Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Vlog video


__ADS_3

Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya.


"Ehem Nicoo.." Deheman pak Boni sembari memegang pundak Nico.


Nico yang mendengar suara seseorang yang memanggil namanya dan kemudian juga merasa ada yang memengang pundaknya, ia pun menoleh kebelakang.


"Heh pak botak. Heh salah, maksudnya. Pak Boni! ada apa pak manggil saya" Tanya Nico seraya menyengir lebar, untuk menyembunyikan rasa takutnya. Soalnya guru satu ini merupakan guru terkiller satu sekolah ini. Kemudian para murid pun memanggil pak Boni dengan sebutan pak botak. Memang kurang ajar sekali mereka kan memanggil guru dengan sebutan pak botak. Tetapi cocok juga sih di panggil pak botak karena kepala bapak guru itu botak kiclong.


Pak Boni mengusap kumisnya. "Kamu kan sepak kaleng ini sampai mengenai saya" Tanya Pak Boni dengan raut wajah marah sembari menunjukkan kaleng yang tadi mengenai kepalanya.


Pandangan Nico pun tertuju pada kaleng yang di pengang Bapak guru itu. "Eh buset sampai peot pula ya kalengnya kenak kepala Bapak. Hebat juga kayaknya kepala botak bapak" Gumam Nico bangga melihat kaleng yang peot itu.


Seketika pak Boni itu naik pitam. "Ouh... berarti benar kamu ya! yang telah menyepak kaleng ini sampai kenak kepala Bapak. Kurang ajar juga kamu ya" Nico mengeleng kepalanya cepat mendengar pernyataan bahwa dirinya menyepak kaleng itu mengenai kepala pak Boni. Padahal bukan lagipun dia belum menjawab pertanyaan bapak itu.


Pak Boni pun memukul kepala Nico dengan menggunakan kaleng yang mengenainya tadi.


"Aduh... ampun pak..." Pekik Nico.


...****...


Luziana termenung sembari memutar bolpoinnya. Sekarang pikiran perempuan satu ini sedang memikirkan kejadian tadi. Pada saat Meysa mengatakan, bahwa dirinya misalnya hamil dia akan membunuh dirinya dah anak di kandungannya sekaligus. Emang gila sih itu cewek.


Karina yang duduk di belakang Luziana mengeryitkan dahinya heran. Pasalnya karena panggilan dari Karina dari tadi tidak sahut oleh perempuan itu.


"Oi... Luziana" Pekik Karina memangil nama perempuan itu.


Luziana terperanjat kaget "Astagfirullah..." Ia pun menoleh kebelakang siapa penyebab yang bikin mengagetkan dirinya.


"Iiiih.. Karina" Muka Luziana langsung cemberut kesal menatap temannya itu, Karina yang melihat wajah Luziana cemberut merasa gemas.


"Apa sayang" Karina terkikik geli, dengan mulutnya menyahut dengan panggilan sayang pada temannya.


"Ngapain kamu kagetin Aku" Ucap Luziana dengan raut wajah kesal.


"Siapa yang kagetin kamu, yang ada aku panggil kamu Loh bukan ngagetin" Ralat Karina seraya tertawa kecil.


"Iya kamu manggil aku! tapi cara kamu panggilnya bikin kaget tau" Balas Luziana yang masih dengan raut wajahnya yang kesal.


Karina yang tertawa kecil seketika merubah raut wajahnya jadi garang. "Makanya jangan melamun. Capek tau aku manggil kamu dari tadi" Ucap Karina wajahnya yang garang

__ADS_1


Luziana pun mengaruk kepalanya yang berbalut jilbab sembari menyengir lebar. Dia tidak tahu kalau temannya itu sudah memanggil dirinya dari tadi.


"Lagi mikirin apa sih sampai di panggil gak dengar" Karina merasa kepo dengan isi pikiran Luziana yang sampai dirinya panggil perempuan itu tidak dengar, padahal dia duduk di belakang perempuan itu.


"Apa tentang tadi" Sambungnya. Pikiran Karina tertuju pada kejadian tadi melihat Luziana yang hanya diam mendengar Meysa seperti memarahi perempuan itu. Karina tidak mendengar percakapan antara mereka karena dia tadi berdiri sangat jauh.


Luziana mengeleng kepalanya pelan. "Bukan memikirkan kejadian tadi kok" Karina menaikan alisnya.


"Bohong" Balas Karina cepat.


"Iya aku serius kok, aku bukan memikirkan kejadian tadi kok. Aku tadi... cuman mikir nantik di kantin aku mau jajan apa" Dusta Luziana.


Karina yang malas berdebat lebih baik diam aja. Percuma menanyakan hal itu kepada Luziana. Tetap saja perempuan itu berusaha menyembunyikannya.


"Ngapain coba kamu pikirkan nantik jajan apa? di pikirin pun nantik tetap saja hasilnya sama pasti beli mie kamu kan" Tutur Karina seraya memutar bola matanya malas.


"Tepat anda benar sekali selamat anda dapat nilai seratus" Ujar Luziana Seraya terkekeh pelan melihat wajah Karina yang udah mulai jutek.


Bel istirahat pun berbunyi.


Para murid pun berhamburan keluar pergi ke kantin. Sedangkan luziana dan teman karibnya menuju kedai. Karena jajan di situ murah-murah.


Anita dan Lisa mengeleng kepalanya. "Gak ada lain, selain makanya mie" Ucap Lisa. Luziana pun menyengir lebar sebagai respon.


Mie yang di pesan datang. Luziana pun mengambil saos lalu menaruk di mie seduh ayamnya. Dan jangan ditanyakan lagi seberapa banyak saos perempuan itu taruk.


"Heii... hei.. aku mau bilang berita penting sama kalian" Ucap Anita yang ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada temannya.


Mereka yang tadi sibuk makan, kini berubah raut wajah mereka menjadi serius, mendengar Anita yang ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada mereka.


"Sesuatu berita penting apa, cepat jawab gue dah kepo banget ini?" Tanya Lisa sudah penasaran kebangetan. Luziana yang sibuk mengunyah baksonya pun menganggukkan kepalanya yang juga merasa kepo.


"Ini yah tau gak kalian kejadian ada penembakan di hotel permata tau gak?" Tanya Anita seraya memainkan alisnya.


Lisa dan Luziana mengeleng kepalanya bahwa mereka tidak tahu.


"Tau! baru beberapa hari lalu kejadiannya kan. Emang kenapa dengan kejadian penembakan itu" Jawab Karina yang tahu berita tentang itu. Soalnya dia suka hobi baca berita.


"Iya kan pelakunya belum di ketahui siapa? jadi aku ingin ajak kalian pergi ke sana" Ajak Anita seraya tersenyum merekah.

__ADS_1


"Gila ko? ngapain kami ajak ke sana mau cari mati" Balas ketus Karina yang tidak tahu arah tujuan Anita itu apa.


"Gak kok aku ajak kalian itu ingin buat vlog video YouTube aja. Nantik penghasilannya kita bagi-bagi gimana mau?" Tawar Anita. Membuat mereka saling pandang. Tujuan Anita mengajak mereka itu ingin membuat vlog video karena sekarang tentang tempat penembakan itu lagi viral di sosial media.


"Berapa penghasilan kamu ingin bagi ke kita" Tanya Lisa yang kayaknya sudah terpengaruh ingin ikut. Apalagi soal bagi uang-uang gini.


"Ya seratus ribu" Balas Anita.


Lisa yang mendengarnya melongo lebar. "Hah seratus ribu, dikit amat. Minta uang sama orang tua gue malahan lebih di kasih. Daripada ikuti kau buat vlog video yang ada cari mati" Ujar Lisa.


"Yaudah gue naikin jadinya lima ratus ribu gimana mau?" Ucap Anita yang menaikkan harganya biar mereka ikut.


"Baru benar... kalau gitu gue ikut. Buat vlog video doang kan" Tanyanya. Kemudian di jawab anggukan kepala oleh Anita.


"Luziana kamu ikut kan" Tanya Anita kepada perempuan itu yang tadi hanya diam.


"Enggak perlu di tanya kalau Luziana mah. Dia pasti ikut" Yang jawab bukanlah Luziana melainkan Lisa.


"Iya kan Luziana" Lisa merangkul bahu temannya.


Luziana mengangguk kepalanya antusias. "Iya aku ikut"


"Kita di sana cuman vlog video kan" Tanya Luziana memastikan. Soalnya tempat mereka pergi sangat berbahaya.


"Enggak, kita syuting film" Jawab Anita kesal. Udah di bilang cuman vlog video tetap aja di tanya lagi. Luziana pun mengangguk paham.


Kini perusahaan Hervandez di hebohkan dengan kedatangan para pasukan batalyon.


Para baju loreng tentara angkatan darat berbaris rapi. Menatap punggung jenderalnya yang sedang menatap kaca besar ruang kerjanya. Yang menampilkan banyak perumahan dan gedung-gedung.


Renaldy pun berbalik badannya menatap para prajuritnya


"Hormat kepada jenderal...... gerak" Semua para prajurit berjumlah sepuluh orang hormat kepada Jenderalnya.


"Tegak gerak.." Yang tadi hormat mereka pun menurunkan tangannya.


"Sudah tau tugas apa kita lakukan!" Tanya Renaldy datar dengan nada tegas.


"Sudah jenderal" Jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Bagus! sekarang kita bergerak ke tempat tujuan, ke hotel permata"


__ADS_2