
Renaldy yang memutuskan untuk ingin menikah dengan wanita lain. Kini acara akad ingin di laksanakan. Mommy Liona nampak senang bukan main.
"Nisha akhirnya rencana kamu berhasil!" Seru Mommy Liona yang sangat bahagia menghiasi hatinya. Akhirnya rencana menyingkirkan menantu kampungan nya berhasil.
Nisha tersenyum. "Iya Mommy, lagipun bodoh sekali ya Luziana itu, dia malah memilih mengejar karir nya daripada hidup bersama suaminya" Balas Nisha yang menyematkan senyuman liciknya. Yang berhasil merebut hati Renaldy.
"Iya untung Mommy ada dengar, kalau mereka bakal nunda punya anak sampai Luziana umur 25 tahun. Kalau tidak mana mungkin kamu bisa menikah dengan Al" Mommy Liona tersenyum memikirkan, bagaimana cara dia memanfaatkan keadaan itu untuk menjauhi putranya dari Luziana.
Nisha yang mendengarnya, mengangguk setuju.
Sementara disisi lain, di sebuah kamar. Renaldy yang sudah siap dengan pakaian tuxedo, yang kini melekat di tubuhnya. Malah sibuk memutar ponselnya. Padahal acara akad nikahnya sebentar lagi di mulai.
Dan para-para tamu undangan yang datang pun di buat menunggu lama.
"Papi mana Al?" Tanya Mommy Liona yang sudah jenuh menunggu putranya.
Papi Devan mengangkat kedua bahunya. "Ngak tahu, mungkin saja lagi siap-siap"
"Coba Papi panggilkan dulu," Titah Mommy Liona.
Papi Devan mengangguk mengiyakan. Ia pun pergi menuju ke kamar atas di mana tempat putranya yang lagi bersiap-siap.
Saat sudah berada di depan pintu tempat putra sulungnya. Papi Devan mengetuk pintu tersebut.
Tok
Tok
"Al..." Panggil papi Devan. Renaldy yang berada di dalam kamar mendengar ada yang memanggil nya. Langsung menyahuti nya.
"Iya..." Sahut Renaldy. Mendengar ada suara sahutan dari putra nya. Papi Devan langsung menyampaikan niat dia ke situ.
"Al, papi kesini mau menyampaikan kamu sudah bisa turun ke bawah. Semua orang menunggu kamu sekarang" Ujar Papi Devan. Seketika Renaldy yang mendengarnya, langsung beranjak dari kasur menuju ke luar kamar.
Papi Devan yang masih di depan, melihat pintu tersebut terbuka. Dan menampilkan putra nya. Senyuman kecil terbit di bibirnya di campur perasaan kecewa. Atas keputusan putra nya yang menikah lagi dengan wanita lain.
"Ayoo turun semua orang sudah menunggu mu" Ucap Papi Devan seraya melangkah pergi. Sementara Renaldy menanggapinya dengan anggukan kepala dan pria itu pun langsung berlenggang pergi menuju ke lantai bawah.
Tak butuh waktu lama kini Renaldy sekarang sudah berhadapan dengan ayah Nisha. Dan di samping ayah Nisha ada seorang penghulu.
"Silahkan berjabat tangan..." Titah penghulu tersebut. Ayah Nisha mengangguk kepalanya seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Renaldy, yang sebentar lagi menjadi menantu keluarga nya.
Dengan tarikan nafas panjang Renaldy menerima berjabat tangan tersebut. Mic pun mulai di hidupkan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Renaldy dirgantara dengan putri saya Nisha Amanda binti andre dengan mahar uang 100 juta seperangkat alat shalat di bayar tunai" Ucap Papa Nisha bernama Andre dengan mantap.
Tiba-tiba suasana menjadi hening. Renaldy yang masih menjabat tangan dengan Papa Nisha, belum sedikitpun mengeluarkan suaranya. Dan itu mengundang bisik-bisikan orang.
"Ayoo Al, jangan diam aja" Teriak Mommy Liona dengan suara tertahan. Apalagi besannya yang mulai panas, menunggu balasan dari calon menantunya.
Renaldy menghela nafas berat.
"Saya ter-"
__ADS_1
"Berhenti..." Teriak seorang perempuan yang berjalan mendekati tempat akad tersebut. Dan seketika itu mengundang perhatian semua orang.
Para-para tamu undangan di buat heran dengan kedatangan mantan istri Renaldy. Begitu juga dengan Mommy Liona, yang sudah tersulut emosi. Karena Luziana, akad nikahnya menjadi berhenti.
"Ngapain kau datang kesini dasar perempuan rendahan" Ucap Mommy Liona dengan wajah yang merah padam.
"Atau ingin lihat melihat mantan suami mu menikah dengan wanita lain yang lebih baik daripada kamu yang gak ada apa-apa nya" Mommy Liona tersenyum sinis terhadap mantan menantunya.
"Iya betul sekali Mommy ku tersayang, aku kesini cuman ingin melihat saja kok, melihat putra kesayangan mu menikah dengan menantu idaman mu. Tetapi perkataan Mommy ada yang kurang sedikit, yaitu kekurangan nya Luziana juga ikut turut membatalkan pernikahan ini" Tegas Luziana membuat orang mendengar nya bungkam.
Dengan langkah lebar Luziana mendekati suaminya yang hanya diam seribu bahasa. Lalu memeluk suaminya. Dan itu membuat semua tamu undangan yang menatapnya, matanya menjadi membelalakkan.
"Sayang... Kamu benarkah ingin batalkan pernikahan ini. Dan melanjutkan hidup baru bersama aku dan anak-anak kita. Yang sekarang darah daging mu, sedang tumbuh di rahim ku" Luziana menggenggam tangan suaminya dan menaruh tangan di perut ratanya.
Orang yang mendengar perkataan Luziana, terkejut bukan main. Nisha yang melihatnya, emosi nya langsung meledak.
"Apa-apaan kamu wanita ******, kamu buta kah atau tuli. Kalau kamu sudah resmi bercerai dengan Renaldy yang kini bakal menjadi suami saya"
Plak...
Suara tamparan keras terdengar begitu nyaring. Membuat mulut semua orang ternganga melihat nya. Apalagi yang nampar itu Renaldy sendiri.
"Diam Nisha, kamu sedikitpun gak berhak menjelekkan istri saya. Saya sudah cukup sabar dengan mulut sampah mu, yang seenaknya mengatakan yang jelek-jelek tentang istri saya. Lebih baik kamu sadar diri siapa wanita yang ****** disini" Tegas Renaldy dengan emosi bergemuruh.
"Apaan kamu Al, kamu itu sudah resmi bercerai dengan Luziana" Protes Mommy Liona.
Renaldy menarik kedua sudut bibirnya. "Pengacara..." Panggil Renaldy dengan nada menggelegar satu ruangan. Orang yang di panggil pun datang.
"Ada apa tuan?" Tanya pengacara tersebut.
"Baik tuan" Jawabnya sembari mengeluarkan kertas di tasnya. Dan membaca isi kertas tersebut.
"Hubungan antara tuan Renaldy dirgantara Hervandez dengan Nona Luziana Afriani, status nya masih sah suami istri baik dalam hukum agama dan negara" Ucap pengacara tersebut dengan nada lantang. Kemudian pengacara tersebut menghidupkan suara rekaman antara mommy Liona dan Nisha yang berusaha menghancurkan rumah tangga Luziana dan Renaldy.
Semua orang mendengar nya terhenyak, tidak menyangka Mommy Liona melakukan itu demi memisahkan rumah tangga putranya.
Nisha yang mendengarnya, langsung menggeleng kepalanya tak percaya.
"Bohong! Itu pasti tidak mungkin. Karena saya sendiri yang benar-benar melihat Renaldy dan Luziana resmi bercerai" Protes Nisha yang tak terima. Kalau pujaannya masih status sah, suami dari Luziana.
"Itu cuman bohongan"
"Dan lagipula kami berdua hanya berdrama untuk mengetahui seberapa jauh rencana Mommy lakukan. Dan Mommy juga menyuruh Mama Safira untuk melakukan mata-mata di rumah tangga kami kan. Melihat kondisi hubungan rumah tangga kami renggang, disitu mulai menyuruh Nisha berusaha mendekati Al, jangan pikir Al tidak tahu rencana busuk Mommy apa"
Duar..
Bagaikan di sambar petir di siang hari Mommy Liona mendengar pernyataan tersebut.
"Itu semua tidak benar Al"
"Cukup Liona! Kamu sudah cukup membuat malu keluarga kita" Kecewa Papi Devan yang tidak menyangka istri nya akan membuat sejauh itu. Dia kira setelah meninggal cucu mereka, istrinya bakal berubah ternyata masih sama busuknya.
Mommy Liona yang menatap tatapan suaminya penuh kekecewaan dan tatapan hinaan semua orang. Merasa sangat malu terhadap dirinya. Tiba-tiba pandangannya menjadi kabur dan berakhir pingsan.
__ADS_1
Renaldy yang melihat Mommy nya pingsan. Memilih pergi begitu saja, seraya menggenggam tangan istrinya. Luziana yang melihat suaminya menggenggam tangannya begitu erat tersenyum tipis.
Nisha yang ikut bersekongkol dengan Mommy Liona ikut turut malu. Apalagi mengetahui dia menikah dengan Renaldy hanya untuk demi menguras harta, pria itu saja. Dan terlebih anak kecil yang berada di cafe itu hanya untuk mencuri perhatian Renaldy agar dia bisa lebih dekat dengan Pria itu. Dan dengan waktu bersamaan luziana melihatnya. Itu juga termasuk bagian rencana.
Mereka bertengkar itu hanya pura-pura. Supaya yang merekam kejadian itu seolah-olah Luziana Renaldy benar-benar betul bercerai. Padahal itu termasuk bagian rencana Renaldy.
Karena Renaldy sendiri juga melihat mommy nya mendengar percakapan antara dirinya istrinya menunda untuk punya anak. Dan itu Mommy Liona menjadi sandaran kelemahan mereka.
"Maafin saya! kamu harus turut ikut campur dengan masalah ini" Lirih Renaldy dengan menunduk kepalanya.
Luziana yang mendengarnya, mengeleng kepalanya.
"Iya gak papa mas, lagipun aku jago kan akting nya" Bangga Luziana terhadap dirinya sendiri.
Renaldy yang mendengarnya tersenyum tipis seraya mengangguk kepalanya.
"Jago banget!" Puji Renaldy seketika membuat Luziana salting. Renaldy yang awalnya duduk di sofa, kini duduk dekat istrinya sembari menyingkap baju.
"Mas kangen, tahu sama kalian berdua" Gara-gara membuat perceraian palsu itu, membuat mereka berdua harus LDR. Tapi LDR nya satu kota.
"Masa sih kangen, bukannya mas tiap hari di temani si Nisha itu" Ucap Luziana membuat Renaldy terkekeh.
"Emang bener di temani, tapi lebih enak di temani berduaan sama kamu yang gemas ini. Kalau sama Nisha itu mas gak suka dia jelek kalau kamu cantik" Ujar Renaldy seraya mencubit pipi istrinya gemes.
"Iih mas sakit tahu" Cemberut Luziana.
"Eh maaf mas gak sengaja, sakit ya..." Renaldy mengusap pipi chubby istrinya pelan seraya menatap istrinya. Tatapan mata mereka yang bertemu membuat mereka saling menatap dengan penuh makna.
"Jadi gak honeymoon ke Singapura nya?" Tanya Luziana yang salting melihat tatapan mata suaminya berlama-lama.
__ADS_1
Renaldy mengangguk. "Jadi, ayoo berangkat sekarang"