Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Gak suka


__ADS_3

"Jadi ngapain kamu kesini dan buat apa, cari Kak Al?" Tanyak Luziana seraya menaikkan alisnya. Meysa yang mendengar Luziana memanggil kakaknya dengan sebutan kak Al menjadi gak suka.


"Ngapain Lo panggil Kakak gue, dengan sebutan Kak Al," Sentak Meysa emosi. Luziana merasa tidak ada masalah dengan panggilan nama suaminya mengeryitkan dahinya.


"Emang kenapa kalau aku panggil kak kak Al. Ada salahkah?" Tanyak Luziana bingung.


"Kalau Lo tanyak ada salah. Jawaban Lo itu salah banget. Dia itu Kakak gue. Bukan kakak Lo Rakyat jelata. Jadi jangan sekali-kali panggil nama Kakak gue dengan sebutan kak Al" Balas Meysa ketus. Luziana pun hanya diam mendengar pernyataan Meysa yang tidak mengizinkan dirinya memangil nama suaminya dengan sebutan kak Al. Terus harus di panggil apa?, gak mungkin sayang kan. Kalau di panggil sayang rasanya gak bisa, terlalu canggung.


Mendengar suara mobil. Meysa langsung menebak.


"Pasti itu kak Al" Ucap Meysa dengan mata berbinar-binar. Cewek itu mencari Renaldy karena ingin ngomong sesuatu yang penting dengan Pria itu. Dengan segera Meysa keluar dari kamar kakaknya itu menuju keluar mansion.


Luziana mengeryitkan dahinya bingung. Tumben suaminya itu cepat pulang. Perasaan setiap hari telat. Batin Luziana.


Ya biasanya selama ini Renaldy selalu pulang telat. Tidak pernah pulang cepat. Pria itu selalu pulang telat karena ingin tidak terlalu dekat istrinya. Semenjak kejadian malam pertama itu.


Luziana yang penasaran, apa benar itu suaminya. Ia pun mengintip dari balik jendela kamar suaminya.


Meysa yang sempat senang tadi, kini jadi muram ternyata yang pulang itu Papinya.

__ADS_1


"Lupanya papi toh yang pulang" Ucap Meysa dengan muka cemberut. Papi Devan yang melihat putri bungsunya, yang seperti tidak senang dengan kepulangannya. Jadi bingung.


"Kamu kenapa kok cemberut, gak senang lihat Papi pulang" Tanyak Papi Devan yang sudah berdiri di samping Meysa.


"Hmm, enggak kok kirain tadi yang pulang kak Al. Ternyata Papi" Balas Meysa dengan mengerucutkan bibirnya. Cewek itu pun langsung berlalu meninggalkan Papi Devan yang memantung melihatnya.


"Sayang... kamu udah pulang. Cepat sekali pulangnya" Ujar Mommy Liona seraya tersenyum manis.


"Mommy kenapa? gak senang lihat Papi pulang" Mommy Liona mendengar penuturan suaminya menjadi mengerutkan dahinya.


"Siapa bilang, mommy gak senang lihat Papi pulang awal. Justru mommy itu sangat senang lihat Papi pulang cepat. Jadi kita itu bisa makan bersama. Soalnya mommy udah masak, masakan kesukaan Papi loh.." Tutur Mommy Liona dengan lembut.


"Kirain Papi biar kita biasa anuan di ranjang" Kata Papi Devan sambil memperagakannya dengan tangan. Membuat Mommy Liona mendelik tajam.


Papi Devan mendengarnya menjadi cemberut. "Daripada nungguin si Renaldy. Yang bilang gak bakal nyentuh istrinya. Mending kita buat sendiri. Daripada nungguin cucu dari anak itu" Balas Papi Devan dengan kesal. Pria paruh baya itu pun berlenggang pergi meninggalkan istrinya.


Mommy Liona melihat suaminya yang langsung pergi, wanita paruh baya itu menjadi kesal. "Iih Papi.. Mommy gak mau punya anak lagi cukup dua aja. Mending, seharusnya papi itu bantu mommy buat mereka berhubungan suami-istri. Biar si Al itu gak pergi bertugas." Pekik Mommy Liona dengan raut wajah kesal. Wanita paruh baya ingin sekali menggagalkan Renaldy yang bertugas sebagai abdi negara.


"Papi gak mau ikut campur..." Balas Papi Devan yang gak kalah teriak.

__ADS_1


Enggak selang beberapa menit kemudian. Disusul dengan suara mobil Renaldy.


...****...


Suara dentingan sendok saling bersautan di meja makan keluarga Hervandez. Mereka semua tampak diam dan hanya sibuk dengan makanan mereka sendiri.


Mommy Liona yang tampaknya sudah siap makan. Meneguk air putih hingga setengah gelas. Dia pun melentakan kembali gelasnya di atas meja.


"Hmm, Al kamu sama istri kamu udah melakukan berhubungan intim" Lontar pertanyaan Mommy kepada Renaldy, seketika Pria itu menghentikan kegiatannya yang sedang makan. Sementara Luziana hampir tersedak makanan, yang di dalam mulutnya mendengar pertanyaan Mommy mertuanya. Begitu juga Meysa yang gak kalah kaget.


...----------------...


Jangan lupa dukunganya biar author semangat update.


LIKE


VOTE


HADIAH

__ADS_1


KOMENTAR


Jangan lupa gift hadiahnya dan VOTE nya. Biar author rajin update.πŸ₯ΊπŸ™


__ADS_2