Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Malu Luziana


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin, Luziana lebih suka menyendiri. Rasa kecewa sedih bercampur aduk menjadi satu. Dia gak nyangka kalau suaminya telah membohongi. Kini dia berada di sebuah mall dan ingin menuangkan kesedihannya.


"Kok bisa ya dia bohongin aku..." Lirih Luziana dengan matanya yang mulai basah.


Nadia menghela nafas berat, mendengar kata seperti itu kesekian kalinya dari mulut Luziana.


"Mungkin aja suami Lo itu gak ingin Lo khawatir lun. Dengan kondisi Lo Lagi hamil begini. Makanya dia bohong. Tapi sih menurutku walaupun begitu, suami Lo itu baik dia ingin jaga perasaan Lo" Ucap Nadia memberi pengertian.


"Tapi gak harus mesti dengan cara berbohong kan!" Sergah Luziana yang paling merasa amat tersedih.


"Iya aku tahu! kalau mungkin saja dia jujur. Emang kamu izinkan dia pergi bertugas. Enggakan? jadi Lo itu harus nerima konsekuensinya" Ujar Nadia dengan nada kesal.


"Tapi gak mesti, pas aku lagi hamil anak dia kan" Kata Luziana yang tidak terima dengan perkataan Nadia.


"Serah-serah Lo! kalau gitu mending gausah hamil" Ucap Nadia asal, seketika suasana berubah menjadi hening.


Nadia yang ada salah, dengan ucapannya. Langsung merasa gak enak hati. Tidak seharusnya dia ngomong seperti itu.


"Aduuh Luziana, aku gak bermaksud kok berkata seperti itu. Aku cuman kesal aja, kamu suruh jauh-jauh aku kesini hanya untuk duduk diam begini aja. Maaf ya..." Ucap Nadia yang merasa bersalah. Luziana yang terpaku diam langsung mengeleng kepalanya.


"Gak papa kok, aku tahu. Aku yang salah seharusnya, aku ajak kamu kesini untuk jalan-jalan bukan untuk mendengar keluh kesah aku" Dengan rasa sesak Luziana mengatakan itu. Tetap saja nama orang lagi hamil itu orangnya sensitif bawaannya.


"Yaudah ayoo..." Nadia bangkit dari kursi seraya menarik tangan Luziana.


Luziana mengeleng kepalanya. "Gausah kamu aja belanja, ntar aku bayarin" Tolak Luziana halus.


"Kalau begitu mana enak!" Secara paksa Nadia menarik tangan Luziana sembari menatap mall yang sangat mewah itu. Dan itu membuat jalan Luziana sempoyongan.


"Tolong maaf mbak! Jangan narik tangan nona Luziana seperti itu" Tegas dari seorang pengawal kepada Nadia.


Nadia yang mendengarnya, langsung melepaskan tangan Luziana seraya menatap cengengesan ke arah perempuan itu. Dia begitu semangat 45 sampai-sampai dia gak tahu kalau Luziana lagi berbadan dua.


"Maaf lun. Gue gak sengaja, yuk kita tempat belanja baju" Ajak Nadia dengan lembut dan Luziana pun hanya mengikutinya dari belakang.


Sekali-kali Luziana mengedarkan pandangannya. Melihat seisi mall yang begitu mewah di matanya sembari. Dan tak terasa akhirnya mereka pun sampai di perbelanjaan baju.


"Aku disini aja ya, soalnya aku dah capek" Ujar Luziana yang sudah merasa capek duluan.


Nadia yang menatap Luziana, yang seperti sudah sangat letih. Memutuskan memilih baju sendiri aja. Kemudian ia pun mengangguk kepalanya mengiyakan.


Melihat Nadia yang sudah hilang dari pandangannya. Luziana pun mendaratkan bokongnya di sebuah, kursi seraya matanya melihat baju-baju yang di pajang.


"Ini non air untuk non" Pengawal yang berpakaian hitam itu menyodorkan sebuah botol Aqua. Luziana pun menerimanya.


"Ouh iya makasih..." Ucap Luziana kepada pengawal yang di suruh oleh suaminya untuk berjaga-jaga dirinya waktu pas suaminya bertugas.


Waktu pun terus bergulir, Luziana yang sudah sedari tadi menunggu Nadia. Akhirnya merasa jenuh. Ia pun beranjak dari kursi dan melangkah masuk ke dalam tempat perbelanjaan. Pas masuk mata Luziana langsung di buat takjub.


"Wah bagus banget.. cocok ini buat dedek" Luziana menatap takjub baju bayi yang terpajang.


Tangan nya pun terulur untuk mengambil, sekian detik tangan Luziana berhenti di udara.


"Gausah aja deh! Ini soalnya baju untuk bayi laki-laki" Urung Luziana tidak ingin jadi membelinya. Dia pun melangkah lagi sembari matanya menatap baju-baju yang terpajang.


Langkahnya pun seketika langsung berhenti. Melihat Nadia yang sedang memilih baju.

__ADS_1


"Oi Luziana sini-sini..." Nadia melambaikan tangannya untuk menyuruh perempuan itu kesini. Luziana yang melihatnya, langsung menghampiri ke tempat Nadia.


Nadia pun mengambil baju, yang merasa dia cocok untuk Luziana.


"Kayaknya ini baju cocok untuk Lun" Nadia menatap baju yang ia tempel ke tubuh perempuan itu.


"Iya... tapi harganya mahal" Balas Luziana menatap label harganya. Nadia pun mendongak menatap wajah Luziana dengan raut wajah marah.


"Gak mahal ini! murah tahu cuman 500 ribu. Kamu harus buruan beli ini lun. Keburu habis" Titah Nadia dengan tak sabaran.


"Gak mau aku, itu mahal Nadia. Kalau di lihat itu macam dres rumahan biasa saja" Tolak Luziana yang tidak ingin beli baju tersebut. Yang menurutnya sangatlah mahal.


"Emang iya! Tapi ini cocok buat Lo lagi hamil, yuk di beli" Bujuk Nadia dengan pemaksaan.


"Aku gak mau, mending uangnya itu lahiran aja nanti" Putus Luziana yang tidak mau di gugat.


"Untuk uang lahiran bisa nanti. Yang paling penting untuk buat nyaman dan senang Lo dulu. Masa iya istri Jendral mau beli baju yang 70 ribu dah dapat sepaket. Dah gak zaman tahu gak sih. Nanti Lo yang ada di jelek-jelekin sama tetangga mau lo?" Ujar Nadia menakut-nakuti. Luziana yang mendengarnya, wajahnya berubah menjadi cemberut. Dengan terpaksa Luziana membelinya.


Setelah selesai berbelanja, mereka bermain mesin pengapit boneka. Dah habis bermain mesin pengapit boneka, kemudian cuman terdapat boneka hanya satu. Mereka memutuskan ke karaoke. Setelah karaoke. Mereka menuju ke restoran jepang.


Pas di restoran jepang. Terlihat Luziana sudah sangat letih mukanya pun dah memucat.


"Capekk banget tahu kalau jalan. Kayak pergi bawa beban..." Keluh Luziana dengan nafas yang terdengar tak beraturan.


"Yah bebannya itu anak Lo" Balas Nadia seraya meminum teh hijau melalui sedotan.


Luziana yang mendengarnya, menyengir lebar. "Ada benar juga sih" Tangan Luziana pun terulur mengusap perut buncitnya, dengan kepalanya yang menunduk. Kemudian pandangannya beralih menatap ke Nadia kembali.


"Lo kan dah libur semester. Dapat rangking berapa?" Tanya Luziana membuka topik pembicaraan.


"Rangking lima" Jawab Nadia seraya menyuapkan sushi ke dalam mulutnya.


Luziana pun ber'oh ria. "Pintar juga!" Pujinya.


"Iyalah, Lo pintar juga. Rangking satu malah kenapa gak lanjut sekolah aja sih. Kan kasian dah pintar-pintar, dan selalu juara kelas. Malah putus sekolah" Ujar Nadia yang sedikit memprihatinkan.


"Kan Lo tahu sendiri, aku kan di paksa, di suruh nikah sama orang tua aku. Terpaksa putus sekolah, pas mengetahui aku itu lagi hamil" Jawab Luziana seraya menyuapkan onigiri ke dalam mulutnya.


"Ouh sorry aku lupa" Nadia pun tertawa atas otaknya yang pikun sendiri.


"Eh be the way kesan Lo lun, kayak masih gak terima pernikahan Lo ini" Spontan Nadia memberi pertanyaan.


Luziana yang sedang mengunyah onigiri seketika berhenti, dan menelan makanan itu dengan susah payah. Yang belum habis dia kunyah.


"Y-a huk..huk" Batuk Luziana yang merasa tersedak. Ia pun segera mengambil air lalu meneguknya hingga setengah. Kemudian ia letakkan kembali di atas meja seraya menatap Nadia seakan menanti jawabannya.


"Iya bukan begitu, aku terima kok sekarang. Yah... susah deh di bilangin nya ke kamu" Luziana tidak dapat mendeskripsikan memberikan jawaban ke Nadia itu seperti apa. Takutnya kalau salah kasih jawaban dia berpikir enggak-enggak.


"Waktu itu juga mau sambung sekolah. Yah kebobolan" Lirih Luziana dengan raut wajah dibuat sedih.


Nadia yang mendengar perkataan, Luziana seketika langsung tertawa.


"Haha, kok bisa sih. Makanya jangan berhubungan dulu, tahan dulu kek sampai Lo selesai sekolah. Emang siapa yang minta sih?" Tanya Nadia.


"Jangan bilang yang minta itu suami Lo, tapi yang kenyataan yang sebenarnya Lo yang minta kan" Sambung Nadia yang masih tertawa.

__ADS_1


Pipi Luziana seketika langsung bersemu kemerahan, mendengar perkataan Nadia yang tepat sekali.


"Ya kok tahu sih" Luziana menutup mukanya dengan kedua tangannya, yang merasa malu.


"Coba aja lo Lun gak minta berhubungan, Lo sekarang masih sekolah..." Seru Nadia.


"Iya... Tapi aku gak kepikiran sampai hamil begini, aku udah udah bilang mainnya pelan-pelan" Balas Luziana seraya tangannya beralih memegang pipinya yang terasa panas.


"Astagfirullah..." Nadia mengeleng kepalanya tak percaya dengan sifat temannya ini.


"Kenapa gak KB aja coba" Saran Nadia.


"Gak tahu tentang KB. Emang KB apa sih?" Tanya Luziana dengan pipinya masih bersemu merah.


"KB itu penunda hamil, t*lol. T*lol banget sih Lo" Kesal Nadia.


"Ouhh.. tapi aku juga dah di bilang aku takut hamil lagi, dia bilang gak papa tenang aja. Nanti buangnya di luar kok. Itu pun berhubungan cuman sekali dan terakhir kali" Ujar Luziana seraya tersenyum malu-malu.


"Emang Lo lihat, dia buang keluar?" Tanya Nadia.


"Enggak... hahaha" Luziana yang sanggup malunya, tertawa bodoh untuk menutupi malunya yang sudah di ujung tandus. Membuat Nadia mengeleng kepalanya pelan.


"Yaudah salah sendiri? siapa suruh minta? Dah berbadan dua kan sekarang. Kasian deh loh! sekarang pas hamil di tinggalin tugas. Sebenarnya suami Lo gak salah, tapi Lo salah sendiri" Ujar Nadia seraya tergelak tertawa.


"Tapi tetap saja dia salah! Dia yang bilang main pelan-pelan. Sekarang tampang gak dosanya dia bilang gak tahu kenapa aku bisa hamil. Gak mungkin kan, aku bisa hamil kalau tanpa gara-gara dia" Kesal Luziana mengingat suaminya yang merasa tidak dosa sama sekali.


"Iiih... Gemas banget aku sama kamu lun. Makanya jangan polos kali jadi orang. Besok-besok di lihat makanya" Gemas Nadia terhadap Luziana yang terlalu polos.


"Aku gak mau lihat, punya dia itu" Ucap Luziana malu.


"Jadi Lo selama ini belum lihat punya suami Lo itu?" Tanya heran Nadia.


"Belum pernah! karena aku malu..." Cemberut Luziana dengan pipinya yang memerah seperti bak kepiting rebus.


"Astagfirullah, jadi Lo berhubungan badan suami Lo kayak gimana tutup mata?" Lontar pertanyaan Nadia lagi.


"Ya enggaklah, cuman kamarnya aja gelap, sama di tutupi pakai selimut, hahaha" Tawa Luziana pecah.


...----------------...


Jangan lupa dukunganya biar author semangat update terbaru 🖤🖤😘


Like


Komentar


Vote


Hadiah


Rating bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟


Follow Instagram author: maulyy_05


Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.

__ADS_1


Judul nya: Vanilla (Love and Dare)


__ADS_2