
Renaldy yang mendengar, bahwa istrinya memang-memang betul sedang hamil. Merasa sangat bahagia. Apalagi penantian ia menjadi ayah sudah lama ia inginkan. Sejak meninggalnya anak pertama mereka.
"Sayang apa kau mendengarkan apa dokter bilang" Tanya Renaldy dengan tatapan berbinar-binar menatap istrinya yang bergeming.
Kedua ujung bibir Luziana naik. Ia pun mengangguk kepalanya. "Iya aku mendengarnya" Sahut Luziana membuat Renaldy tersenyum lebar.
Tapi belum beberapa detik. Wajah dokter citra seketika berubah. Renaldy yang memperhatikan raut wajah dokter citra, tampak bingung.
"Ada apa dokter? Kok mukanya saya lihat serius banget" Tanya Renaldy yang melihat ekspresi dokter citra yang menatap layar monitor.
Dokter citra yang di tanya pun seketika menoleh, seraya tersenyum. "Kayaknya Nona Luziana hamil kembar deh, lihat aja terdapat dua janin" Ujar dokter citra membuat dua pasangan suami-istri itu tercengang.
"Yang serius dok?" Tanya Luziana sekian lama diam untuk memastikan apa yang dia dengar itu benar.
Dokter citra mengangguk kepalanya.
"Iya saya serius!" Jawab Dokter citra dengan nyakin bahwa apa yang dia bilang benar.
"Malah dua rius lagi" Lanjutnya lagi.
Setelah pemeriksaan tadi dan tebus obat. Kini mereka pun pulang. Renaldy yang sedang mengemudi tampak tersenyum-senyum sendiri, masih membayangkan perkataan dokter citra tadi bahwa calon bayi mereka kembar.
Sementara disisi lain, Luziana yang duduk samping mengemudi tampak termenung. Dia gak nyangka bakal secepat ini hamil lagi. Dengan trauma yang terjadi sebelumnya masih ada.
Renaldy yang selesai dengan senyum-senyum sendiri nya. Kini melirik sekilas istrinya yang sedang termenung.
"Heih sayang jangan melamun!" Tegur Renaldy seraya menjentikkan jarinya.
Lamunan Luziana pun buyar. "Iya kenapa mas?" Tanya Luziana seraya mengerutkan dahinya.
"Kamu kenapa melamun hm?" Renaldy menatap istrinya yang sedang menatap dirinya. Kini mereka berada di lampu merah.
Luziana mengeleng kepalanya. "Gak ada apa-apa" Jawab Luziana menyembunyikan kekhawatirannya dengan ekspresi tidak akan terjadi apa-apa.
Renaldy mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Dan kembali menancap gas membelah jalan raya yang cukup padat dengan kendaraan.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah mewah yang baru di tempati dua bulan. Luziana tampak turun duluan dan meninggalkan suaminya sendiri yang masih di mobil. Renaldy yang melihat tingkah istrinya mengerutkan dahinya heran. Tapi gak papa mungkin itu karena faktor bayi di dalam kandungan istrinya.
__ADS_1
Renaldy pun ikut menyusul istrinya masuk ke dalam. Pas di saat di dalam kamar. Renaldy melihat istrinya yang sedang tidur membelakangi. Ia pun berjalan mendekati Istrinya tersebut.
"Sayang kamu jangan tidur, ganti baju dulu. Baru tidur" Ujar Renaldy seraya mengangkat tangannya mengusap rambut panjang istrinya.
Luziana membuka kelopak matanya. "Iya..." Jawab perempuan itu langsung bangun dari tidurnya. Dan bergegas menganti baju.
Setelah menganti baju, terlihat suaminya memegang sebuah gelas dan obat-obatan. Renaldy yang melihat istrinya sudah menganti bajunya, menyodorkan vitamin dan gelas yang berisi susu bumil.
"Ini di minum sampai habis, obatnya juga. Biar dedek bayinya kuat" Ujar Renaldy seraya tersenyum. Luziana pun mengambilnya dan menelan vitaminnya begitu juga meneguk habis air susu bumil nya.
"Ini mas udah..." Ucap Luziana mengembalikan gelasnya. Renaldy pun menerimanya dan menaruhnya di atas nakas.
"Sayang ada mas ingin bicarakan dengan mu!" Ucap Renaldy membuat Luziana yang ingin merebahkan tubuhnya di kasur gak jadi.
Luziana menaikkan alisnya. "Ingin bicara apa?" Tanya Luziana.
"Mas ingin kamu merahasiakan kehamilan kamu dari keluarga kita. Karena mas gak ingin yang telah terjadi terulang kembali" Ujar Renaldy menjelaskan. Dia gak ingin kandungan istri nya, jadi kenapa-kenapa akibat ulah Mommynya ataupun keegoisan orang tua Luziana. Jadi lebih baik di rahasiakan sampai kedua bayi mereka lahir.
Luziana pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur, yang sempat tertunda. Melihat respon istrinya yang biasa-biasa saja tentu membuat Renaldy gemas.
Pria itu pun naik atas kasur dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
"Kayaknya kehamilan kamu kali ini, bakal bikin mas harus bersabar ekstra" Ujar Renaldy dengan tidur memiringkan tubuhnya menghadap badan istrinya.
Luziana mengerutkan dahinya. "Kenapa?" Tanya Luziana singkat dengan perasaan heran. Kenapa harus ekstra sabar, padahal dirinya gak buat suaminya itu emosi.
"Ya gak papa" Jawab Renaldy santai seraya mengulurkan tangannya mengusap perut istrinya. Dan jawaban itu membuat Luziana penasaran.
"Ya gak papa gimana, katanya tadi harus ekstra sabar. Ekstra sabar apa menghadapi aku" Tanya Luziana seraya membalikkan badannya menghadap suaminya.
__ADS_1
Renaldy yang tidur menghadap dirinya, menatap manik mata coklat istrinya yang menatap dirinya dengan tatapan menelisik.
Detik itu Renaldy pun menarik nafas panjang. "Udah tidur, katanya tadi ngantuk, kalau kamu gak tidur mas jenguk ni" Ujar Renaldy mengalihkan pembicaraan.
Luziana langsung mengeleng kepalanya cepat. "Gak boleh! ini kan masih trimester pertama, jadi mas harus puasa" Jawab Luziana dengan penuh penekanan.
Renaldy pun terkekeh pelan, mendengar nya. "Iya mas tau, takut banget sih di uboxing. Padahal aslinya yang keenakan kamu" Kelakar Renaldy membuat mata Luziana belalakan.
"Ih mesum.." Kesal Luziana seraya tidur kembali posisi awal, membelakangi suaminya.
"Mesum sama istri sendiri kan gak, papa. Kamu ini aja susah di godain dikit" Ujar Renaldy seraya memeluk tubuh istrinya erat.
...----------------...
Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.
Judul nya: Vanilla (Love and Dare)
Jangan lupa follow Instagram author: maulyy\_05
Dan juga jangan lupa kasih dukungan seperti.
Like
Hadiah
Komentar
Vote
__ADS_1
Rating bintang limanya 🌟🌟🌟 🌟🌟