
Setelah di lakukan penanganan oleh dokter, dan transfusi darah. Keadaan Luziana kini kembali stabil. Namun dirinya masih dalam keadaan koma.
Renaldy yang menatap dari kaca menghela nafas berat. Mengingat bagaimana dengan anak mereka tidak mendapatkan asi. Sementara ibunya masih dalam keadaan koma.
Pria itu pun kembali ke ruangan anaknya. Dan juga mengecek di bawah meja ada seseorang atau gak. Soalnya dia tadi berfirasat ada orang, di dalam ruangan tersebut. Tetapi setelah mengecek tidak ada apa-apa.
Seminggu pun berlalu. Renaldy kini kembali ke aktivitasnya bekerja. Cuman pas pulangnya, gak kerumah mewahnya. Tapi ke rumah sakit.
Renaldy yang hari ini baru selesai kerja, dan sudah berpenampilan rapi. Menuju ke ruangan anaknya. Dia tersenyum tipis melihat anaknya sudah sangat gembul. Tapi cuman yang laki doang. Kalau yang perempuan makin hari makin terlihat kurus. Karena tiga hari terakhir ini sangat susah untuk minum susu. Ntah kenapa kayaknya Renaldy lebih terobsesi pada anak yang laki pada yang perempuan.
Atau cuman perasaan aja. Soalnya bayi perempuan mungil itu sulit untuk di sentuh. Dengan keadaan fisik makin yang menurun. Karena di antara bayi twins itu, cuman yang perempuan itu banyak yang menelan ketuban ibunya. Dan terlebih lagi dia terkena infeksi saluran pernapasan.
"Revan lapar?" Tanya Renaldy saat anaknya sudah membuka kedua kelopak matanya. Bayi itu kemudian menanggapi tersenyum tipis. Membuat Renaldy melihatnya jadi gemas.
Ia pun mengambil bayinya dan menaruh di tangannya. Dan kemudian Renaldy pun mulai mengasih Dodot untuk anaknya minum. Melihat kondisi luziana masih dalam keadaan koma. Untuk sementara waktu untuk bayi twins itu di kasih susu formula.
Dengan antengnya bayi itu meminum susu formula dari dodot. Tak lama kemudian susu yang di dalam dodot itu habis.
Renaldy pun segera menjauhkan dodot dari bibir putranya. "Yah udah habis, anak ayah masih mau minum susu lagi" Ujar Renaldy bertanya seraya mencium pipi putranya gemas.
Tanpa disadari ada seseorang melihat interaksi mereka berdua. Seseorang itu yaitu bayi satunya lagi. Yang kini sedang menatap ayah dan abangnya.
"Assalamu'alaikum permisi tuan," Ucap suster yang masuk ke ruangan tersebut.
__ADS_1
"Walaikumsalam, ada apa?" Jawab Renaldy seraya bertanya kembali.
"Gak ada tuan, saya ingin kesini untuk tuan kasih susu ini ke anak tuan yang perempuan. Karena sudah hampir sehari dia tidak mau minum susu. Saya pun sudah berusaha maksimal kasih untuk ke bayi itu. Tetapi bayi itu menolaknya. Mungkin dari tuan sendiri yang kasih bayi Cila mau" Ujar suster itu lalu di angguki kepala oleh Renaldy.
Renaldy pun segera melentakan bayi itu ke dalam boks. Setelah itu, Renaldy menghampiri putri nya bernama Asryila Ressa putri sementara abangnya Arviano Revan putra. Dan tidak mengunakan embel-embel nama marga keluarga Renaldy.
Pas sudah berada di hadapan incubator. Renaldy pun mengambil putri nya dengan pelan-pelan. Soalnya baru kali ini dia mengendong bayi mungil ini.
Dengan sangat hati-hati Renaldy mulai mengasih Dodot untuk ke putrinya. Mulutnya pun langsung terbuka dan mulai meminum air susu tersebut.
Suster itu nampak tersenyum, melihat bayi perempuan itu mau meminum susu saat ayah nya kasih. Tapi sayangnya baru sedikit meminumnya dia sudah tidak mau lagi.
"Gimana, dia sudah tidak mau minum lagi" Tanya Renaldy sembari menatap suster tersebut.
"Kalau begitu saya pergi dulu. Nanti kalau terjadi sesuatu telepon saya" Pamit Renaldy undur diri. Suster itu pun mengangguk kepalanya mengiyakan.
"Ayah pamit pulang dulu ya sayang, Revan baik-baik disini. Besok ayah balik lagi" Ucap Renaldy seraya mengecup kening putranya yang sedang tertidur. Setelah mengatakan itu, Pria itu langsung berlenggang pergi dari ruangan itu. Ia pergi benar-benar pulang, dan tidak ada niat menjenguk istrinya. Sudah seminggu Renaldy sudah tidak pernah melihat istrinya. Dia cuman ingin dengar sekedar info saja, tanpa melihat nya langsung. Walaupun itu sudah terjadi, Renaldy belum ada tanda penyesalan. Apalagi kejadian itu masih belum terungkap.
Kini di ruangan tersebut tinggallah suster itu dengan bayi Cila. Suster itu pun menatap kepergian Renaldy dengan tatapan susah ditebak.
"Cila... Minum susu yuk sayang. Kalau kamu gak mau minum susu gak bisa kumpul sama Buna kamu. Cila mau lihat Buna kan? jadi di minum susunya ya!" Suster itu pun berusaha memberi susu formula itu. Namun tetap saja bayi itu menolaknya. Dan terakhir suster itu memilih mengalah dan melentakan bayi mungil itu ke dalam incubator.
Mengapa bayi Cila di taruh incubator sementara Revan di taruh di boks. Karena bayi Cila kondisinya kurang baik sementara bayi Revan sebaliknya.
__ADS_1
Suster setelah melentakan bayi itu dalam incubator. Suster itu pun pergi dan melanjutkan tugasnya yang lain.
Jarum jam pun terus berputar. Saat sudah mulai tengah malam, bayi Cila itu mulai menangis seperti berusaha menangis teriak. Tapi tidak bisa. Suara tangisannya yang kecil membuat para perawat tidak tahu. Dan tak lama kemudian disusul tangisan Abang nya.
Oek... oek..
...----------------...
Author mau bikin bayi itu meninggal Boleh gak sih? Biar Renaldy pas nyesel nya full derita salah sendiri. Gimana? Jangan lupa komentar ya!
Dan satu lagi, author ada video jedag jedug tentang Luziana. Yang pengen lihat, lihat di Ig.
Nama Instagramnya : maulyy_05
Jangan lupa di follow!
Sebelum menunggu update selanjutnya jangan lupa mampir di novel author yang sebelahnya ya!
Judulnya: Vanilla (Love and Dare)
Dan juga Jangan lupa dukunganya, like, vote komentar gift hadiah.
Lope sekebon untuk semuanya yang mau nurutin 💛💛
__ADS_1