziana lagi. Ibaratnya kalau sudah membuat janji sama seseorang harus di tepati. Kalau gak di tepati ya terima lah resikonya, yaitu orang-orang gak akan mempercayai diri mu lagi.
Ya cara keluar membuat periksa kandungan Luziana sesuai jadwal. Ya harus membuat janji ulang dengan dokter citra, dan harus melalui suaminya. Karena kalau dengan suaminya biar pas saja. Tetapi ya kalian tahu sendirilah hubungan Renaldy dengan Luziana seperti apa sekarang.
"Udah pulang dari check up? apa aja di katakan dokter citra pas check up?" Renaldy menarik kursi meja makan seraya bertanya kepada istrinya. Mendengar pertanyaan suaminya yang tiba-tiba, membuat Luziana sedikit kaget dia pun mengehelus dadanya pelan-pelan.
Ia pun menoleh menatap suaminya yang menunggu jawaban atas pertanyaan nya. Luziana pun memutar otaknya keras untuk mencari alasan.
"Aku tadi gak pergi check up, soalnya ban mobilnya bocor" Renaldy yang mendengar jawaban dari pertanyaannya mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Melihat respon suaminya yang biasa-biasa aja yang tidak seperti bisanya, yang mengamuk. Membuat Luziana sedikit bersedih hati.
Renaldy yang gak terlalu memedulikan kali jawaban istrinya. Karena dia tahu itu sudah keputusannya istrinya, pergi gak pergi seterah. Yang kalau terjadi apa-apa jangan salahkan dirinya. Lagipula banyak cara untuk pergi, mobil ada beberapa. Pesan online bisa. Renaldy tahu itu cuman alasan doang. Biar istrinya mau ingin di manjakan dan sifatnya itu selalu bakal kekanakan.
__ADS_1
"Mas aku dengar di lapangan dekat ibu kota ada bazar loh" Cerita Luziana seraya mengaduk nasinya. Renaldy menanggapi cerita istrinya hanya deheman doang.
"Kita pergi ayoo..." Ajak Luziana.
"Kamu aja pergi mas gak bisa, mas masih capek. Apalagi besok mas kerjaannya padat" Balas Renaldy membuat Luziana raut wajah berubah jadi sedih.
"Gak enak kalau sendirian" Lirih Luziana.
"Yaudah ajak tetangga-tetangga yang ada disini" Jawab Renaldy santai.
"Mas itu kenapa sih, yang selalu kerjaan doang yang lebih di pentingkan. Katanya berusaha luangkan waktu untuk aku" Ujar Luziana yang sudah kesal dengan sikap suaminya.
"Kan mas udah bilang capek, kalau mas gak capek dah mas turuti apa yang kamu mau. Seharusnya kamu yang sadar, sikap kamu itu masih terlalu kekanak-kanakan, katanya mau berubah kok masih gini. Gak semua orang mau apa yang kamu mau. Jadi jangan paksa seseorang tersebut, untuk menuruti apa kamu mau. Berpikirlah dewasa, kalau kamu gak berusaha dari sekarang sampai kapan mau berubah. Ini bakal kamu ajarkan ke anak-anak kita. Ngurusin diri sendiri gak becus apalagi urus orang lain" Ujar Renaldy menjelaskan.
"Terus apa kurang dengan kamu, aku harus menuruti apa ya kamu mau. Untuk berusaha menjadi lebih dewasa. Ini sudah sifat aku mau gimana lagi. Lebih baik mas juga sadar diri, jangan suka ngatain seenaknya aja" Balas Luziana yang tak mau kalah.
"Dari jawaban kamu bicara aja sudah menunjukkan sifat kamu kekanakan. Ya aku mau beda dengan apa yang kamu mau. Kamu pergi ke bazar kan kenapa gak pergi ajakan sendiri bisa, uang bakal mas kasih, kendaraan mewah juga mas bakal kasih. Harus pergi sama orang baru mau. Kalau keinginan aku untuk diri mu sendiri juga. Makanya banyak orang yang gak suka dengan mu, karena sifat mu itu" Setelah mengatakan itu Renaldy pergi meninggalkan ruang meja makan. Meninggalkan istrinya yang mematung yang berusaha mencerna apa suaminya bilang.
Ya Luziana bisa dikatakan wanita bodoh sih. Dan terlebih lagi dia sudah cinta sama suaminya. Jadi kesalahan itu karena duluan dia mulai. Dia juga yang minta maaf. Renaldy yang tidak merespon perkataan maaf istrinya malah sifatnya merubah menjadi lebih dingin.
...----------------...
Follow Instagram author: maulyy_05
__ADS_1
Ya mau nunggu update selanjutnya, jangan lupa berikan vote dulu ya teman-teman. Dan hadiahnya, kalau bisa hadiahnya nonton video iklan 😍🙏 sekian terimakasih.
Kalau di turutin di jamin update deh hihihi 👻